
Begitu tiba di salon, Fernando terkejut saat Amira bukannya mendaftarkan dirinya untuk perawatan, tapi malah mendaftarkan nama Fernando.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Fernando merasa bingung dengan istrinya.
"Tenanglah, kau duduklah menunggu, biar aku yang berbicara dengan mereka." Ucap Amira mendorong suaminya ke kursi tunggu.
Meski Fernando tidak menolak, tapi pria itu tetap duduk dalam kebingungannya menatap istrinya.
"Saya ingin stylish yang baru untuk suami saya," ucap Amira pada resepsionis salon.
Sang resepsionis mengangguk lalu mengambil katalog salon mereka.
"Silahkan lihat ini dan pilih yang Nyonya suka," ucap sang resepsionis diangguki Amira.
Perempuan itu lalu berjalan ke suaminya dan membuka buku di tangannya.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Fernando melihat istrinya dengan bingung.
"Tunggu sebentar," ucap Amira tidak mau memperdulikan suaminya, perempuan itu terus sibuk dengan buku di tangannya.
Setelah beberapa saat, Amira lalu melihat sebuah model yang dianggap cocok untuk suaminya.
"Bagaimana menurutmu?" Tanya Amira sambil memperlihatkan model pilihannya pada Fernando.
"Ini?" Fernando merasa sangat ragu.
__ADS_1
Amira mengangguk, "Hm,, aku yakin ini sangat cocok denganmu." Ucap Amira membuat Fernando mengatup erat giginya.
"Baiklah, karena kau tidak bicara, maka aku anggap kau sudah setuju," ucap Amira lalu menghampiri sang Resepsionisnya.
"Saya akan memilih gaya ini," ucap Amira.
Resepsionis itu mencatat pilihan Amira lalu memberikan kartu pada Amira.
"Silahkan masuk dan tunjukkan kartu ini pada Kak Hans.
"Baik," jawab Amira mengambil kartunya lalu perempuan itu menghampiri suaminya.
"Ayo," katanya menggenggam tangan Fernando.
Fernando ingin mengajak Amira kembaliz sebab dia merasa tak perlu masuk salon, tapi ketika melihat tangannya di genggam erat oleh Amira, pria itu menjadi lupa akan tujuannya.
Sementara Amira, perempuan itu duduk di kursi tunggu sambil membaca majalah yang disiapkan pihak salon.
Setelah dua jam, Ia dikejutkan dengan seorang pria yang menghampirinya.
Perempuan itu melongo melihat suaminya.
Tampak pria itu malu-malu menatap istrinya, tapi kemudian ia dikejutkan oleh Amira yang langsung mendekat ke arahnya.
Cup!
__ADS_1
Sebuah ciuman singkat mendarat di bibir Fernando.
"Suamiku terlalu tampan!!!" Ucap Amira tersenyum memeluk suaminya.
Suara Amira yang tak pelan menarik perhatian semua orang hingga seluruh pasang mata dalam ruangan itu tertuju pada mereka.
Dan benar saja, mereka disuguhi pemandangan pria tampan yang sedang di peluk perempuan gemuk!!!
"Pria yang tampan!! Sial!! Ingin membuatkan ku saja!!"
"Sungguh sayang pria tampan itu, kini menikah dengan perempuan yang gemuk seperti babi.
"Ck,, ck,, sangat sial!! Sebaiknya pria itu untukku saja!" Semua orang mulai berkomentar.
Hal itu membuat Fernando menjadi marah sebab mereka menghina istrinya, jadi dia langsung mengacak rambutnya, "jangan dengar mereka." Katanya pada istrinya.
Tapi Amira malah tersenyum memperbaiki tataan rambut Fernando sembari berkata, "Siapa yang mendengarnya? Orang-orang iri yang tak tahu tempat untuk membuka mulut mereka."
Fernando tertegun dengan ucapan istrinya, padahal dulu Amira tak seperti itu, dulunya perempuan itu akan langsung berkaca-kaca jika dia di rendahkan oleh orang lain, tapi sekarang...? Mengapa jadi berubah?
"Sudah, ayo kita pergi dari sini." Ucap Amira kini menarik suaminya lalu mereka meninggalkan tempat itu.
Sembari memeluk Fernando di atas motor, Amira lalu berkata, "Hanya merubah gaya rambut dan diberi perawatan sedikit, suamiku jadi lebih tampan. Aku tidak sabar jika kau sudah memakai pakaian yang ke belikan untukmu!! Pasti jauh lebih tampan lagi!" Ucap Amira yang menyadari bahwa suaminya belum memakai pakaian yang kemarin ia belikan.
Fernando langsung teringat akan pakaian itu, jadi dia berkata, "Aku akan memakainya besok."
__ADS_1
"Ok! Aku akan melihatnya!" Ucap Amira merasa sangat senang.