Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
143. Dipojokkan


__ADS_3

Amira langsung tersenyum mendengar ucapan judes dari Megan, perempuan itu berkata, "Sepertinya kalian sudah tidak sabar menunggu kami. Tenang saja kami hanya datang untuk mengambil barang-barang kami lalu kembali untuk menempati rumah baru kami."


Ucapan Amira langsung membuat semua orang tercengang dengan rasa percaya diri perempuan itu.


Sementara Aulia, dia langsung menggertakkan giginya dan menatap putranya dengan cemas, "putraku, kau tidak berpikir untuk tinggal di rumah yang kalian beli itu bukan?" Tanya perempuan itu yang tidak mau jika suaminya hidup menderita.


Fernando menghela nafas menatap ibunya, lalu dia berkata, "aku dan Amira sudah memutuskan, kami akan pisah rumah dari keluarga Barata. Oleh sebab itu, meskipun rumah yang diberikan keluarga Barata sudah tidak bisa ditempati lagi maka kami akan tetap mencari rumah lain untuk ditinggali."


Ucapan putranya langsung membuat Aulia sangat terkejut lalu dia kembali menata putranya dengan rasa tak percayanya sambil berkata, "tapi bagaimana bisa Ibu membiarkan kalian tinggal di rumah yang kumuh? Sebaiknya tinggal di sini saja bersama keluarga Barata, di sini kita bisa mendapat fasilitas yang lebih baik daripada rumah yang kalian beli itu!!!"

__ADS_1


Aulia merasa sangat khawatir, sebab dia tahu bahwa putranya dan juga menantunya tidak akan memiliki cukup uang untuk membeli sebuah rumah yang layak.


Masakan direktur keluarga Barata tinggal di tempat yang kumuh dan jelek? Apa kata orang jika mereka mengetahuinya??


Tetapi Amira yang mendengar ucapan Aulia langsung berkata, "Ibu tenang saja, kami mampu membeli rumah yang layak untuk kami ditinggali. Jadi tidak perlu khawatir bahwa kami akan menempati rumah yang tidak bisa memberikan kenyamanan untuk kami berdua."


Keluarga pertama dan keluarga kedua yang mendengar itu hanya bisa mencibir dalam hati mereka lalu Raina dengan cepat berkata, "heh!! Aku rasa ke seluruh keluarga ketiga tidak perlu ada yang tinggal di rumah ini. Sebaiknya semuanya pindah saja ke rumah yang telah dibeli Fernando dan Amira!!!"


"Sekalian saja semuanya diusir dari tempat ini supaya mereka tahu dan mengerti Bagaimana perasaan orang yang sudah berusaha berbuat baik pada mereka namun malah diabaikan dengan bersikap sombong seperti itu!!!" Cibir Megan.

__ADS_1


Keluarga kedua pun setuju dengan keluarga pertama, karena jika keluarga ketiga tidak ada di tempat itu, maka mereka dengan cepat bisa mempengaruhi Rena agar mau mengubah direktur yang memimpin perusahaan.


Jadi Sarah langsung berkata, "benar sekali, bukan hanya menolak kebaikan yang ditawarkan oleh ibu, bahkan mereka bersikap sombong, katanya mampu membeli rumah yang bisa memberikan kenyamanan yang lebih layak dari rumah milik keluarga Barata.


"Memangnya dapat uang dari mana untuk bisa membeli rumah yang lebih layak daripada rumah keluarga Barata? Ucapan kalian sama saja dengan mengatakan bahwa rumah keluarga Barata sama sekali tidak layak untuk kalian tinggali!!!" Tegas Sarah.


Mahesa mengangguk, "Ibu benar sekali, atau jangan-jangan kalian hanya mendapatkan rumah untuk dicicil? Jangan-jangan karena kau tahu kau akan menjadi direktur lalu kau berani mengambil rumah dan kemudian menghina keluarga Barata?!!" Ucap Mahesa sembari menatap sinis ke arah Fernando dan Amira.


Di tempatnya, Rena mendengarkan percakapan semua orang dan memang apa yang dikatakan keluarga pertama dan kedua itu benar.

__ADS_1


Fernando dan Amira yang tidak mau tinggal di rumah mereka sama saja mengatakan bahwa rumah mereka tidak layak untuk ditinggali, oleh sebab itu mereka memilih mencari rumah yang lain.


__ADS_2