Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
146. Tidak malu memiliki saudara sampah


__ADS_3

Setelah semua orang meninggalkan ruang tengah, maka Amira dan Fernando berjalan ke kamar yang disiapkan untuk mereka, lalu mereka mulai mencari barang yang mereka perlukan untuk dibawa ke rumah baru.


Aulia dan Bayu ikut juga membantu kedua orang itu, hingga mereka mengemasnya satu persatu dalam karton.


"Ayah akan mengantar kalian ke rumah baru kalian, supaya sekalian membantu kalian membongkar barang-barang ini." Ucap Bayu yang sementara meletakkan sebuah karton kecil di atas karton besar agar lebih mudah diangkat.


Aulia yang ada di sana juga menganggukkan kepalanya, "iya, aku akan ke sana untuk mengawasi kalian, jangan sampai hanya putraku saja yang bekerja, dan istrinya hanya duduk bersantai-santai!!" Tegas perempuan itu sembari melirik ke arah Amira dengan wajah yang masam.


Fernando juga ikut melirik istrinya, karena dia merasa tidak enak hati untuk menolak keinginan kedua orang tuanya, tetapi dia juga harus menuruti pendapat istrinya.


Melihat suaminya yang menatap ke arahnya, Amira langsung mengerti isi hati pria itu, jadi Amira berkata, "ini sudah terlalu larut malam, ayah dan ibu pasti akan lelah jika pergi ke sana. atau kalau kalian tetap mau ikut, kalian bisa membawa baju ganti dan menginap di sana selama satu malam."

__ADS_1


Amira jelas tahu Aulia tidak akan mau menginap di rumah mereka karena perempuan itu berpikir bahwa rumah mereka ialah rumah yang kumuh dan jelek.


Dan sesuai dugaan Amira, Aulia langsung berdecak, "kalau begitu kami tidak usah pergi saja, lagi pula kalau kami pergi ke sana, di sana pasti belum ada fasilitas, bahkan pasti tidak ada ranjang untuk kami tempati tidur." Ucap Aulia sembari meletakkan satu karton kecil di atas karton kecil lainnya.


Tetapi Bayu, dia tetap bersikeras untuk ikut, jadi pria itu berkata, "Kalau begitu, biar ayah saja yang pergi membantu kalian. Akan merepotkan bagi kalian untuk menyusun barang-barang ini jika kalian hanya berdua saja."


"Baik ayah," ucap Amira sembari menatap ke arah Ibu mertuanya.


"Baiklah, baik,," ucap Bayu sembari mengangkat karton untuk dibawa keluar menuju mobil Fernando dan Amira.


Keluarga pertama dan kedua mengamati orang-orang yang memindahkan barang-barang itu, hingga ketika semua barang telah berada di atas mobil dan Bayu kembali untuk mengambil pakaiannya, keluarga pertama dan kedua keluar menatap orang yang berdiri di depan menunggu Bayu.

__ADS_1


"Hah,, seharusnya kalau kalian pergi, kalian juga harus membawa ayah dan ibu Kalian juga!! Rumah ini tidak layak untuk keluarga ketiga karena terlalu buruk untuk ditempati tinggal!!" Ucapan Raina sembari berdecak kesal memandang sinis pada Amira dan Fernando yang berdiri menunggu Bayu.


"Iya, benar sekali," ucap Sarah, "Kalian malah meninggalkan dua sampah di rumah kami ini, jadinya rumah kami yang kumuh ini menjadi semakin kumuh lagi karena dihuni oleh dua orang sampah!!!"


Amira yang mendengar ucapan Sarah langsung menatap perempuan itu sembari, berkata, "Bukankah Bibi hanyalah menantu keluarga Barata, dan ayah mertuaku adalah putra kandung dari keluarga Barata. Kenapa Bibi begitu tega berkata seperti itu pada ayah mertuaku? Dan juga saudara-saudaranya, tidak malu kah kalian ketika salah satu saudara kalian dianggap sebagai sampah?"


Ucapan Amira langsung membuat semua orang menatap perempuan itu dengan raut wajah terkejut, karena tak menyangka perempuan itu akan mengatakan sesuatu yang membuat mereka marah.


Oleh sebab itu, Haikal langsung membela istrinya dengan berkata, "kalau kau tidak tahu apa-apa, kau tidak usah membuka mulutmu!! Hanya menantu sampah yang tidak berguna! Cepat kalian pergi dari sini dan jangan menginjakkan kaki kalian lagi di sini!!"


Setelah Haikal berbicara, dia menarik istrinya dan anaknya ke dalam rumah lalu keluarga pertama juga mengikuti keluarga kedua sembari melemparkan tatapan mencibir pada Amira dan Fernando.

__ADS_1


__ADS_2