Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
69. Tak mau memberi kesempatan


__ADS_3

Set set set...!


Fernando selesai menandatangani kontrak yang disediakan oleh penanggung jawab.


Keduanya lalu bertukar kontrak dan saling berjabat tangan.


Mereka lalu berfoto bersama sebelum saling memberi hormat dan Fernando kembali ke tempatnya.


"Selamat sayang!!" Seru Amira langsung berdiri menyambut suaminya dan kedua orang itu berpelukan dengan hangat dengan tatapan iri dari semua orang di ruangan itu.


"Semua ini berkat dukunganmu," ucap Fernando merasa begitu hangat dengan istrinya yang terus berada di sisinya.


Keduanya lalu duduk bersama mendengarkan pesan terakhir dari para penanggung jawab sebelum meninggalkan ruangan tersebut.


Baru saja penanggung jawab selesai berbicara dan melangkah ke belakang, Brama dan Mahesa yang menyadari keadaan, langsung berdiri hendak meninggalkan ruangan itu ketika sala seorang pria menghadang mereka.


"Mau melarikan diri?!" Tanya seorang pria berjas hitam pada Brama dan Mahesa sembari memperhatikan kedua pria itu.


Meski dia tidak mendapat proyek apapun hari ini, tapi setidaknya di harus menonton pertunjukan keluarga Barata dan dua orang sombong di depannya ini bersujud di kaki Fernando!!


"Kau!!" Brama menggertakkan giginya menatap pria di depannya adalah pria dari perusahaan yang merupakan saingan keluarga Barata.


Dia sendiri pun pernah bersinggungan dengan pria itu, tapi tidak menyangka bahwa pria itu akan membalasnya disaat seperti ini!!!

__ADS_1


"Benar, kami sudah berjanji akan menjadi saksi atas taruhan yang tadi dilakukan. Jadi sekarang, kami pun harus menjadi saksi untuk memastikan bahwa taruhan itu dilakukan sebagaimana mestinya!!"


"Benar!! Seorang pria tidak mungkin mengingkari janjinya!!"


Semua orang mulai mendesak ke dua orang itu membuat Amira begitu senang lalu menarik suaminya mendekati kerumunan.


"Sayang ayo!! Kita harus melihat bagaimana kesombongan mereka berubah menjadi rasa malu karena sudah merendahkan suamiku!!!" Ucap Amira bersemangat membuat Fernando tak mampu melakukan apapun kecuali menuruti keinginan istrinya.


Mahesa dan Brama yang melihat kedatangan Amira dan Fernando kini menggertak dengan wajah mereka semakin menjadi murah.


Tangan yang sedari tadi terkepal kuat kini gemetaran!!


Tidak mungkin mereka bersujud ke seorang pria tak berguna di keluarga mereka dan seorang menantu sampah yang tak memiliki kelayakan berada di keluarga mereka!!!


"Kau..!! Kau!!" Bibir Barata bergetar tak karuan melihat Amira yang tampak begitu berbeda dari yang sebelumnya.


"Ayo cepat lakukan!!"


"Benar!! Jangan membuang banyak waktu!!"


"Haruskah kami memanggil security untuk membantu kalian tertuju di lantai!!"


Kini bukan hanya Amira yang mendesak kedua orang itu, tetapi semua orang di ruangan itu mengangkat ponsel mereka dengan kamera yang diaktifkan sambil mendesak Mahesa dan Brama agar segera bersujud menjilat sepatu Fernando.

__ADS_1


Mahesa dan Brama menatap ponsel ponsel yang merekam mereka hingga keduanya gemetaran di tempatnya menatap Fernando dan Amira.


'Tidak!! Aku tidak boleh melakukan ini, atau reputasiku akan sepenuhnya ter coreng!!!' Brama dan Mahesa sama-sama memikirkan reputasi mereka lalu beberapa detik kemudian Mahesa menatap Fernando.


"Sepupu, kita adalah satu keluarga dari keluarga Barata, kau tidak mungkin tega membiarkan kami berlutut di hadapanmu kan?! Kalau kau membiarkan kami melakukannya, maka sama saja kau mempermalukan keluarga Barata, keluarga kita!!!" Ucap Brama.


Mahesa langsung mengangguk membenarkan, sembari berkata, "Benar!! Orang-orang akan menilai kita dengan buruk kalau videonya sampai tersebar!!!"


Feenando yang mendengar ucapan itu langsung merangkul erat istrinya lalu menghela nafas, "disaat seperti ini kalian tahu juga mengatakan bahwa aku adalah bagian dari keluarga Barata.


"Tapi sebelumnya ketika kejadian ini belum terjadi, bukankah kalian selalu mengatakan bahwa aku dan istriku beserta keluargaku sama sekali tidak pantas menjadi bagian dari keluarga Barata? Apa kalian lupa?!" Ucap Fernando langsung disambut senyuman Amira.


'Untung saja suamiku sekarang sudah tidak terlalu lemah lagi, dia bahkan sudah bisa membentak kedua kakak sepupunya. Ini bagus sekali!!!' pikir Amira sangat senang karena di dalam ingatan nya dia selalu ingat bagaimana suaminya selalu mengalah pada kedua sepupunya itu.


Brama yang mendengar ucapan Fernando merasa begitu marah, ia menggertakkan giginya lalu berteriak marah, katanya: "Kau!! Fernando!! Kau benar-benar mencari masl--"


Buk!


Buk!


Duk!


Duk!

__ADS_1


"Cepat bersujud!!!"


__ADS_2