
Setelah selesai berbelanja di butik, Amira meninggalkan butik tersebut dan pergi bersama Yura untuk makan siang bersama.
Saat itu, mereka memilih makan di sebuah restoran seafood yang cukup populer di kalangan anak muda.
Mereka sengaja duduk di teras untuk berbincang-bincang sambil menikmati hembusan angin yang bertiup lembut.
"Di sini bagus, sesuai dengan ulasannya di internet," komentar Yura sambil mengambil buku menu yang dibawakan oleh pelayan untuk mereka.
Amira menganggukkan kepalanya, "benar sekali, dan aku berharap rasa makanannya juga sesuai dengan ulasannya." Ucap Amira membolak-balik buku menu yang ada di tangannya.
Tetapi, perempuan itu belum memilih satu menu untuk ia pesan ketika tiba-tiba saja seorang pria datang menghampiri meja mereka.
Amira maupun Yura sangat terkejut dengan sikap pria yang tidak sopan itu lalu keduanya mengangkat wajahnya menatap pria itu.
__ADS_1
"Kau,," Amira langsung menghembuskan nafasnya dengan panjang melihat Arifin Borman yang merupakan Bos Kasino ternyata datang menghampiri mereka.
Melihat wajah Amira yang langsung berubah setelah melihatnya, langsung membuat Bos Kasino itu menyadari kesalahannya lalu dia dengan segera memperbaiki posisi berdirinya.
Setelah itu, dia menatap Yura sambil berkata, "aku minta maaf karena mengganggu makan siang Nona, tapi ada hal penting yang harus dibicarakan dengan Nona Amira. Bisakah--"
"Jangan banyak bicara!!" Kesal Amira meletakkan sebuah catatan di atas meja, "bawa catatan itu dan pergi ke toko herbal untuk mendapatkan bahan-bahannya. Temui aku besok pagi di alamat yang ada di kertas itu!!!" Perintah Amira langsung membuat Bos Kasino mengambil catatan itu dan membacanya secara sekilas.
Setelah itu, pria itu membungkuk pada Amira sambil berkata, "Nona Tenang saja, saya akan menyiapkan semua bahan-bahan ini. Tapi sebelum itu, apakah Nona membutuhkan sesuatu yang bisa saya siapkan?"
Maka begitu, bos Kasino langsung tersenyum dan berkata, "kalau begitu terima kasih, dan,,," Arifin melihat Amira yang melambaikan tangan padanya sebagai pertanda bahwa perempuan itu tidak mau mendengar banyak ucapan dari mulutnya.
Jadi Arifin tidak meneruskan perkataannya dan hanya pergi saja meninggalkan tempat itu sambil mencium kertas yang diberikan oleh Amira.
__ADS_1
"Siapa orang itu?" Tanya Yura setelah pria yang tidak sopan itu pergi.
Amira memandangi Arifin sambil berkata, "Dia adalah seorang pemilik Kasino yang bernama Arifin Borman. Dia menderita sebuah penyakit yang memintaku untuk menyembuhkannya."
"Astaga,,, Arifin pemilik Kasino itu?" Tanya Yura sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya langsung dijawab anggukan Amira.
"Iya, benar," jawab Amira.
Yura cemas, "Ya ampun Amira, kau harus hati-hati dengan pria itu. Selain Dia memiliki Kasino, dia juga orang yang menyelundupkan barang-barang terlarang ke dalam negeri.
"Dia bekerja sama dengan keluarga Maherson untuk melakukan berbagai kecurangan dalam perdagangan. bukan hanya itu saja, kakekku juga mengatakan bahwa setiap keluarga mah5erson harus diwaspadai karena mereka adalah orang-orang yang licik." Ucap Yura langsung diangguki oleh Amira.
"Kau tenang saja, aku hanya menyembuhkan pria itu saja, tidak ada niat yang lain." Ucap Amira meski dalam hatinya dia sedang memikirkan sesuatu.
__ADS_1
Perempuan itu sangat penasaran tentang barang-barang apa saja yang diselundupkan oleh keluarga Maherson ke dalam negeri.
Mungkin saja ada sesuatu yang bisa menguntungkannya di sana.