Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
276.


__ADS_3

Fernando dan Amira yang sudah pergi ke rumah sakit, mereka langsung tiba dan mendapatkan hasil tes dna-nya dari salah satu petugas rumah sakit.


Setelah itu, mereka hendak membukanya ketika Fernando mengambil berkas itu dan melihat Amira dengan cemas, "biar aku yang membukanya dulu," ucap Fernando yang merasa bahwa istrinya mungkin akan begitu sedih jika hasilnya kemungkinan positif.


Yang artinya bahwa kecelakaan yang terjadi puluhan tahun yang lalu sudah membuat seluruh keluarganya terpisah dan selama bertahun-tahun itu dia sama sekali tidak mengetahui keberadaan orang tuanya yang ternyata telah meninggal.


Amira yang mendengar ucapan suaminya langsung menganggukkan kepalanya, meski Sebenarnya dia tidak terlalu memikirkannya sebab itu bukanlah orang tua kandungnya.


Tetapi karena melihat pria itu sangat memperdulikannya, maka dia tidak mau membuat kacau hati Fernando jadi dia membiarkan saja pria itu membuka berkasnya.


Set set set...


'Aku harap hasilnya adalah yang terbaik,' ucap Fernando dalam hati sembari menarik selembar kertas dari dalam amplop tersebut Lalu membacanya dengan seksama.


Setelah selesai, dia menatap Amira beberapa detik membuat amirah langsung kebingungan di tempatnya.


Setelah itu Fernando menarik Amira ke pelukannya dan berkata, "hasilnya positif, tetapi aku masih di sini menemanimu."

__ADS_1


Ucapan Fernando langsung membuat Amira mengatup erat-erat giginya, yang berarti bahwa dua orang yang kecelakaan itu memang benar adalah orang tua kandung Amira, dan yang membunuhnya adalah tuan besar Maherson yang telah meninggal.


Tetapi tidak ada gunanya lagi untuk mengungkit masalah itu, karena orang yang membuat kecelakaan adalah Tuan besar Maherson, jadi yang paling penting sekarang adalah mencari tahu kemungkinan besar masih adanya kerabatnya yang tertinggal.


"Sekarang kita harus pergi menemui seorang wartawan agar dia bisa membantu kita." Ucap Amira langsung membuat Fernando melepaskan pelukannya dan menatap perempuan di depannya yang tampak baik-baik saja.


Wajah Amira yang seperti itu malah semakin membuat Fernando menjadi khawatir karena dia tidak mau perempuan itu menyimpan kesedihannya seorang diri.


Oleh sebab itu, Fernando kemudian berkata, "Apakah kau baik-baik saja?"


Pertanyaan suaminya langsung dijawab sebuah senyuman di bibir Amira, lalu dia berkata, "kejadiannya sudah sangat lama dan tidak ada gunanya lagi menyesalinya, aku hanya akan membereskan pemakaman orang tuaku dan memberikan tempat yang layak untuk mereka."


Setelah beberapa lama barulah Fernando kemudian melepaskan pelukannya dan merangkul perempuan itu keluar dari rumah sakit.


Tetapi, Mereka kemudian menghentikan langkah mereka ketika mereka tiba di depan lobby dan melihat Rizal sedang berdiri di sana sembari menelpon seseorang.


Beberapa saat pria itu terlihat kesel karena mungkin saja panggilannya tidak diangkat oleh orang di seberang telpon.

__ADS_1


"Kenapa mereka tidak mengangkat teleponku?!! Padahal aku sudah membayar banyak biaya rumah sakit demi membuat ibu berpura-pura sakit agar keluarga ketiga mau menemuinya tapi kalau mereka tidak mengangkat teleponnya Bagaimana aku akan memberitahu mereka??" Kesal pria itu sembari mengetik sebuah pesan di ponselnya untuk dikirimkan ke seluruh keluarga ketiga Barata.


Sementara Amira dan Fernando yang mendengar itu, mereka hanya bisa terdiam di tempat mereka dan benar-benar tidak percaya dengan kenekatan keluarga Barata.


Namun, setelah beberapa saat Amira kemudian menarik suaminya untuk menjauhi pria itu dan memilih jalan lain untuk meninggalkan rumah sakit.


Begitu mereka naik ke mobil, Fernando memukul setir mobil dengan kesal, "mereka benar-benar keterlaluan, bahkan mempermainkan kesehatan seperti itu demi bisa bertemu. Padahal gara-gara mereka juga lah keluarga ketiga harus menjauhi mereka." Ucap Fernando dengan kesal.


Amira yang mendengar itu menghembuskan nafasnya dengan panjang lalu perempuan itu memikirkannya selama beberapa saat sampai akhirnya dia berkata, "aku rasa mereka tidak akan pernah jera sampai mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Jadi bagaimana kalau sekarang kita pergi menemui mereka?"


Ucapan istrinya benar-benar membuat Fernando mengerutkan keringnya karena dia tak menyangka bahwa perempuan itu malah akan pergi untuk menemui keluarga Barata.


Padahal, mereka sudah tahu kalau keluarga Itu menipu mereka kau menjadi tidak ada gunanya lagi pergi menemui mereka.


Melihat suaminya yang tidak yakin, maka Amira tersenyum dan kembali berkata, "aku punya ide yang lain."


Setelah berbicara, maka Amira dengan cepat mengambil ponsel dari tasnya dan mulai menelpon seseorang.

__ADS_1


Fernando hanya diam memperhatikan perempuan itu, tetapi dia juga merasa penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Amira.


__ADS_2