
Melihat Raina, Amira bisa merasakan adanya pertengkaran berkepanjangan, jadi dia langsung mengambil semua paper bag miliknya lalu berlari meninggalkan tempat itu.
"Perempuan itu, pokonya kalau aku bertemu lagi, aku akan membuatnya membayar semua yang ia lakukan hari ini!!!" Ucap Yura penuh kemarahan.
Raina menatap Yura, "Tenang saja, kau akan punya kesempatan melakukannya," ucap Raina.
"Mengapa a5ku begitu yakin?" Tanya Yura yang merasa aneh.
"Tentu saja, karena dia adalah menantu sampah keluarga kami. Orang yang sangat tidak berguna!!" Ucap Raina mengejutkan Yura dan keluarganya.
"Kau,, kau bilang dia menantu sampah?" Tanya Yura tak percaya.
Jangan-jangan menantu sampah yang di cerca semua orang itu adalah perempuan yang tadi membuatnya menahan malu dan bahkan tidak bisa membuatnya bertanggungjawab atas apa yang telah ia lakukan.
"Hm,, datanglah di acara ulang tahunku, kau pasti bisa membalaskan dendam mu hari ini." Kata Raina.
Yura mengangguk, "Iya!! Pokoknya aku akan mempermalukannya di hari itu!!" Ucap Yura penuh dendam.
Sementara Amira, dia telah pergi ke panti asuhan membagikan mainan pada anak panti, lalu dia meminta kamar kosong pada pengurus panti agar dia bisa beristirahat sejenak.
Setelahnya, Amira tinggal di dalam kamar dan masuk ke dunia ajaib.
Begitu keluar dari dunia ajaib, Amira merasa seluruh tubuhnya lebih segar dan bertenaga, bekas luka yang memudar sudah menghilang diganti kulit yang halus.
Sementara berat badannya, perempuan itu merasakan penurunan berat badan meski tidak terlalu kentara, tapi pakaiannya menjadi longgar.
Jadi Amira langsung mendapatkan pakaian yang ia siapkan di dunia ajaib lalu mengganti pakaiannya.
"Hm,, ini jauh lebih baik." Amira merasa senang.
Laku tba-tiba di tangannya muncul sebuah buku tebal yang terlihat aneh.
"Apa ini?" pikir Amira merasa begitu aneh.
"Itu buku ajaib!!!" Suara Mei Mei dari dunia ajaib kembali mengagetkan Amira.
"Buku ajaib?" Amira membuka buku itu dan melihat tulisan dalam bahasa aneh.
Tapi ajaibnya, dia bisa memahami isi tulisan itu dengan baik.
"Apa isinya?" Mei Mei bertanya dengan penasaran.
__ADS_1
"Hm,,," Amira membuka beberapa lembar lalu membacanya, dan lebih anehnya lagi dia begitu cepat membaca, bahkan dia bisa mengingat dan memahami semua yang ia baca.
"Setelah membaca beberapa halaman, aku merasa menjadi seorang dokter hebat,," ucap Amira merasa aneh.
Memang barang dari dunia ajaib sangat ajaib untuk dipahami akal manusia.
"Bagus!! Gunakan ilmu itu untuk membuat kebaikan, karena buah selanjutnya akan semakin sulit tumbuh, karena itu adalah buah emas!!" Ucap Mei Mei sambil menghitung jumlah buah yang sudah dimakan Amira.
"Aku mengerti," ucap Amira lalu ia kembali bermain bersama anak panti sebelum meninggalkan panti asuhan.
Perempuan itu melihat saldo rekeningnya lalu dengan senang hati pergi ke sebuah restoran kelas atas untuk makan.
'Uang ini tidak akan berguna jika aku tidak menggunakannya untuk menyenangkan diriku sendiri.' pikir Amira memasuki restoran.
Ia memesan beberapa macam makanan lalu duduk menikmatinya sambil melihat ke arah akuarium yang diletakkan di tengah restoran.
Beberapa saat kemudian seorang anak kecil berlari di dekat akuarium dan tanpa terduga menabrak seorang pelayan.
