
Setelah keributan kecil dengan Raina, maka tempat itu kembali menjadi tenang, meski beberapa orang masih sesekali melirik ke arah Amira.
Tentu saja mereka bertanya-tanya tentang identitas sebenarnya perempuan itu Dan juga bagaimana bisa perubahan Amira begitu drastis?!!!
Tetapi Amira yang duduk di tempatnya, dia terlihat begitu tenang melihat ke arah pembawa acara yang sudah mulai membacakan susunan acara.
'Satu lalat sudah dipukul dan ditendang dari tempat ini. Tapi,,,, hah,, ada terlalu banyak lalat di sini yang harus dihempaskan keluar. Namun, kalau semuanya keluar, maka tidak ada yang akan melihat pertunjukan bagus.' ucap Amira dalam hati sembari menatap ke arah panggung, mengabaikan orang-orang yang menatapnya dengan rasa heran tak percaya.
Sedangkan di sebuah kursi, Leona dan kekasihnya juga duduk dengan tenang menatap ke arah panggung meski Leona terus saja memikirkan Amira.
'Perempuan itu dengan mudah membuat Raina dipermalukan di tempat ini. Dia sangat cerdik dan juga tidak mudah diatasi. Tapi pokoknya, hari ini aku harus berhasil mempermalukan perempuan itu,' ucap Leona dalam hati sembari melirik ke arah teman-temannya yang duduk satu meja dengannya.
Semuanya memberi kode dan mengangguk, yang artinya bahwa persiapan mereka sudah sempurna.
Jadi Leona berusaha menenangkan dirinya dan kembali menatap ke arah panggung.
Acara resmi yang berisi sambutan, pemberian penghargaan dan juga donasi untuk sekolah mereka dengan cepat berlalu.
Setelah itu adalah acara bebas di mana semua orang bebas bercakap-cakap dan juga menikmati makanan yang disediakan.
__ADS_1
"Sayang, kita harus minum." Ucap Leona pada kekasihnya sembari memberi kode pada pria itu agar mereka berjalan ke tengah untuk mengambil minuman dari meja yang diletakkan di tengah-tengah ruangan.
Norman langsung mengangguk, lalu kedua orang itu berjalan ke tengah-tengah dengan Leona yang begitu percaya diri bersanding nyaman di sisi Norman.
Ting!!!
Kedua orang itu bersulang, lalu Leona dengan senyum indah di wajahnya menikmati minumannya.
"Sayang," tiba-tiba ucap Norman ketika mereka selesai meneguk sedikit minuman di gelas mereka.
"Ya?" Tanya Leona sembari memperhatikan pria tampan dan juga pria kaya di depannya.
Padahal, sedari tadi ketika mereka memasuki ruangan, pria itu hanya fokus dengan ponselnya, sibuk membahas masalah pekerjaan dengan asistennya.
Jadi Norman sama sekali tidak mendengar keributan yang terjadi tadi, karena pria itu memanfaatkan waktu tersebut untuk memeriksa beberapa dokumen di ponselnya.
"Itu,, apakah yang kau maksud adalah Amira Barata?" Tanya Leona.
Norman mengangguk, "ya, Amira dari keluarga ketiga Barata," ucap Norman sekali lagi membuat Leona sangat terkejut.
__ADS_1
Ada apa kekasihnya mencari perempuan itu???
"Kenapa kau tiba-tiba menanyakan Amira?" Tanya Leona sembari berusaha menahan rasa kesalnya.
"Kakakku mintanya untuk berhubungan baik dengannya, dan mengundangnya untuk bertemu dengan kakakku." Ucap Norman langsung membuat Leona bagai disambar oleh petir yang mengkilat-kilat.
Perempuan itu ternganga memandangi kekasihnya dan merasa bahwa kepalanya begitu sulit mencerna ucapan Norman.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Norman sembari mengulurkan tangannya menyentuh bahu Leona, pria itu menyadari sikap perempuan di depannya tiba-tiba saja berubah.
"Ah??" Leona terkejut, "ah,, ya,, Aku baik-baik saja. Tapi aku hanya terkejut kalau kakakmu tertarik dengan perempuan yang sudah bersuami." Ucap Leona tersenyum kikuk langsung membuat Norman tersenyum.
"Ha ha ha... Mungkinkah tebakanmu itu benar?" Ucap Norman sembari tertawa kecil langsung membuat Leona merasa aneh.
'Ini tidak mungkin,,, tidak mungkin!! Tidak mungkin!!!' ucap perempuan itu dalam hati sembari memutar otaknya untuk mencari tahu alasan sebenarnya Norman ingin mendekati Amira.
Tapi apa???
Tidak ada!!!
__ADS_1