Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
197. Surprise untuk teman sekelas


__ADS_3

"Aah,,, Jadi kalian sudah tahu kalau wajahku ini adalah wajah hasil operasi plastik? Bagus sekali, kalau begitu Aku tidak akan sungkan-sungkan lagi." Ucap Amira lalu dia menggerakkan tatapannya menatap ruby.


"Apa yang,," Ruby terkejut melihat Amira yang begitu mendekat ke wajahnya seperti mencari sesuatu di wajahnya.


Amira tersenyum, "Hm,, kau mengoperasi bagian hidungmu untuk menghilangkan tompel di wajahmu dan juga memotong sedikit rahangmu agar terlihat lebih tirus,,, kau melakukan itu saat libur sekolah menengah pertama, 'kan.


"Tapi kau sungguh hebat bisa menutupi semuanya itu sampai hari ini, iya 'kan,?!" Ucap Amira membuat Ruby sangat terkejut karena dia tidak menyangka bahwa Amira bisa mengetahui rahasia kelam yang ia tutup rapat-rapat.


Stefani dan Kiyora langsung menatap Rubi dengan rasa tak percaya mereka.


"Apa? Bukankah kau bilang kalau sejak awal kau lahir sangat cantik? Kau bahkan menunjukkan foto-fotomu pada kami?" Ucap Stefani kini menatap dalam perempuan yang tanpa gugup di depan mereka.


Tetapi Amira langsung berkata, "ah,,, itu adalah foto-foto saudara kembarnya. Dan satu lagi, Bukankah saudara kembar mu sudah meninggal? Menurutmu, kematiannya itu benar-benar kematian yang wajar ataukah kematiannya adalah--"


"Diam!!!" Teriak Ruby menyela ucapan Amira.

__ADS_1


Kepanikan perempuan itu langsung membuat Amira tertawa, "ha ha ha.... Ternyata benar! Dia tidak meninggal dengan wajar. Ohya,, dan kalian berdua," Amira balik menatap Stefani dan Kiyora, "Bukankah kalian berdua adalah saudara tiri? Tapi syukurlah kalian berdua begitu akrab.


"Karena jika tidak, orang-orang tidak mungkin mengetahui bagaimana cara kalian hidup bukan? Sampaikan salamku pada kedua orang tua kalian yang berhasil merampas harta orang lain untuk membesarkan putri cantik seperti kalian!!!" Ucap Amira dengan senyum merendahkan lalu dia berbalik pergi meninggalkan Ketiga orang yang tampak pucat di dalam toilet.


"Amira sialan!!!" Ucap Stefani menggertakan giginya karena dia tidak menyangka bahwa perempuan itu bisa mengetahui kalau mereka adalah saudara tiri.


Lebih buruknya lagi, keluarga mereka menyimpan rahasia kelam yang terlihat seperti diketahui oleh Amira.


"Tidak perlu mendengarkan perempuan ular itu, dia hanya--"


Ucapan Amira sontak saja membuat tiga perempuan itu menjadi sangat panik, jadi mereka berlarian keluar untuk mencegah Amira.


"Hei Amira!!!"


"Kemana dia?"

__ADS_1


"Perempuan sialan itu!!!"


Ketiga perempuan itu kebingungan karena tidak mendapati Amira di lorong yang panjang itu.


Namun mereka terkejut ketika Amira malah muncul dari belakang mereka dan menyemburkan sesuatu seperti tepung.


"Surprise!!!" Ucap Amira sembari menikmati ketiga perempuan yang ter batuk-batuk karena tepung yang ia hamburkan di atas udara.


"Sialan!! Apa yang kau lakukan?!!" Geram Stefani langsung melototi Amira.


Amira tersenyum licik, "Ah,,, Apa yang kulakukan? Aku sedang memberi kalian surprise, dan satu lagi informasi yang penting untuk kalian, pelayan yang kuberikan flashdisk berisi rahasia Kalian bertiga telah berjalan ke arah belakang panggung.


"Kalau kalian tidak bergegas mengejarnya maka,,," Amira tidak lagi melanjutkan ucapannya, dia hanya tersenyum melihat tiga perempuan yang kini bergegas, berlari meninggalkan dia untuk mencari pelayan yang dimaksud oleh Amira.


Melihat itu, Amira tersenyum jahat, "Dasar orang-orang bodoh!" Ucap perempuan itu lalu melangkah dengan anggun meninggalkan toilet.

__ADS_1


__ADS_2