Minuman yang dibawah pelayan langsung membasahi lantai hingga anak kecil itu terpleset dan terjatuh.
Kepalanya membentur sudut meja dengan keras lalu terjatuh ke lantai.
"Anakku!!!"
"Cucuku!!"
Suasana restoran yang semula tenang langsung menjadi riuh ketika anak kecil itu terbaring lemas di lantai dengan darah yang keluar dari kepalanya.
"Panggil ambulans!!!" Teriak sala seorang perempuan yang kemungkinan adalah ibu dari anak kecil itu.
Amira langsung mengambil ponselnya lalu menekan beberapa tombol di layar ponselnya.
"Halo,, cepat kirim ambulans ke restoran A di jalan B,, terjadi kecelakaan yang korbannya seorang anak kecil." Ucap Amira sembari berjalan ke arah anak kecil yang kini diangkat oleh pria berumur 30-an.
"Bawa saja ke mobil, kita langsung ke rumah sakit!!!" Ucap seorang perempuan.
"Berhenti!!! Letakkan kembali!!!" Tiba-tiba ucap Amira saat dalam hatinya ia mengingat isi buku ajaib yang sudah ia pelajari.
Semua orang menoleh pada Amira.
"Letakkan kembali!!!" Ucap Amira langsung mendekat ke arah pria yang menggendong anak kecil yang terluka.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan?!!" Pria itu terkejut saat Amira menarik pria kecil itu dari pelukannya lalu membaringkannya di lantai.
Semua orang terdiam melihat Amira yang memeriksa anak kecil itu.
"Tekan lukanya agar darah tidak terus keluar!!" Perintah Amira pada pria yang adalah ayah dari anak kecil itu.
"Gunakan jarimu seperti ini!!" Ucap Amira mengajari pria itu lalu Amira memeriksa pernafasan anak kecil itu.
"Dia tidak bernafas! Cepat ambil kotak P3K!!!" Ucap Amira mengejutkan semua orang.
Sang ibu yang mendengarnya bahkan pingsan di tempat.
Tetapi Amira dengan tenang memberi nafas buatan pada anak kecil itu.
Tetapi setelah mencoba beberapa kali, anak kecil itu tidak memberi reaksi.
"Tidak bisa! Aku butuh pisau tajam!! Cepat bawa kemari!!!" Teriak Amira membuat seorang pelayan langsung berlari ke dapur mendapatkan sebuah pisau tajam.
"Apa yang kau lakukan?" Ayah dari anak kecil itu membentak Amira saat melihat Amira hendak melukai leher anaknya.
"Dia tidak bisa bernafas karena darah yang menyumbat saluran pernafasannya." Ucap Amira dalam bahasa sederhana, sebab dia tidak mungkin menggunakan istilah untuk pria itu, pria itu tidak akan mengerti!!
"Tapi,, tapi kau ingin memotong leher anakku?!!" Tanya pria itu penuh cemas.
Semua orang yang melihatnya juga menutup mulut mereka dengan rasa tak percaya.
"Anakmu tidak punya banyak waktu!!! Kalau terlambat sedikit nyawanya bisa melayang!!"! Bentak Amira.
"Lakukan!!" Tiba-tiba suara seorang pria tua dari belakang Amira.
Amira menoleh pada pria tua itu dan mendapat anggukan dari pria tua itu, jadi dia langsung menggunakan pisaunya membuat sayatan kecil pada leher anak kecil itu.
"Ayah,,," pria yang berada di dekat Amira langsung memejamkan matanya,, sudah terlambat untuk menghentikannya.
Beberapa menit memejamkan matanya, pria itu mendengar suara Amira.
"Dia sudah bernafas, sekarang tinggal menunggu ambulans," ucap Amira mengambil kotak P3K di sampingnya lalu melakukan pertolongan sederhana pada anak kecil yang terbaring di lantai.
Semua orang bernafas lega saat melihat dada anak kecil itu kembali bergerak naik turun, dan saat itu jugalah ambulans telah tiba.
Amira langsung mundur lalu berjalan ke arah toilet untuk membersihkan seluruh darah di tubuhnya.
__ADS_1