
Ting!
Lift berhenti, ketiga orang keluar dari lift menuju sebuah ruangan pertemuan.
Terlihat Fernando baru saja akan duduk di sebuah kursi ketika dia tidak jadi melakukannya karena melihat kedatangan istrinya.
Pria itu buru-buru menghampiri Amira.
"Kau di sini?" Fernando bertanya sambil mengulurkan tangannya untuk mengambil beban di tangan Amira.
"Ya, aku datang membawakanmu makan siang," ucap Amira langsung memeluk lengan suaminya dengan mesra.
Perempuan itu lalu menatap dua orang pria yang tampak tercengang menatap suaminya.
'Heh!! Kaget ya? Kaget pasti!!! Mampus!!!' Amira mencibir dalam hati.
Dia bisa membaca pikiran dua orang lelaki itu, tentu saja terkejut dengan perubahan penampilan Fernando. Berubah jadi tampan dalam sekejap waktu!!!!
"Kakak sepupu, kalian sudah datang. Baru saja penangung jawab mengatakan kalau pengumuman pemenang proyeknya di tunda 15 menit lagi," ucap Fernando dengan suara yang sopan pada kedua kakak sepupunya.
Suara Fernando langsung menarik Brama dan Mahesa dari rasa terkejutnya.
__ADS_1
Mengapa harus terkejut, bahkan jika penampilan Fernando seperti dewa, tak akan menghilangkan kesialan yang sudah mendarah daging pada tubuhnya.
Brama langsung menatap Fernando dengan kesal sembari berkata, "lima belas menit lagi atau berapa pun itu, yang terpenting, kau tidak perlu tinggal di sini menunggu. Karena bagaiman pun, kau tidak akan mendapatkan proyek ini!!!"
Mahesa membenarkan, katanya: "Benar!! Hanya membuat kesal saja melihat kejelekan wajahmu yang menggangu suasana!!"
Fernando yang mendengar ucapan menghina dua sepupunya langsung menatap istrinya dengan wajah menyesal.
Fernando lalu berkata, "Uh, kakak sepupu, paling tidak, berilah aku muka di depan istriku, jangan--"
"Halla!! Kau ini sok mencari alasan!! Cepat saja pergi dari sini!!" Kesal Mahesa menatap dua orang di depannya.
Ucapan Amira tidak pelan, jadi seluruh orang di ruangan itu langsung mendengarkan, dalam sekejap mata, semua perhatian kini tertuju pada mereka.
Hal itu membuat Mahesa dan Brama merasa begitu kesal!!
Perempuan di depannya benar-benar membuatnya kesal.
Sudah di usir agar tidak mempermalukan keluarga Barata, malah membawa dirinya sendiri ke dalam lubang maut!!!
"Baiklah!! Kita lihat saja nanti, siapa yang akan bersujud di kaki siapa!!!" Ucap Mahesa lalu menatap semua ornag.
__ADS_1
"Semua orang di sini akan menjadis saksi atas kami berempat! Siapa pun yang gagal memenangkan sala satu proyek dari perusahaan Rakin akan bersujud di depan pemenang proyek sambil mencium sepatu dan berkata bahwa pemenang itu pantas menjadi direktur di perusahaan keluarga Barata!!" Ucap Mahesa sambil menggertakkan giginya penuh amarah.
'Perempuan sialan dan pria tak berguna!! Tunggu saja, kalian akan di permalukan dengan sangat buruk!!!' cibir Mahesa dalam hati.
Beberapa orang yang hadir di tempat itu berasal dari perusahaan yang lebih besar dari perusahaan Barata, jadi mereka semua merasa kesal dengan taruhan itu.
"Kenapa anggota keluarga Barata ini sangat percaya diri untuk mendapatkan sala satu proyek? Sangat mengesalkan!!"
"Mendapatkan atau tidak, itu tidaklah penting, yang penting, bukankah ini sebuah hiburan dalam ketegangan kita?" Sala seroang berbicara laku menatap ke arah keluarga Barata.
"Baiklah, kami semua di sini akan menjadi saksi!" Ucap pria itu diangguki yang lainnya.
Dengan begitu, semua ornag merasa puas lalu berpisah untuk duduk di kursi masing-masing.
Fernando yang sangat cemas kini menatap istrinya, "Apa yang baru saja kau lakukan? Bagaimana kalau kalau proyek itu tidak menjadi milikku? Kau mau bersujud di depan mereka?" Tanya Fernando merasa cemas.
Kalau hanya dirinya yang bersujud, maka itu sungguh tidak masalah, tapi istrinya...???
Amira tersenyum, "Kalau aku tidak percaya suamiku akan menang, maka aku tidak mungkin bertaruh, tapi karena aku percaya suamiku akan memenangkan proyeknya, maka aku sungguh percaya diri." Ucap Amira mengejutkan Fernando.
Sepercaya itu Amira padanya??
__ADS_1