Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
187.


__ADS_3

"Dan informasi lain yang saya dapatkan, ternyata keluarga Zahirka juga memberikan bahan obat kepada keluarga Rakin, tapi kedua keluarga itu sama sekali tidak bisa dilacak sampai sejauh mana hubungan mereka dengan keluarga ketiga Barata." Lapor sang bawahan pada Daren.


Laporan bawahannya membuat Daren menyipitkan matanya dan memijat keningnya yang terasa aneh.


Aneh sekali membayangkan bahwa keluarga ketiga Barata berhubungan dengan orang misterius yang telah menyembuhkan orang yang sekarat.


"Apa kau sudah mencari tahu riwayat keluarga ketiga Barata?" Tanya Daren yang kini merasa penasaran dengan Fernando dan istrinya.


Sang bawahan mengangguk,"Sudah Tuan, mereka hanya keluarga rendahan yang tidak dipandang di keluarga Barata. Bahkan di luar kediaman keluarga Barata, mereka sama sekali tidak dihargai, tetapi beberapa waktu terakhir terjadi perubahan yang sangat besar pada keluarga itu.


"Semua itu terjadi sejak Amira Barata sering pergi ke keluarga Rakin, bahkan perempuan itu yang dulunya sangat gemuk juga kini berubah menjadi perempuan yang kurus dan cantik." Ucap sang bawahan.


Daren memikirkan ucapan dari bawahannya, lalu beberapa saat kemudian pria itu memberi perintah, "cari tahu nomor ponsel keluarga itu, sekarang!"


"Ini Tuan, saya sudah menemukannya." Ucap sang bawahan langsung menyerahkan dua buah kartu nama yang ia dapatkan.


Daren langsung mengambil dua kartu nama itu, lalu dia menatap bawahannya sambil berkata, "temui Arifin dan katakan padanya bahwa aku akan menghubunginya setelah memutuskan tawarannya."


"Baik Tuan," jawab sang bawahan lalu pria itu segera berpisah dengan Daren.

__ADS_1


Sementara itu, Amira dan suaminya yang telah tiba di rumah, perempuan itu mendengus kesal melihat suaminya yang sudah tertidur pulas di tempat tidur.


"Hah,,, pria ini benar-benar mengesalkan!!! Bagaimana bisa dia tidur setelah mabuk sepanjang malam dan terus merayuku sejak dalam perjalanan?" Gerutu Amira dengan kesal mengingat Bagaimana di mobil ketika pria itu didudukkan di kursi penumpang, lalu dia yang menyetir selalu diganggu oleh Fernando yang ingin menciumnya.


Tetapi setelah tiba di rumah dan menyentuh tempat tidur, pria itu langsung tertidur nyenyak seperti tidak ada beban dan sebelumnya tidak terjadi sesuatu apapun.


Jadi Amira memutar bola matanya dan hendak berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri ketika ponsel yang ada di tasnya tiba-tiba bergetar.


Drrtttt...... Drrtttt...... Drrtttt......


Drrtttt...... Drrtttt...... Drrtttt......


'Apakah ini orang gila? Tidak tahu kah dia kalau jam segini orang-orang sudah tidur? Ataupun kalau belum tidur, setidaknya mereka tidak ingin diganggu pada larut malam seperti ini.' kesel Amira menekan tombol reject lalu melemparkan ponsel itu ke dalam tas dan berjalan ke kamar mandi.


Drrtttt...... Drrtttt...... Drrtttt......


Drrtttt...... Drrtttt...... Drrtttt......


Drrtttt...... Drrtttt...... Drrtttt......

__ADS_1


Setelah Amira pergi ke rumah ponsel itu masih terus bergetar, tetapi karena Amira berada di kamar mandi maka dia sama sekali tidak mendengarnya.


Barulah setelah 30 menit kemudian, perempuan itu keluar dari kamar mandi dan kembali melihat banyaknya panggilan tak terjawab di ponselnya maupun di ponsel suaminya.


"Orang ini benar-benar gila!" Kesal Amira sembari melihat catatan panggilan dan memeriksa pesan yang masuk.


*Maaf malam-malam begini mengganggu, saya adalah Daren Maherson, ada perlu yang mendesak untuk dibicarakan dengan Tuan dan Nyonya Barata. Tolong hubungi saya jika sudah melihat pesan ini.* Tulis pesan itu langsung membuat Amira tersenyum kecut.


"Dasar bodoh!!!" Kesal Amira langsung memblokir nomor tersebut dan meletakkan ponselnya.


Baru saja meletakkan ponselnya, sebuah pesan singkat dari Arifin langsung masuk ke ponsel Amira.


*Nyonya, jika keluarga Maherson menghubungi Nyonya, tolong jangan pernah meresponnya.* Isi pesan singkat itu langsung membuat Amira mengurutkan keningnya lalu membuang ponsel itu ke atas meja.


'Apa yang terjadi?' pikir Amira yang merasa bahwa ada sesuatu yang terjadi antara Arifin dan keluarga Maherson.


Bagaimanapun, sebelumnya di restoran Arifin meminta izin padanya untuk memberitahukan masalah pengobatan pada keluarga Maherson.


Tetapi setelah keluarga Maherson menghubunginya, Amira malah mencegahnya untuk berhubungan dengan keluarga Maherson.

__ADS_1


__ADS_2