Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
279.


__ADS_3

Pagi hari, Aulia bangun pagi-pagi sekali dan melihat sarapan sudah tersedia di meja makan, perempuan itu kemudian membuat kopi dan duduk di depan TV sembari menonton.


Tiba-tiba saja sebuah berita memperlihatkan foto seorang perempuan yang terlihat merupakan foto dari masa lalu dan sangat mirip dengan Amira.


Perempuan itu langsung melototkan matanya memperhatikan siaran TV itu, dan betapa terkejutnya dia ketika di bagian bawah itu tertera sebuah tulisan.


*Siapapun yang mengenal perempuan difoto Ini, tolong hubungi nomor di bawah ini, 083 636 xxx xx8*


Lalu sampai bawah berita juga menjelaskan mengenai foto itu membuat Aulia melompat kaget di tempatnya lalu perempuan itu langsung berbalik untuk memanggil Amira ketika dia melihat Amira dan Fernando sudah turun dari lantai atas.


"Kalian datang juga, ada berita yang sangat menghebohkan!!!" Ucap Aulia sembari menunjuk ke arah TV membuat Fernando dan Amira juga menatap ke berita.


"Ahh,, beritanya sudah dipajang," kata Fernando langsung duduk di sofa untuk melihat berita itu.


Sementara Amira, perempuan itu pergi ke dapur untuk mendapatkan teh.


"Apa katamu?" Aulia menatap putranya dengan bingung karena terdengar jelas bahwa pria itu sudah mengetahui bahwa berita itu akan muncul di TV.


"Itu foto ibu Amira, dia meninggal ketika Amira masih bayi, dan sekarang Amira memajang foto itu di dalam TV untuk mencari tahu Jika masih ada keluarganya yang tersisa." Ucap Fernando langsung mengejutkan Aulia.

__ADS_1


"I,, ini,,, perempuan cantik dalam TV itu adalah ibu kandung Amira?" Tanya Aulia yang benar-benar tak percaya dengan pendengarannya, karena dia merasa bahwa apa yang dikatakan putranya itu benar-benar aneh.


Kalau ibu Amira secantik itu maka kenapa dulu Amira malah terlihat begitu jelek dan sangat jelek bahkan kejelekannya melebihi seekor babi?


"Hm,,," jawab Fernando.


Setelah beberapa saat, Amira dan Bayu kemudian sama-sama datang ke tempat itu dengan Amira yang meletakkan teh di depan Fernando dan duduk di samping pria itu sembari melihat ke acara TV yang dinyalakan.


Aulia yang melihat itu kemudian berpikir dalam hatinya bahwa mungkin saja Amira sebenarnya berasal dari keluarga kaya raya yang lebih kaya dari keluarga Barata, buktinya pakaian yang dikenakan perempuan itu pada foto terlihat begitu mewah untuk zaman pengambilan foto itu.


'Kalau begitu, mulai sekarang aku harus bersikap sangat baik pada perempuan income karena Jika benar dia berasal dari keluarga kaya maka aku akan memiliki menantu yang sangat hebat. Dan lagi, kalau aku tidak bersikap baik pada perempuan ini, maka suamiku akan menceraikanku dan aku akan dibuang ke desa yang memuakkan itu.' ucap Aulia dalam hati lalu dia kemudian berlari ke dapur untuk mendapatkan cemilan.


Sekembalinya ia, Aulia langsung meletakkan cemilan itu di depan Amira dan berkata, "menantuku tersayang, nikmatilah cemilan ini."


"Apakah kau kerasukan setan hingga membayar lakukan Amira dengan sangat baik?" Tanya Bayu sembari memperhatikan istrinya.


Mendengar itu, Aulia langsung memperbaiki cara duduknya lalu dia berkata, "itu,, aku sudah menyadari kesalahanku selama ini jadi mulai sekarang aku tidak akan berbuat sesuka hati lagi."


Tentu saja Bayu semakin terkejut dengan omongan perempuan itu, akan tetapi ketika dia kembali mengingat ucapan mereka kemarin dan bagaimana perubahan sikap Aulia kemarin maka pria itu tidak heran lagi.

__ADS_1


"Kalau begitu, Aku harap sikapmu seperti itu terus karena jika tidak maka apa yang kau katakan kemarin benar-benar akan kulakukan." Tegas Bayu langsung membuat Aulia menganggukkan kepalanya.


Tidak ada gunanya membantah, dan sekarang Ia hanya punya satu pilihan jika dia masih mau terus hidup mewah menumpang pada anak dan menantunya.


Maka hari itu waktu berjalan dengan sangat baik, berbeda sekali dengan keluarga Barata yang kembali ke rumah dengan keposisingan melanda mereka.


"Semua ini gara-gara keluarga ketiga, mereka semua adalah orang-orang licik!!!" Teriak Rizal sembari memperhatikan ibunya yang melangkah ke lantai 2 untuk beristirahat.


Mereka semua tertinggal di lantai 1 sambil berdebat menyalahkan satu sama lain dan bahkan menghina keluarga ketiga.


Sementara di atas kamar, Rena yang merasa tidak tahan menghadapi semua hal yang terjadi akhirnya menghubungi notarisnya untuk mengubah isi surat wasiatnya.


Maka, dalam 1 jam, sang notaris sudah datang ke rumahnya dan bertemu dengannya secara pribadi.


Setelah itu, Dia memberikan seluruh hartanya pada anak ketiganya.


Setelah itu, perempuan itu memasuki kamar mandi dengan membawa sebilah pisau yang selalu berada di dalam kamarnya.


"Mati lebih baik daripada selamanya hidup di dalam penjara. Aku tahu anak ketigaku bisa dengan mudah melepaskan diri dari hutang yang menjeratnya. Tetapi anak pertama dan keduaku tidak akan mampu melakukannya jika mereka mendapatkan warisan utang yang sebanyak itu.

__ADS_1


"Dan lagi, anggap saja semua warisan hutang itu untuk menebus kesalahan Bayu yang sudah menyebabkan kematian suamiku," ucap Rena sembari terisak lalu dengan tangan gemetar Dia kemudian mengiris pergelangan tangannya dan terjatuh di lantai untuk menunggu kematiannya.



__ADS_2