
Sementara di tempat lain, Fernando dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya, dan baru pukul 04.00 sore ketika dia sudah menyelesaikan semuanya lalu pria itu bergegas untuk pulang.
Dalam perjalanan pulang, dia melihat sebuah toko bunga, jadi dia pergi kesana untuk membelikan bunga bagi istrinya.
Setelah membeli bunga, pria itu mengendara ke kediaman mereka dan tiba di kediaman dan mendapati istrinya sedang duduk memainkan ponselnya.
"Sayang!" Ucap Fernando menyerahkan buket bunga pada Amira.
"Kau,," Amira tersenyum lebar dengan keromantisan suaminya.
"Terima kasih," ucap Amira mengambil buket bunga dari tangan Fernando lalu menatapnya dengan lembut.
Bunga yang tulus dari seorang laki-laki.
"Oh ya suamiku, hari ini kita tidak makan malam di rumah, tapi kita akan makan malam di restoran. Aku sudah melakukan reservasi di sebuah restoran, jadi cepatlah mandi dan kita bisa makan malam lebih cepat." Ucap Amira segera menarik suaminya ke dalam rumah, lalu mendorong suaminya itu ke kamar mandi.
Fernando hendak mengunci pintu kamar mandi ketika Amira menahannya lalu perempuan itu menyelipkan kepalanya di antara celah pintu yang terbuka.
__ADS_1
"Jangan mengunci pintunya," ucap perempuan itu langsung membuat Fernando mengangguk dengan patuh.
Amira tersenyum puas dengan suaminya yang tidak membantah, lalu perempuan itu segera meninggalkan kamar mandi dan pergi menyiapkan baju yang telah Ia pilih tadi siang.
"Hm,, pakaian ini sangat cocok untuk suamiku." Ucap Amira menyiapkan sebuah setelan, lalu mengambil juga pakaian yang akan ia pakai.
Setelah menyiapkan nya, perempuan itu melepaskan seluruh pakaiannya, lalu membalut tubuhnya dengan handuk yang seksi dan tersenyum berjalan ke arah kamar mandi.
Clek!
Fernando yang sedang berdiri di bawah guyuran shower begitu terkejut melihat pintu kamar mandi yang terbuka.
"Sayang,," ucap Amira melemparkan sebuah senyum ke arah suaminya dan berjalan mendekati pria yang sedang menegang di depannya.
Fernando menatap istrinya, dada perempuan itu tidak tertutup dengan sempurna, bahkan bagian bawahnya, dia hampir melihat milik pribadi istrinya.
Glek...
__ADS_1
Fernando langsung membuang muka ketika menyadari bahwa sesuatu yang aneh dalam tubuhnya langsung terkumpul, dan dia merasa bahwa pipinya menjadi panas.
"Kau masih belum terbiasa denganku?" Amira menghembuskan nafasnya dengan panjang lalu perempuan itu melepas handuknya dan melemparkannya ke lantai.
"Apa kau mau mandi juga?" tanya Fernando dengan gugup sembari pria itu terus memandang dinding tanpa berani melihat lagi Amira.
Bagaimanapun, dia tidak pernah mau menyentuh istrinya jika perempuan itu tidak mengizinkannya, dan apa yang ia lihat saat itu benar-benar menggoda untuk membuatnya tidak bisa menahan dirinya.
"Hm,, Tentu saja aku harus mandi bersama suamiku." Ucap Amira langsung menyelipkan tubuhnya diantara tubuh suaminya dan dinding yang sedang ditatap oleh suaminya.
"Ini,," Fernando hendak mundur ke belakang, tetapi Amira malah menghalangi nya dengan cara perempuan itu memeluknya dengan erat dan membiarkan air hangat dari shower membasahi kepala perempuan itu.
Dari atas sampai bawah, seluruh tubuh mereka menempel dengan erat.
"Bagaimana perasaanmu?" Tanya Amira sambil memperhatikan wajah suaminya yang tampak merah padam dengan ketegangan yang tak bisa dipisahkan dari wajah pria itu.
"Itu,," Fernando mengatup erat-erat giginya merasa sangat malu akan miliknya yang sudah begitu tegang dan terjepit di antara mereka.
__ADS_1
Melihat itu, Amira tersenyum lalu berjinjit mengecup bibir suaminya, "kita belum mencobanya dalam posisi berdiri. Bagaimana kalau sekarang?" Tanya Amira langsung membuat Fernando tak bisa menahan diri lagi.
Pria itu membuang rasa malunya, lalu merangkul erat pinggang istrinya dan menundukkan kepalanya mencium Amira.