Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
166. Didukung oleh keluarga Rakin


__ADS_3

Leona yang kembali ke kediamannya begitu marah terhadap apa yang baru saja terjadi di butik.


Perempuan itu membanting segala sesuatu yang ia lihat ketika memasuki kediaman Andarta.


Hal itu membuat Kakak pertamanya yang bernama Anggara Anderta langsung keluar dari kamarnya menatap Leona yang kini menggertakan giginya di depan TV.


"Perempuan sialan, aku akan membuatmu dicincang oleh keluarga Maherson karena kau sudah berani membuat masalah denganku!! Lihat saja nanti, aku akan membuatmu membayar semuanya!!!" Geram Leona sambil menggerakkan giginya membuat Anggara menghampiri adiknya itu.


"Apa yang membuatmu begitu kesal?" Tanya Leona.


Leona langsung menatap kakaknya dengan raut wajah yang masih belum bisa menenangkan rasa marahnya, "Aku baru saja bertemu seseorang di butik yang membuatku sangat kesal.

__ADS_1


"Dia mengataiku anjing yang menggonggong padanya untuk meminta tulang, dan lebih parahnya lagi, keluarga Rakin mendukungnya, dan bahkan mengancamku akan memberitahu keluarga Maherson tentang apa yang terjadi pada Kakak kedua!!!" geram perempuan itu penuh kemarahan mengingat Amira.


"Siapa perempuan yang berani berkata seperti itu denganmu?" Tanya Anggara yang tak menyangka kejadian seperti itu akan dialami oleh adiknya yang sebentar lagi masuk ke keluarga Maherson.


"Aku tidak tahu, tapi ini fotonya!" Ucap Leona langsung mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan jepretan kamera CCTV yang sempat ia ambil sebelum meninggalkan butik.


Anggara langsung mengambil ponsel adiknya dan melihat dua perempuan yang ada di foto tersebut, yaitu Yura bersama dengan Amira. .


"Perempuan ini lagi?" Ucap Anggara memegang erat ponsel Leona karena dia tidak menyangka bahwa Amira ternyata sudah melukai dua adiknya.


Anggaran nafas sambil mengembalikan ponsel adiknya lalu pria itu duduk di sofa sambil mengepal erat tangannya, "perempuan itu yang sudah membuat Kakak keduamu mengelilingi kompleks ini untuk meludah di depan rumah semua orang.

__ADS_1


"Dia juga yang menghuni perumahan kelas 1 yang paling besar itu bersama dengan suami sampahnya. Namanya Amira Barata," ucap Anggara langsung mengejutkan Leona.


"Amira? Amira menantu keluarga Barata yang dikenal sebagai menantu sampah itu?" Tanya Leona dengan raut wajah tak percayanya.


Anggara menganggukkan kepalanya, "benar," jawab pria itu.


"Ha? Mana mungkin??? Bukankah Amira itu perempuan jelek yang gemuk dan,,,, bagaimana bisa dia bisa berubah menjadi secantik ini??" Ucap Leona menatap foto yang ada di ponselnya, karena perempuan itu tak percaya dengan perubahan Amira yang begitu drastis.


Anggara mengangguk, "Benar, semua orang juga bingung, tapi aku sudah mengkonfirmasi identitasnya. Dan sekarang keluarga Rakin memihak mereka.


"Bahkan aku yang berusaha menindas mereka dengan menyuruh mereka membayar biaya rumah sakit yang tinggi malah berbalik dimarahi oleh keluarga Rakin." Ucap Anggara yang benar-benar tak terima bahwa keluarga mereka telah dihina besar-besaran oleh keluarga Barata, tetapi keluarga Rakin malah memihak keluarga sampah Barata itu!!!

__ADS_1


"Apa?!!!" Leona mengepal erat tangannya lalu perempuan itu duduk sambil menggigit kukunya, "kalau begitu, dia seharusnya pergi ke acara reuni angkatan kami. Pantas saja tadi dia juga membeli pakaian di tempat yang sama denganku," ucap Leona memikirkan sesuatu, dan setelah beberapa saat, perempuan itu kembali mengambil ponselnya dan membuka grup pertemanan nya.


Setelah beberapa saat lamanya, perempuan itu mulai tersenyum sambil mengetik pesan yang ia kirim ke dalam grupnya.


__ADS_2