Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
260.


__ADS_3

Setelah keluar dari tempat acara, semua orang menaiki mobil mereka masing-masing dengan Bayu dan Aulia juga menaiki mobil mereka.


"Ha ha ha... Apa kau lihat ekspresi ibu? Wajahnya sangat pucat dan seluruh tubuhnya gemetar begitu mendengar Bagaimana keluarga Rakin akan membatalkan kerjasama jika bukan putra kita yang naik menjadi direktur.


"Aku yakin, sebentar lagi Ibu pasti akan menghubungi kita dan memohon agar Putra kita kembali ke tempat acara dan membiarkan dia menjadi direkturnya. " Ucap Aulia sembari tertawa keras di dalam mobil.


"Hm,, lalu menurutmu, apakah baik Kalau Putra kita kembali ke sana atau tidak?" tanya Bayu dengan tatapan pria itu masih fokus ke arah jalan, sebab Dia sedang menyetir mobil.


"Tentu saja itu baik, Kalau Putra kita menjadi direktur, maka gajinya akan banyak, lalu kita bisa membeli apapun yang kita mau." Ucap Aulia langsung membuat Bayu tersenyum.


'Seandainya dia tahu kalau gaji Putra kamipun jika menjadi direktur tidak akan cukup membayar semua gaji pelayan di kediaman Amira dan Fernando, maka dia pasti akan menganga dan tak mampu mengatakan apapun.' ucap Bayu dalam hati meski dia tidak mengatakan apapun dan hanya fokus menyetir.


"Ini, ini bukan jalan kembali ke kediaman keluarga kita," ucap Aulia ketika dia memperhatikan jalan dan mobil mereka malah pergi berlawanan arah dengan jalan menuju kediaman keluarga Barata.


"Apakah kau masih mau kembali ke kediaman keluarga Barata atau ikut aku pergi ke kediaman Putra dan menantu kita?" Tanya Bayu.

__ADS_1


"Tentu saja kekediaman keluarga Barata!! Kau pikir aku mau tinggal di rumah yang jelek dan kumuh?!!" Kesal Aulia membentak suaminya.


Maka Bayu segera menepikan mobilnya dan menghentikan mobilnya, "Aku akan kembali ke kediaman Putra kita, kalau kamu kembali ke kediaman keluarga Barata, maka turunlah dari mobil dan tunggu taksi." Ucap Bayu langsung membuat Aulia melotot.


Perempuan itu menatap suaminya dengan rasa tak percayanya karena suaminya benar-benar sudah berubah menjadi sangat aneh, bahkan berani membantahnya!!!


"Apa kau gila?!! Kau mau membuatku membuang-buang uang hanya untuk membayar taksi? Cepat antarkan aku kembali ke kediaman keluarga Barata baru kau boleh pergi kemanapun kau mau!!!" Bentak Aulia langsung membuat Bayu menghela nafas, lalu ketika dia hendak menjalankan mobilnya lagi ponselnya tiba-tiba saja berdering.


"Putraku," ucap Bayu membaca nama Fernando di ponselnya.


"Ayah, kalian kembali ke rumah kami saja," terdengar suara Amira dari seberang telepon langsung membuat Aulia menyertakan giginya.


"Kau penghasut kecil!!! Beraninya kau menyuruh kami untuk pergi ke kediaman kalian yang jelek?!! Pokoknya kami akan kembali ke kediaman keluarga Barata karena sebentar lagi Semua orang pasti akan memohon-mohon supaya Putraku kembali menjadi direktur!!" Bentak Aulia pada perempuan di seberang telepon lalu dia memencet tombol merah di ponsel itu dan melemparkan ponsel Bayu.


Bayu yang melihat itu sangat terkejut, jadi dia langsung mengulurkan tangannya untuk mengenangkan ponsel itu, dan untungnya dia berhasil menangkapnya hingga ponsel itu tidak jatuh dan terpecah.

__ADS_1


"Ini ponselku satu-satunya, kalau tadi rusak, bagaimana kau akan menggantinya?" Kesal Bayu menyimpan ponselnya dengan aman, sementara Aulia, perempuan itu tidak memperdulikan suaminya dan hanya bersandar sembari memejamkan matanya.


"Cepat jalankan mobilnya!!" Gerutu perempuan itu langsung membuat Bayu menghela nafas, lalu dia menjalankan mobilnya, Tetapi dia tidak kembali ke keluarga Barata dan menjalankan mobilnya ke kediaman Fernando dan Amira.


Setelah agak lama memejamkan matanya, Aulia membuka matanya dan dia terkejut ketika mereka sudah berada di dalam kompleks dan di kanan kirinya adalah rumah-rumah mewah yang tampak sangat indah.


"Dimana kita?" Tanya perempuan itu sembari melihat keluar jendela di mana matanya begitu disilaukan oleh rumah-rumah cantik yang berjajar di sepanjang jalan yang mereka lewati.


"Kita akan pergi ke rumah Putraku dan menantuku," jawab Bayu dengan singkat langsung membuat Aulia menatap pria itu dengan bingung.


"Kalau kita pergi ke kediaman mereka, lalu Kenapa kita lewat kompleks ini?!!" Ucap Aulia dengan kesal sembari melirik ke arah rumah-rumah mewah yang mereka lewati.


"Hah,, seandainya suatu saat nanti kita tinggal di rumah mewah seperti ini, aku pasti akan mencari orang yang paling bahagia dalam hidupku. Sayang sekali rumah keluarga Barata bahkan tidak bisa dibandingkan dengan rumah-rumah ini!!!" Gerutu Aulia sembari menghela nafas karena dia pikir suaminya hanya menjalankan mobil di sekitar situ untuk mencuci mata.


Bukan berarti bahwa rumah putranya dan juga menantunya berada di lokasi itu.

__ADS_1


__ADS_2