Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
246.


__ADS_3

"Jadi selama dua minggu berikutnya aku menunggu uang 100 triliun itu dikumpulkan sebelum menyerahkan obat berikutnya." Ucap Amira langsung membuat pria di depan Amira menganggukkan kepalanya.


"Lalu bagaimana kau tahu kalau uang di dalam tempat itu adalah uang-uang palsu?" Tanya sang pria yang jelas tahu bahwa Amira tidak mungkin begitu cepat mengetahui uang-uang itu adalah uang uang yang palsu.


"Hm,, gampang saja," ucap Amira merogos akunya dan mengeluarkan selembar uang dolar dari sakunya.


🐾🐾🐾


"Ini adalah uang dolar yang asli, coba bawa uang ini dan letakkan bersama dengan uang dolar yang palsu. Saat aku melakukannya, aku menemukan bahwa uang dolar yang palsu itu sangat mirip dengan yang aslinya, tapi kalau kau meraba permukaannya, akan jelas kalau itu uang dolar yang palsu memiliki tekstur permukaan yang berada pada lingkaran ini!" Ucap Amira menunjuk sebuah lingkaran kecil pada uang dolar yang memang dicetak agak bergelombang dengan pola yang rumit.

__ADS_1


Andarias memperhatikan itu lalu dia menganggukkan kepalanya sambil berkata, "bagi orang awam, akan sulit untuk mengetahui perbedaan itu, tapi bagaimana kau mengetahuinya dengan cepat?"


"Aku pernah sekali ditipu dengan uang seperti itu jadi aku merasa kesal dan mempelajarinya selama beberapa waktu sampai akhirnya aku mahir membedakan yang palsu dan yang asli." Ucap Amira.


"Baiklah," Andarias berbicara dengan tenang lalu dia kembali menatap layar laptopnya sebelum mengangkat wajahnya menatap perempuan di depannya.


"Pengiriman data tersebut dilakukan pada jam yang sama ketika kau berada di lantai 17. Andreas mengatakan bahwa saat itu dia sedang pingsan dan ponselnya diletakkan di sakunya jadi dia tidak tahu tentang siapa yang sudah mengambil ponsel itu.


"Mereka berkata begitu? Padahal hari itu aku sama sekali tidak menyentuh ponselnya. Dan dia memang pingsan tetapi aku meninggalkannya dari ruangan dan memberikan pilnya pada salah seorang bawahannya lalu meninggalkan tempat itu. Entah apa yang terjadi setelah itu, aku tidak mengetahui apapun," ucap Amira.

__ADS_1


Andarias yang mendengarkan itu menganggukkan kepalanya dan dia tidak menemukan celah kesalahan dari Amira.


Mereka sudah menyelidiki sidik jari pada ponsel itu dan sedikitpun Tidak ada jejak sidik jari Amira.


Jadi pria itu kemudian berkata, "sebenarnya kami tidak ada alasan untuk menyeretmu dalam kasus ini, tetapi kami hanya ingin memastikan tentang orang yang melaporkan masalah ini pada kami. Kami ingin berterima kasih pada orang itu jadi kami berharap kami bisa menemukannya dan memberikan imbalan yang sesuai."


Amira yang mendengar itu jelas tahu bahwa itu adalah sebuah jebakan untuknya, karena masalah uang palsu itu dia bisa dianggap terlibat dalam hal tersebut.


Apalagi beberapa uang tunai yang asli yang telah Ia ambil dan simpan ke dalam dunia ajaib, pastilah ada jejak kemunculan uang itu di rumah sakit, tetapi tidak ada jejak perginya uang itu akan membuat semua orang menjadi kebingungan.

__ADS_1


"Kalau begitu, semoga kalian cepat menemukan orang yang beruntung itu. Dan saya punya satu permintaan, saya harap tidak banyak yang mengetahui bahwa Hari ini saya dipanggil kemari untuk memberikan keterangan. Saya takut suami dan keluarga saya mungkin akan merasa cemas." Ucap Amira.


"Ah,, baik, Kami tidak akan menyatakannya dan akan menutup informasi ini dengan baik." Ucap Andarias lalu dia menyelesaikan proses terakhir dari pertemuan itu.


__ADS_2