
"Sementara pakaian Amira adalah pakaian yang didesain dengan unik oleh desainer ternama, Lilika S. Meski desainer itu sangat terkenal, namun karyanya dikenal sangat privasi, hanya sekelompok orang saja yang mengetahuinya dengan jelas. Jadi dari mana kalian berpikir bahwa keluarga ketiga tidak mampu membeli tas yang hanya seharga 250 juta?" Tanya Yura pada orang-orang membuat semua orang terkejut.
Lebih terkejut lagi adalah Bayu yang tak menyangka bahwa pakaian yang diberikan Amira untuknya dipakai pada malam itu ternyata adalah pakaian yang berharga ratusan juta.
Jadi dengan tangan gemetar pria itu menyapu pelan jasnya yang ternyata bisa ditukar dengan satu buah mobil!!!
Terutama keluarga satu dan dua Barata, mereka semua ternganga di tempatnya, karena tak menyangka keluarga ketiga benar-benar datang dengan pakaian serba mewah di tubuh mereka.
"Ayah,, apakah itu benar?" Tanya Mahesa pada ayahnya, sebab mereka sendiri pun tidak mengetahui brand-brand yang dipakai oleh keluarga ketiga.
Semuanya berada di luar jangkauan tangan mereka, karena mereka hanyalah keluarga kecil yang hanya mampu membeli pakaian puluhan juta saja.
"Entahalah," hanya jawaban itu yang diterima oleh Mahesa, sebab Haikal pun tak tahu apapun dengan barang-barang yang terlalu mewah.
"Ini mustahil!!!" Megan gemetar di tempatnya dengan rasa cemburu dan iri yang begitu besar pada keluarga ketiga.
Ketiga orang itu menggunakan pakaian ratusan juta, ditambah dengan tas yang diberikan untuk Raina, maka pada malam hari itu ketiga nya datang dengan uang miliaran di tubuh mereka.
__ADS_1
Belum lagi perhiasan yang dipakai ketiganya, mungkin bisa bernilai lebih dari yang bisa mereka perkirakan!!!
Melihat ketercengangan semua orang, Amira langsung tersenyum lalu perempuan itu membuka tas di tangannya dan mengambil sertifikat asli tas itu dari dalam kantongnya.
"Jika ada yang berpikir ini adalah tas palsu, maka kalian bisa melihat sertifikat ini dan menanyakannya pada brand xx. Sayang sekali tas ini telah dibuang oleh seseorang yang bahkan tidak mampu membelinya. Bahkan mengatakan tas ini adalah pembawa sial baginya," ucap Amira sambil tersenyum miring lalu perempuan itu meletakkan tasnya di atas meja dan turun dari panggung menuju ke meja keluarganya.
Amira menjadi pusat perhatian, di mana semua orang mengikutkan pandangan mereka, karena sedang bertanya-tanya hal apalagi yang akan dilakukan oleh Amira.
Tetapi Amira hanya datang menemui keluarga Rakin dan berkata, "Tuan Rakin dan Nona Rakin, Terima kasih telah membantu kami. Kami keluarga ketiga Barata tidak akan melupakan bantuan kalian."
Ucapan Yura langsung mengejutkan semua orang, bahwa ternyata keluarga Rakin duduk bersama keluarga ketiga bukan karena alasan proyek, melainkan karena Yura dan Amira adalah teman!!!!
"Sepertinya tidak ada lagi yang bisa kami ambil untuk tinggal di sini karena kami juga dianggap sebagai pembawa sial. Oleh sebab, itu kami akan meninggalkan tempat ini lebih dahulu," kata Amira sembari menoleh pada ayah mertua dan juga suaminya.
Kedua orang itu langsung berdiri dengan Bayu yang begitu bangga berdiri sembari melirik ke arah keluarga pertama dan kedua juga kepada ibunya yang telah merendahkan mereka.
Dia bisa melihat bagaimana wajah semua orang itu berada dalam ke puncatannya dan tampak merasa terpukul dengan serangan dari Ari Mira.
__ADS_1
"Kalau begitu, Kami juga akan pergi sekarang, lagi pula tidak ada gunanya tinggal di acara yang tidak menghargai pemberian dari tamunya," kata Yura lalu dia dan kakeknya juga pergi bersama keluarga ketiga ditatap oleh semua orang.
"Ayah,,, aku tidak terima penghinaan ini!! Mereka sudah merencanakan semuanya!!" Akhirnya, Raina menangis sambil menenggelamkan mukanya di dada ayahnya.
Air mata itu bukan lagi akting seperti yang tadi dilakukannya tadi, tetapi benar-benar air mata yang mengandung rasa malu benci dan juga kesal terhadap keluarga ketiga.
"Jangan menangis!!" Bentak Risal pada putrinya karena dia merasa sangat malu sebab semua orang kembali memandang ke arah mereka.
Saat itu juga, Rena yang sudah sangat malu dengan apa yang terjadi. Ia langsung memegang kepalanya dan memberi kode pada pelayan agar dia segera diantar keluar dari tempat itu.
Maka begitu, pesta ulang tahun yang awalnya untuk mempermalukan keluarga ketiga malah berakhir kembali mempermalukan seluruh keluarga besar Barata.
@Interaksi
Hm,,, entahlah, otor belum mau memutuskannya, karena itu hak keluarga Barata untuk memilih... hehe.
__ADS_1