
Begitu suaminya pulang ke rumah, Amira langsung menarik pria itu ke kamarnya saat dirinya dihentikan oleh ibu mertuanya.
"Kalian berdua!!!" Teriak Aulia langsung berjalan ke tengah Amira dan Fernando lalu memisahkan kedua orang itu.
"Ibu ada apa?" Tanya Fernando yang merasa kesal dengan ibunya yang begitu kasar terhadap Amira.
"Ada apa?" Aulia menggertakkan giginya menatap putranya lalu berbalik melihat menantunya "jadi kau benar-benar tidak mau menyerahkan mobil baru itu pada ayah mertuamu? Mau menjadi menantu durhaka?!" Bentak Aulia penuh amarah pada menantunya.
Amira hanya menghela nafas, "Ibu, di antara kita semua yang ada di rumah ini, suamiku lah yang paling membutuhkan kendaraan itu, karena dia setiap hari pergi bekerja.
"Lagi pula, dia harus berpenampilan menarik untuk bisa memenangkan kontrak, agar dia bisa menjadi direktur di perusahaan keluarga. Kalau mobil saja tidak punya, bagaimana suamiku bisa meyakinkan perusahaan besar untuk memberinya proyek?" Ucap Amira membuat Aulia mengeryit.
Perempuan itu memikirkan ucapan menantunya, 'benar juga, akan bagus kalau putraku memenangkan proyek itu. Nanti setelah dia jadi direktur, maka 1 mobil pun bukanlah masalah besar untuk kami miliki!!!'
"Ya sudah!! Hanya kali ini saja ibu mengalah, tapi lain kali,, pokoknya kau harus menuruti ibu!!" Ucap Aulia menatap menantunya sebelum berbalik pergi meninggalkan dua orang itu.
Amira menatap kesal pada ibu mertuanya, tapi perempuan itu dengan cepat mengendalikan dirinya lalu menarik suaminya ke dalam kamar.
__ADS_1
"Lepas bajumu!" Perintah Amira sembari membuka lemari lalu mengambil pakaian terbaik untuk suaminya.
Begitu berbalik memperlihatkan pakaian yang ia pilih, Fernando kebingungan di tempatnya, "Mengapa kau mengeluarkan pakaian itu?" Tanya Fernando.
"Pakai saja," ucap Amira mendekati Fernando yang belum beres melepaskan pakaiannya.
Baru saja Amira akan mengulurkan tangannya untuk melepas kemeja suaminya saat Fernando berbalik membelakangi Amira.
"Aku bisa sendiri," ucap pria itu sembari melepaskan kemejanya secepat kilat.
"Kau sengaja menggodaku dengan berpura-pura jual mahal, hm??" Tanya Amira sambil menempelkan pipinya di punggung suaminya.
Hal itu membuat Fernando kembali salah tingkah, "Bukan,, aku harus ke toilet dulu," ucap Fernando kalang kabut hendak melepaskan tangan Amira.
Tetapi Amira tidak membiarkan suaminya, perempuan itu malah mempererat pelukannya, "Kau mau ke toilet sambil bertelanjang dada?" Tanya Amira.
Fernando menatap kemeja di tangannya, 'Sial...!!! Kenapa aku begini?!' pria itu merasa tak berdaya untuk melawan istrinya, terlalu pandai menggoda!!!
__ADS_1
Cukup lama menggoda suaminya, akhirnya Amira melepaskan pria itu lalu mereka masing-masing berganti pakaian.
Setelah rapi, keduanya keluar dari kamar untuk bernagkat ke kediaman Rakin.
Penampilan kedua orang itu mengejutkan Aulia dan suaminya yang sedang duduk di ruang keluarga.
"Kalian mau kemana?" Tanya Aulia.
"Kami mau makan malam di luar," jawab Fernando yang telah mendengar penjelasan singkat dari istrinya.
Tetapi jawaban pria itu membuat amarah Aulia langsung naik sampai ubun-ubun.
Perempuan itu langsung berdiri, "Kalian mau makan malam di luar, tapi tidak mengajak kami?" Tanya perempuan itu yang jelas tahu bahwa di dapur belum tersedia makan malam.
Dua orang itu baru saja pulang, sementara dirinya tidak mau memasak makan malam.
Dia terus mengharapkan Putra dan menantunya.
__ADS_1