Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
123. Ancaman keluarga Zahirka


__ADS_3

"Ya, sayang sekali ternyata jumlah bahan yang digunakan untuk membuat pil hexa jauh lebih banyak dari yang kuperkirakan. Jadi semuanya telah habis, dan tak ada lagi bahan untuk membuat pil heksa yang berikutnya." Ucap Amira langsung membuat Ardan mengepalkan tangannya dengan perasaan marah melingkupi tubuh pria itu.


Bagaimana bisa seluruh bahan obat yang ia dapatkan dengan susah payah malah dihabiskan oleh Amira untuk seluruh keluarga Rakin??


"Jadi maksudmu tidak ada satupun pil yang kau berikan padaku, tetapi kau menggunakan semua bahan obat yang kau sediakan? Lalu bagaimana kalian akan membayar semua bahan obat itu?!" Tanya Ardan dengan suara yang tinggi menatap Amira dan seluruh keluarga Rakin yang duduk menghadapnya.


Saat itu juga, keluarga Rakin merasa direndahkan, karena pikir pria itu bahwa mereka tidak memiliki uang untuk membayarnya.


Jadi Rahmat langsung berkata, "kau bisa menyebutkan nominalnya dan kami akan menyediakan uangnya. Keluarga Rakin tidak semiskin itu untuk tidak mampu membayar semua bahan obat yang telah dihabiskan oleh keluarga Rakin!!"


Tetapi Ardan menggelengkan kepalanya dengan mata pria itu tampak dingin, "kalian pikir semua bahan obat itu hanya bisa didapatkan dengan uang? Tidak!!

__ADS_1


"Perlu perjuangan dan pertumpahan darah untuk mendapatkan bahan obat itu,, dan dengan tidak tahu dirinya kalian keluarga Rakin menggunakan semuanya?!!" Bentak Ardan dipenuhi kemarahan atas penipuan yang dilakukan keluarga Rakin padanya.


Tetapi Amira yang duduk di tempatnya langsung menghela nafas dan berkata, "sebaiknya Tuan Zahirka tidak marah lebih dulu, karena aku sudah berjanji akan menyembuhkan cucu keluarga Zahirka. Dan bagaiman pun, bahan it--"


"Diam!!" Sela Ardan, "cucuku akan sehat di tangan Tuhan Uban, Jadi kau tidak perlu membujukku Dengan mengatakan akan menyembuhkan cucuku.


"Tetapi di sini Aku mengatakan bahwa kalian harus mengganti semua bahan obat itu, dan bukan menggantinya dengan uang, tetapi menggantinya dengan bahan yang sama persis!!!


Usahanya untuk mendapatkan sebuah pil awet muda yang bisa menghentikannya menua dan mati lebih cepat, kini sia-sia karena keluarga Rakin!!


'Seharusnya dari dulu aku tidak perlu mempercayai keluarga Rakin.. kalau tidak, maka cucuku masih bisa sembuh di tangan Tuan uban dan bahkan aku bisa mendapatkan pil awet muda.

__ADS_1


'Sekarang semuanya sia-sia karena aku terlalu mempercayai mereka!!' ucap Ardan dalam hati sembari menggertakkan giginya meninggalkan kediaman keluarga Rakin dengan rasa kesal memenuhi dirinya.


Sementara di dalam ruang tamu keluarga Rakin, Fernando menggenggam erat tangan istrinya lalu pria itu menatap istrinya dengan lembut, "kau baik-baik saja?" Tanya Fernando yang khawatir kalau perempuan itu mungkin terkejut di teriaki oleh Tuan Zahirka.


Tetapi Amira menggelengkan kepalanya dengan lembut lalu berkata, "aku baik-baik saja, tapi bagaimana dengan Dani?"


Ucapan Amira langsung membuat semua orang kembali ingat akan anak kecil yang duduk di antara mereka mendengarkan pertengkaran yang baru saja terjadi.


Jadi semua orang melihat ke arah Dani, dan pria kecil itu tampak tersenyum menggelengkan kepalanya, "Aku percaya keluargaku dan juga Kak Amira tidak akan melakukan kesalahan yang seperti yang dikatakan Tuan Zahirka, apalagi sampai menipu keluarga Zahirka demi menyembuhkanku.


"Tapi kalau keluarga Zahirka memang menginginkan bahan itu dikembalikan, maka aku minta maaf karena sudah merepotkan semua orang." Ucap Dani membuat Rahmat merasa sangat terpukul dengan ucapan cucunya.

__ADS_1


Maka begitu, seluruh orang menenangkan pria kecil yang telah merasa bersalah karena dirinya yang penyakitan malah membuat keluarganya harus bersinggungan dengan keluarga lain.


__ADS_2