Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
52.


__ADS_3

Petugas yang mendapat telpon dari Yura langsung bergegas ke kediaman Rakin.


Lalu mereka melihat sepasang suami istri yang sedang tertawa bersama di depan gerbang keluarga Rakin.


Mobil mereka langsung berhenti di belakang Fernando dan Amira lalu kedua petugas itu keluar dari mobil menghampiri Fernando dan Amira.


"Kalian berdua, segera tinggalkan tempat ini!!" Bentak salah satu petugas menatap marah pada dua orang di depannya.


Bentakan petugas itu membuat Amira mengerutkan keningnya lalu berbalik menatap dua petugas itu.


"Atau maksud kalian?" Tanya Amira sambil memandangi dua orang yang tiba-tiba datang dari luar untuk mengusir mereka.


"Hais!! Percuma saja berbicara dengan mereka, mereka tidak akan mendengar kita. Seret saja mereka pergi dari sini sebelum keluarga Rakin menunjukkan ketidaknyamanan nya atas kinerja kita." Ucap salah satu petugas yang tahu betul bahwa keluarga Rakin adalah keluarga yang sangat dihormati di tempat itu.


Dengan segera, kedua petugas itu mendekati Fernando dan Amira untuk menyeret mereka.

__ADS_1


Amira sudah bersiap untuk memukul kedua petugas itu ketika Fernando maju ke depannya melindunginya.


"Tidak perlu bersikap kasar, kami bisa pergi sendiri," ucap Fernando pada kedua orang di depannya.


Tetapi, karena salah satu petugas sudah berada dalam keadaan yang sangat marah, maka dia tidak mengindahkan ucapan Fernando hingga dengan cepat mengulurkan tangannya menarik Fernando.


"Orang miskin yang sudah menipu kami, cepat pergi dari sini!!!" Bentak petugas itu pada Fernando yang hampir saja tersungkur ke tanah seandainya Amira tidak mengeluarkan tangannya menahan suaminya.


'Oh,, kenapa aku tiba-tiba memiliki tenaga sebesar ini?' Pikir Amira dalam hati yang merasa aneh bahwa dia bisa menahan tubuh besar suaminya.


"Ah,, ya," jawab Amira masih merasa aneh, lalu perempuan itu melihat petugas yang dibelakang Fernando, hendak memukul suaminya, jadi perempuan itu langsung menarik suaminya hingga pukulan petugas itu meleset.


"Sial! Seret mereka cepat!!" Geram petugas yang pukulannya meleset lalu kedua petugas itu maju secara bersamaan untuk menghadapi Fernando dan Amira.


Tetapi ketika mereka berpikir akan mudah untuk menghadapi semua orang itu, mereka sangat terkejut ketika Amira maju ke depan mereka lalu dengan tiga gerakan dua pengawal itu merintih di tanah.

__ADS_1


"Ahk!!! Lenganku!!!" Pengawal itu merasa kesakitan pada lengannya yang terasa patah karena ulah Amira.


Amira yang tidak percaya bahwa dirinya bisa melumpuhkan kedua orang itu dalam tiga gerakan juga tampak tercengang menatap tangannya yang baru saja mengalahkan dua petugas itu.


'Apakah ini efek dari buah ajaib?' pikirnya dalam hati.


Sementara Fernando, pria itu langsung mendekati istrinya lalu menatap istrinya, "Kau baik-baik saja?" Tanyanya merasa cemas sekaligus terkejut dengan kemampuan istrinya.


"Ah,, ya," jawab Amira.


Petugas yang sudah tersungkur di lantai kini berusaha berdiri, "Kalian penyusup!! Kami akan menuntut kalian!!" Teriak sala satu petugas sambil merogoh sakunya untuk mendapatkan ponselnya.


Beberapa saat kemudian, pria itu berkata, "Halo, dengan kantor polisi? Tolong datang ke--"


"Ada apa ini?!!" Penjaga kediaman keluarga Rakin terkejut saat ia membuka gerbang untuk menyambut tamu kehormatan, malah mendapati kekacauan di luar gebang tinggi itu.

__ADS_1


Bernai membuat keributan di kediaman keluarga Rakin??? sangat mencari mati!!!


__ADS_2