Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
62.


__ADS_3

"Ya," jawab Amira sembari mengambil sebuah kertas dari tasnya lalu menyerahkannya pada pada Rahmat, "hanya ini syarat yang diinginkan oleh guruku, harus mendapatkan semua bahan ini." Ucap Amira.


"Hanya itu saja?" Yura kini bertanya tak percaya.


Amira mengangguk, "ya," jawabnya.


Jawaban Amira membuat Yura terdiam di tempatnya karena dia benar-benar tidak menyangka bahwa perempuan itu hanya menginginkan bahan-bahan untuk membuat pil dan tak menginginkan sedikitpun uang!


Jadi, Yura tak mengatakan apapun lagi dan hanya terdiam mendengarkan kakeknya yang mengambil alih pembicaraan.


"Kalau begitu, aku akan menyiapkan bahan bahan ini lalu memberikannya padamu untuk diberikan pada gurumu." Ucap Rahmat tersenyum menyimpan resep itu ke dalam sakunya.


Tetapi dia terkejut ketika Amira malah berkata, "tuan tidak bisa menunda lama-lama untuk mencari bahan itu, karena kondisi Tuan Muda sangat memprihatinkan. Kalau terlambat sedikit saja untuk mengkonsumsi pil tersebut maka resikonya adalah kecacatan seumur hidup." Ucap Amira.


"Apa?!!"


"Adikku akan cacat?!"

__ADS_1


Dua orang di depan Amira begitu terkejut mendengar penjelasan Amira.


"Ya, racun dan luka yang diderita Tuan Muda sudah memperparah kondisi kesehatannya. Itu sebabnya, meskipun


Dokter melakukan banyak cara untuk menolongnya, tetapi akan sulit bagi mereka, hanya pil ini saja yang bisa menyelamatkan nya agar bisa pulih sepenuhnya. Kata Amira membuat Rahmat langsung memanggil asistennya.


Pergi! Lakukan cara apapun untuk mencari seluruh bahan-bahan ini!! Kau harus mendapatkan nya sesegera mungkin!!!" Perintah Rahmat.


Amira yang melihat itu kemudian menghela nafas dan kembali berkata, "kalian harus memastikan bahwa bahan-bahan terbaik dengan usia minimal 1000 tahun."


"Kalau kalian tidak bisa menyiapkan yang usia 1000 tahun maka aku tidak bisa menjamin guruku mau mengolahnya." Ucap Amira.


"Begitu ya... kalau begitu, akan kuusahakan mendapatkan semuanya." Ucap Rahmat.


"Aku dengar keluarga Zahirka memiliki tempat pelelangan bahan obat yang sangat terkenal. Bahkan banyak guru-guru terkenal yang pergi ke sana, jadi kalian boleh mencoba untuk mendapatkan bahan obat dari keluarga Zahirka." Ucap Amira.


"Baik, terima kasih atas pencerahannya, kalau begitu aku akan mengutus seorang untuk pergi ke keluarga Zahirka." Kata Rahmat langsung memberi kode pada asistennya, lalu sang asisten segera meninggalkan tiga orang yang masih duduk.

__ADS_1


Setelah sang asisten pergi, Amira kemudian menatap Yura, "biarkan aku memeriksamu untuk mengetahui dampak apa yang ditimbulkan oleh racun yang ada pada tubuhmu." Ucap Amira langsung dianguki oleh Yura.


Yura kemudian mengulurkan tangannya ke arah Amira lalu dengan seksama Amira memeriksa perempuan itu.


Setelah beberapa saat, Amira menghela nafas lalu kembali memperbaiki posisi duduknya.


"Ada apa?" Yura bertanya dengan cemas karena melihat wajah Amira yang tampak tidak baik.


"Ini,, sepertinya Nona adalah yang paling lama diberikan racun. Meski racunnya tidak terlalu menimbulkan gejalanya, tapi saya yakin Nona Yura menyadarinya pada keanehan datang bulan yang nona Yura.


"Apakah pada beberapa bulan terakhir ini siklus datang bulan Bona Yura tidak teratur? Bahkan dua bulan ini juga tidak datang bulan?" Tanya Amira mengejutkan Yura.


"Iya,, itu terjadi. Tapi aku sudah ke dokter dan dokter mengatakan bahwa itu hanya pengaruh hormon saja. Bahkan aku sudah melakukan USG, dan semuanya baik-baik saja." Ucap Yura.


"Memang, racun yang diberikan adalah racun yang bekerja dengan sempurna. Jika tidak melakukan analisis darah ataupun melakukan biopsi, maka sulit untuk mengetahui penyakit yang sebenarnya. Dan sayang sekali karena kondisi Nona Yura sudah berlangsung sangat lama maka kemungkinan besar akan terjadi kemandulan--"


"Apa?!!" Wajah Yura seketika memucat.

__ADS_1


__ADS_2