
Gerald berkata "kalian berani menamparku?!! Kalau begitu aku akan menghubungi penanggung jawab tempat ini supaya memberikan keadilan untukku!!!"
Maka setelah menghubungi penanggungjawab Luxury Grand House, maka semua orang menunggu dengan pikirannya masing-masing sampai penanggung jawab datang ke tempat itu.
Begitu melihat sang penanggung jawab yang ia kenal, Gerald langsung menyapa pria bertubuh tinggi besar itu.
"Selamat sore Tuan, Terima kasih telah datang untuk saya, Tapi di sini Saya ingin mengatakan bahwa kedua orang yang mengaku-ngaku berasal dari perumahan kelas 1 ini sudah menampar saya!!!" Ucap Gerald tanpa basa-basi, sebab dia sudah sangat kesal dan tak sabar melihat kedua orang itu didepak dari tempat itu.
Sang penanggung jawab yang mendengar ucapan Gerald langsung melihat Amira dan Fernando, dan dia jelas Tidak mengenali kedua orang itu, sebab pengurusan surat-surat tidak didatangi oleh Amira dan Fernando, hanya diurus langsung oleh pengacara keluarga Rakin.
Tetapi pria itu tetap berhati-hati dengan menata Fernando dan Amira lalu bertanya, kayanya, "Kalian bilang kalian tinggal di perumahan kelas 1?"
__ADS_1
Melihat sang tanggung jawab Luxury grand house yang masih mempertanyakan hal itu langsung membuat Gerald merasa tidak puas, lalu dia berkata, "kedua orang ini datang dengan mobil sejelek ini,, Jadi bagaimana bisa mereka tinggal di perumahan kelas 1?!!!"
Ucapan Gerald langsung membuat sang penanggung jawab melihat mobil yang ditunjuk oleh pria itu, yang mana mobil itu ialah mobil murahan yang bahkan tak mungkin dimiliki oleh penghuni kelas 3 di tempat itu.
Sang petugas yang ada di sana pun menganggukkan kepalanya dan berkata, "iya benar, pria ini datang menggunakan mobil ini, dan dia berkata bahwa dia memiliki salah satu hunian di tempat ini."
Hal tersebut semakin membuat semua orang tercengang, sebab tak menyangka ada orang yang datang membawa mobil rongsokannya lalu mengaku-ngaku tinggal di salah satu perumahan di tempat itu, bahkan mengatakan mereka tinggal dan merupakan pemilik salah satu hunian kelas 1 di Luxury Grand House!!!!
Sang petugas langsung terkejut, "Ma,, maaf Tuan," ucap pria itu dengan wajah pucat pasi, karena terlalu takut dipecat karena kesalahan yang telah ia lakukan.
"Sekarang juga, cepat usir mereka dari sini!!" Ucap pria itu karena tidak mau berlama-lama berurusan dengan hal yang membuat salah satu penghuni tempat itu menjadi tidak senang.
__ADS_1
Tetapi Gerald menggelengkan kepalanya dan berkata, "tidak semudah itu, kami sudah membuat taruhan, dan karena Tuan sudah memastikan bahwa dia bukan penghuni tempat ini, maka dia harus menanggung konsekuensi dari kesepakatan kami."
Sang penanggung jawab mengerutkan keningnya tetapi dia berkata, "Baiklah, apapun yang kalian sepakati akan dilakukan, dan biarkan petugas ini yang memandu kalian."
"Baik Tuan," jawab petugas langsung diangguti oleh sang penanggung jawab, lalu pria itu hendak pergi meninggalkan tempat itu.
"Tunggu dulu!!!" Ucap Amira membuat sang penanggung jawab yang hendak pergi langsung menghentikan langkahnya lalu menatap perempuan itu.
Melihat sang penanggung jawab berhenti, Amira kemudian mengeluarkan sesuatu dari tas kecil yang ia pakai lalu memperlihatkannya pada semua orang.
Sang penanggung jawab begitu terkejut melihat benda yang ada di tangan Amira, "Itu,,, Bukankah itu adalah kartu akses untuk penghuni kelas 1?" Kata Sang penanggung jawab mengejutkan semua orang.
__ADS_1