Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
230. Tidka pantas di tolong


__ADS_3

Amira sedang berada di kantor suaminya sambil membantu suaminya mengetik beberapa berkas ketika ponsel yang diletakkan di atas meja terus saja bergetar.


Tanpa melihat penelpon, Amira mematikan panggilan itu Karena dia sudah menebak bahwa panggilan itu pasti berasal dari dari Maherson yang sejak 4 hari terakhir terus saja menghubunginya.


Tetapi pria itu tidak menghubunginya untuk memberikan uang senilai 100 triliun tetapi pria itu menghubunginya untuk bernegosiasi tentang syarat yang diberikan oleh Amira.


Karena meski pria itu bisa mengelurkan uang 100 triliun, namun begitu sulit untuk membawanya dalam keadaan cash, apalagi penjualan pulau miliknya begitu memakan waktu sehingga dia meminta waktu untuk memberikan uang senilai rp100 triliun tersebut.


"Kenapa tidak mengangkat teleponmu? Sudah berapa kali terus berbunyi?" Tanya Fernando sembari melirik ke arah istrinya yang sedang fokus mengetik.


"Biarkan saja, itu hanya telepon yang tidak penting." Kata Amira terus menjelajakan jari-jari lentiknya di atas keyboard komputer.

__ADS_1


Namun, setelah beberapa waktu, dia merasa kesel juga pada ponselnya yang terus berbunyi, jadi perempuan itu mengambil ponselnya dan mengerutkan keningnya melihat nama pemanggil ternyata bukanlah dari keluarga Maherson.


Tetapi berasal dari keluarga Zahirka yang maksudnya telah ditebak oleh Amira, jadi perempuan itu akhirnya tersenyum membawa ponselnya ke tangga darurat dan mengangkat panggilan tersebut.


"Halo," ucap Amira yang tidak memiliki niat untuk membantu keluarga itu, tetapi dia hanya ingin mendengarkan bagaimana orang itu memohon padanya dan bagaimana penyesalan orang itu setelah mengatakan kata-kata yang luar biasa di 4 hari yang lalu.


Baru saja panggilan itu terhubung, Pria tua yang ada di seberang telepon langsung berkata, "Akhirnya kau mengangkat teleponku Amira, aku minta maaf sekali atas kejadian 4 hari yang lalu, tapi saat ini apa yang kau katakan tentang Putraku benar-benar terjadi.


"Dia mengalami rambut rontok dan kuku yang menghitam, tetapi Tuan Uban sudah melarikan diri ke luar negeri, jadi aku tidak bisa menghubunginya lagi. Oleh sebab itu, bolehkah kau memaafkanku kali ini dan membantu kami menyembuhkan cucuku?


Suara cemas dari seberang telepon langsung membuat Amira tersenyum, dia sudah menduga hal ini akan terjadi, jadi dia merasa sangat puas karena sekarang keluarga Zahirka benar-benar menghubunginya.

__ADS_1


Tetapi dia sama sekali tidak berniat untuk menolong keluarga itu, karena keluarga itu telah menghinanya sedemikian rupa.


Jadi dia akan membuatnya bersama dengan keluarga Maherson dihancurkan sehingga keluarga Rakin akan menjadi satu-satunya keluarga paling berkuasa di negara mereka.


Jadi Amira langsung berkata, "aku dengar kemarin kau menghargai sebuah kepercayaan dan membalas sebuah kebohongan dengan sebuah nyawa. Jadi Apakah sekarang kau sudah punya sebuah nyawa untuk ditukar dengan itu? Ataukah mungkin nyawa yang kau maksud itu adalah cucumu sendiri?"


Ardan yang berada di seberang telepon yang mendengar ucapan Amira langsung memucat dan tubuhnya membeku karena tidak menyangka bahwa Amira akan mengembalikan ucapannya padanya.


Wiwin dan Alga yang melihat hal itu sangat terkejut, jadi Wiwin langsung berkata, "Ada apa ayah??"


Amira yang di seberang telepon yang mendengar ucapan itu, dia hanya bisa tersenyum menahan tawanya.

__ADS_1


Itu adalah balasan untuk orang yang sombong, berani-beraninya dia tidak mempercayainya dan malah balik menghinanya.


Sangat tidak pantas!!!


__ADS_2