Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
60


__ADS_3

Amira dan Rahmat masih berada dalam mobil ketika ponselnya tiba-tiba bergetar.


Perempuan itu langsung meraih ponsel dari tasnya lalu melihat nama pemanggil adalah Aulia.


'Kenapa lagi dia menelpon?' Kesal Amira dalam hati hendak mematikan panggilan itu ketika dia dihentikan oleh Rahmat.


"Tidak perlu sungkan, angkat saja teleponnya." Ucap Rahmat dari sampingnya membuat perempuan itu akhirnya menghela nafas dan mengangkat telepon tersebut.


"Ada apa Bu?" Tanya Amira dengan suara yang berusaha menahan amarah nya agar Rahmat tidak salah prasangka terhadap nya.


Tetapi perempuan itu terkejut ketika suara Aulia dari dalam telepon sangat keras berkata, "sudah pergi bersama Tuan Rakin!! Jangan lupa untuk menyanjungnya dan katakan padanya kalau suamimu sedang berusaha menenangkan proyek dari perusahaan mereka!!!


"Ingat! Kalau suamimu berhasil memenangkan project itu, dia akan diangkat menjadi direktur dan gajinya senilai puluhan juta dalam satu bulan!! Akan sangat berguna bagi kaluar--"


Tut tut tut.....


Amira langsung menutup sepihak panggilan itu sembari menatap Rahmat dengan tatapan penuh rasa bersalah.


'Apakah mertua ini pikir kalau aku bodoh hingga tidak akan mengatakan hal itu pada Tuan Rahmat? Tapi tentu saja bukan begini caranya!!' Gerutu Amira dalam hati yang sudah menduga bahwa tentulah Rahmat telah mendengar teriakan Aulia.

__ADS_1


Namun, di luar dugaan nya ketika rahmat malah tersenyum pada Amira.


"Saya sudah menyuruh seseorang untuk menyambut Fernando di perusahaan. Karena tentu saja proyek sebesar itu akan diberikan pada suamimu yang jelas bisa dipercaya." Kata Rahmat membuat Amira bernafas lega dalam hati.


Dia sudah berpikir kalau pria itu mungkin akan menilai nya dengan buruk karena sudah mendengar bagaimana mertuanya begitu gila harta.


Untung saja tidak!!!


"Aku minta maaf karena sudah merepotkan Tuan Rakin." Ucap Amira dengan suara rendah.


"Tidak perlu sungkan, lagi pula, pertolongan ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan bantuan yang sudah kalian berikan pada keluarga kami." Kata Rahmat kembali melemparkan senyum dari wajahnya yang telah mengeriput.


"Iya," jawab Rahmat mengangguk.


Mereka terus berbincang-bincang seputar proyek sampai akhirnya mobil yang mereka tumpangi berhenti di kediaman keluarga Rakin.


Begitu turun dari mobil, Amira langsung disambut pemandangan di mana Yura sedang berdiri di ambang pintu sembari menatap Amira dengan tatapan yang begitu angkuh.


Jelas saja Amira mengabaikan nya dan malah tersenyum kearah Yura, "Selamat pagi Nona Rakin," ucap Amira.

__ADS_1


Yura membuang wajah dengan angkuh dan itu berbalik memeluk lengan kakeknya, "kakek, kenapa membawa perempuan ini lagi? Dia pasti kemari untuk melakukan berbagai cara agar mendapatkan keuntungan dari keluarga kita!!" Kesal Yura sembari melemparkan tatapan sinisnya ke arah Amira.


"Jangan bicara sembarang! Dia datang kemari untuk memeriksa dan mengobati seluruh anggota keluarga kita yang telah diracuni." Ucap rahmat membuat Yura begitu terkejut.


Bukan terkejut karena keluarga mereka di diracuni, tetapi terkejut jika perempuan yang datang ke rumahnya ternyata hendak menipu mereka dengan memgaku sebagai seorang dokter!!!


Jadi Yura langsung berkata, "Kakek!! Jangan percaya padanya!! Dia sama sekali tidak memiliki ilmu medis!! Hanya perempuan lulusan sma yang bahkan tidak pernah menginjakkan kakinya di universitas!!!"


Mendengar cucunya yang terus menjelek jelekkan Amira membuat Rahmat menghela nafas lalu dia menatap cucunya dengan tegas, "kau sama sekali tidak khawatir mendengar bahwa keluarga kita diracuni? Malah memikirkan hal lain?!


"Jika bukan karena Amira yang tak sengaja menolong cucuku di restoran, maka kita akan selamanya hidup dibawah kendali orang lain yang telah meracuni kita!!" Ucap Rahmat dengan tegas.


"A.. apa? Jadi keluarga kita benar-benar diracuni? Apakah perempuan ini yang mengatakannya!! Jangan percaya dia!! Dia pasti berbohong--"


"Baca sendiri!" Sela Rahmat mengambil tumpukan berkas yang kemarin malam berada di atas meja lalu memberikannya pada Yura.


Dengan penuh hati-hati Yura membuka berkas itu dan melihat hasil analisis darah yang menunjukkan bahwa mereka telah diracuni.


"Ini,, siapa yang tega melakukanya?!!" Wajah Yura langsung memucat melihat bahwa dirinya pun tak luput dari racun yang ditebar oleh seseorang dalam keluarga mereka.

__ADS_1


__ADS_2