
"Maaf, siapa yang Anda cari?" Tanya Aulia menatap pria berwibawah di hadapannya.
"Aku mencari Amira dan suaminya." Ucap Rahmat mengejutkan Aulia.
"Jadi Tuan datang kemari untuk mencari putraku?" Aulia merasa begitu senang hingga perempuan itu tak dapat menahan dirinya untuk kembali berkata, " ada urusan apa tuan mencari putra aku? Oh,,,, astaga!! Aku ini benar-benar, tentu saja tentang hal yang baik." Ucap Aulia yang begitu yakin bahwa putranya tidak akan membuat sebuah masalah, dan pastilah orang kaya datang mencarinya untuk sesuatu yang baik.
Jadi aulia memberi jalan bagi Rahmat, "silahkan masuk, putraku sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor karena hari ini dia harus bertemu dengan petinggi dari Group Rakin untuk mendapatkan sebuah proyek.
"Tapi Tuan tenang saja, dia pasti akan menempatkan waktu untuk berbincang dengan Tuan." Ucap Aulia yang tidak mengenali orang di depannya.
Tetapi Rahmat yang mendengar itu langsung menyakitkan matanya, 'jadi sebenarnya, suami Amira hendak mendapatkan proyek yang sedang digarap oleh grup kami? Tetapi kemarin mereka sama sekali tidak mengungkitnya...' ucap Rahmat dalam hati kini semakin kagum dengan Amira dan suaminya.
Jika itu orang lain, maka kemarin pasti telah meminta tolong pada mereka untuk dipermudah memenangkan project.
Namun bertemu orang baik seperti Amira dan suaminya membuat Rahmat begitu kagum dengan keluarga tersebut.
"Silahkan duduk," ucap Aulia pada Rahmat ketika mereka telah tiba di ruang tamu.
Lalu perempuan itu berlari ke dalam rumah mengetuk pintu kamar Amira dan Fernando.
__ADS_1
Tok tok tok...
"Putraku, keluarlah, di depan ada orang yang mencarimu." Ucap aulia dengan sangat bersemangat.
"Sebentar Bu!" Jawab Fernando dari dalam kamar, karena dia sedang dibantu oleh istrinya memakai setelan kantornya.
"Cepat-cepat!" Lagi ucap Aulia sembari berbalik meninggalkan pintu kamar tersebut.
Sementara dalam kamar, Amira kini selesai memperbaiki posisi dasi suaminya.
"Sudah bagus, aku yakin hari ini suamiku akan memenangkan proyeknya." Kata Amira sembari mengusap dada suaminya.
"Semangatlah.!!" Ucap Amira memberi semangat pada suaminya, lalu perempuan itu berbalik, "aku tidak mengantar mu keluar, karena aku harus ke toilet." Kata Amira yang merasakan panggilan alam sekaligus hendak mandi.
"Baiklah," jawab Fernando lalu kedua orang itu keluar dari kamar sembari berjalan ke arah yang berlawanan.
Begitu fernando tiba di ruang tamu, dia langsung melihat Rahmat berada di sana kemari ditemani oleh Aulia dan Bayu.
Aulia berbicara membanggakan putranya dan keluarganya, sementara Rahmat dan Bayu hanya diam saja mendengarkan celoteh perempuan itu.
__ADS_1
"Tuan Rakin," ucap Fernando ketika tatapan matanya bertemu dengan Rahmat.
Ucapan Fernando mengagetkan ketiga orang yang ada di sana, terutama Aulia yang sangat terkejut, bahwasannya pria tua yang terlihat kaya raya di depannya ternyata berasal dari keluarga Rakin!!! Salah satu keluarga kaya di negara mereka.
"Ah,, Fernando, sepertinya kau akan berangkat bekerja." Ucap Rahmat.
"Ah,, ya, Tuan Rakin datang kemari untuk bertemu dengan istri saya?" Tanya Fernando sembari duduk di salah satu kursi di ruangan tersebut.
"Iya, ada hal penting yang hendak ku bicarakan dengannya." Ucap rahmat diangguki Fernando.
"Kalau begitu, saya akan memanggil istri saya sebentar," ucap Fernando pada Tuan Rahmat, lalu pria itu segera berdiri meninggalkan ketiga orang untuk memanggil istrinya.
Aulia yang sedari tadi duduk mendengarkan percakapan putranya dan Rahmat begitu terkejut, bahwasannya Tuan Rakin datang ke rumah mereka bukan untuk mencari putranya, melainkan mencari menantu sampah mereka!!!
"Jadi,, Tuan Rakin di sini bukan untuk mencari putraku, melainkan untuk mencari,,, menantuku?" Aulia bertanya dengan rasa tak percaya memenuhi seluruh dirinya.
"Ya," jawab Rahmat dengan singkat membuat Aulia tak mampu berkata apapun lagi.
Orang besar itu benar-benar datang mencari seorang sampah!!!
__ADS_1