Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
252.


__ADS_3

"Amira!!!" Seru Halina menyambut kedatangan Amira di kediamannya.


"Hai," jawab Amira dengan santai sembari melangkahkan kakinya mendekati perempuan yang berlari ke arahnya.


Halina yang berlari dengan senyuman ke arah Amira langsung merangkul ringan perempuan itu lalu dengan penuh tema menarik Amira ke dalam kediamannya.


"Ayah dan ibuku tidak ada di rumah tapi para pelayan sudah memasak makan malam untuk kita berdua." Ucap Halina dengan raut wajah penuh bahagia membuat Amira langsung menganggukkan kepalanya.


'Dalam ingatanku, perempuan ini tidak seperti ini tapi kenapa jadi berubah sekali ya?' ucap Amira dalam hati, tetapi perempuan itu tidak memperlihatkan kecurigaannya dan hanya berjalan saja mengikuti perempuan yang terus merangkulnya memasuki rumah.


Setelah duduk di meja makan, keduanya kemudian makan bersama dengan Halina yang terus menceritakan perjalanannya di luar negeri.

__ADS_1


Amira dengan seksama mendengarkannya Lalu setelah perempuan itu selesai berbicara, Amira kemudian bertanya, katanya: "Sepertinya kau banyak berubah ya? Kegiatanmu di luar negeri pasti mempengaruhimu hingga sekarang terlihat lebih ceria dan lebih menyenangkan."


"Ah,,, ya, aku banyak berjumpa dengan orang-orang baru di sana, dan kakak sepupuku yang ada di sana membantuku bersosialisasi dengan baik, makanya sekarang aku jadi orang yang lebih terbuka." Jawab Halina sembari mengambil sepotong udang dan memasukkannya ke dalam mulutnya.


"Eh, kau makan udang?" tanya Amira yang terkejut karena dalam ingatannya perempuan di depannya sama sekali tidak mau menyentuh udang sebab perempuan itu mengalami alergi yang terlalu parah Jika dia sampai memakan sepotong pun makanan laut.


Mendengar pertanyaan Amira, Halina langsung menatap udang yang ada di piring lalu berkata, "kakak sepupuku adalah seorang peneliti di laboratorium, dan dia berhasil memberiku obat alergi yang kemudian membantuku mulai sembuh dari alergi terhadap udang. Bahkan Sekarang, aku sedang bisa makan berbagai makanan laut seperti kerang dan lobster."


'Meski dia selalu memiliki jawaban sebagai alasan untuk menyangkalnya, tapi aku merasa sangat aneh dan masih merasa bahwa aku tidak bisa mempercayainya.' ucap Amira dalam hati sembari menyuap sesendok makanannya.


Setelah makan malam, Halina mengajak Amira ke perpustakaan supaya mereka bisa berbincang-bincang sambil membaca buku dan juga minum teh bersama.

__ADS_1


"Ini adalah perpustakaan milik orang tuaku, kau bisa menemukan bacaan apapun yang ingin kau temukan di sini." Ucap Halina membuat Amira memperhatikan perpustakaan yang sangat luas itu dengan banyak sekali buku di dalamnya.


Amira kemudian berjalan-jalan sembari melihat tumpukan buku itu demi mencari buku yang menarik yang akan ia baca.


Sementara Halina, perempuan itu sibuk menyeduh teh untuk mereka berdua sembari memperhatikan Amira yang berjalan-jalan.


'Dulunya Dia sangat bodoh, tapi berubah menjadi sangat pintar sekarang bahkan penampilannya sangat berbeda dari yang dulunya. Jadi sangat aneh kalau dia mengatakan bahwa aku banyak berubah, padahal dialah yang terlalu banyak berubah.' ucap Halina dalam hati yang jelas tahu bagaimana perempuan itu di masa sma-nya.


'Meski aku tidak pernah melihat Amira secara langsung ketika SMA tetapi dari foto-foto yang ku lihat dan juga videonya, bahkan dari cerita orang-orang jelas-jelas Amira yang di depanku ini sama sekali berbeda dengan yang dulu.


'Dan aku tidak mungkin salah menembak, dia pasti juga menukar identitas seperti yang kulakukan.' pikir Halina dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2