Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
78. Pil yang membuat cantik


__ADS_3

Amira yang sedang menumpang di taksi tiba-tiba mendapat panggilan dari keluarga Rakin, jadi dia langsung menyuruh supir taksi mengantar nya ke kediaman keluarga Rakin.


Saat tiba di depan kompleks, Amira turun dari taksi, dan langsung disambut oleh sebuah mobil yang sudah menunggunya.


Sebab, kompleks mewah itu tidak mengijinkan kendaraan umum untuk memasuki kompleks nya.


"Apakah kau adalah orang yang dikirim keluarga Rakin untuk menjemput ku?" Tanya Amira pada seorang pelayan dari keluarga Rakin.


Pelayan itu langsung memperhatikan Amira, "siapa nama Nona?" Tanya sang pelayan.


"Amira Barata." Jawab Amira langsung membuat pelayan menganggukkan kepalanya lalu pria itu dengan sopan mempersilakan Amira memasuki mobil.


"Silahkan masuk, saya akan mengantar Nyonya ke kediaman keluarga Rakin." Ucap sang pelayan.


Amira masuk ke dalam mobil lalu mobil membawa Amira ke kediaman keluarga Rakin dan berhenti di depan rumah.


Begitu mobil berhenti, Yura langsung menyambutnya.

__ADS_1


Tetapi perempuan itu terdiam beberapa waktu saat memperhatikan Amira yang muncul dengan penampilan yang sudah sangat berbeda dari terakhir kali Yura melihatnya.


"Kau... Siapa kau?" Tanya yura memperhatikan perempuan di depannya, mengapa ada perempuan asing yang bisa masuk sembarangan ke kediamannya?


Lagi pula,, perempuan di depannya tampak sangat cantik dan berbalut pakaian yang modis!!


Amira tersenyum, "ini aku, Amira Barata," ucap Amira langsung membuat Yura ternganga di tempatnya.


"Ka.. kau..? Amira?" Tanya Yura memperhatikan perempuan di depannya dan dia memang merasa bahwa perempuan di depannya agak mirip dengan Amira di versi yang gemuk.


"Ya," jawab Amira sambil tertawa dalam hatinya.


"Oh,,, tapi,," Yura menggantung kata-katanya sembari memperhatikan Amira dengan sangat seksama.


Perempuan itu bahkan mendekat ke arah Amira dan memperhatikan wajah Amira dengan detail.


"Dimana kau melakukan perawatan?" Tanya Yura dengan wajah tercengang melihat pori-pori Amira yang begitu kecil tanpa ada sedikitpun lecet di sana.

__ADS_1


Seperti tak menggunakan make up, tetapi wajah perempuan itu tetap terlihat sangat cantik dan mulus.


"Ha ha ha....!!" Amira tertawa keras mendengar pertanyaan Yura dan lebih tertawa lagi melihat ekspresi perempuan itu.


Tawa Amira langsung membuat Yura menyadari sikapnya hingga perempuan itu melangkah mundur.


"Hm,, ini memang aneh, tapi kau terlihat begitu cantik dan,,, bukankah sesama perempuan harusnya saling berbagi tips kecantikan?" Ucap Yura menyadari bahwa dirinya telah kalah dari Amira.


Amira berasal dari keluarga yang miskin jadi tentu saja tidak akan bisa mendapatkan perawatan seperti yang ia dapatkan tiap hari. Tetapi mengapa hasil perawatan Amira jauh lebih sempurna dibanding perawatan yang iya lakukan?


Padahal,, pastilah biayanya tidak sebanding!!!


Lalu, masakan perawatan yang murah memiliki hasil yang lebih baik dari yang berbiaya selangit?


"Aku tidak melakukan perawatan, ini hanya karena pil dari guruku yang rajin ku konsumsi." Ucap Amira mengejutkan Yura.


"Apa?! Pil?? Apa kau punya? Maksudnya,, apa kau mau membaginya denganku?" Tanya Yura penuh harap.

__ADS_1


Amira berpikir sesaat lalu berkata, "hm,, aku akan coba membujuk guruku agar membuatkan beberapa untukmu." Ucap Amira langsung membuat Yura merasa begitu senang.


"Benarkah?!! Terima kasih!!" Seru Yura sangat senang lalu menuntun Amira ke dalam rumah, lebih tepatnya ke sebuah ruangan di lantai 3 yang di dekorasi dengan amat megah.


__ADS_2