Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
208. Halina teman lama Amira


__ADS_3

Amira sedang meng-creambath rambutnya di salon ketika dia terkejut melihat seorang pria yang tiba-tiba memasuki salon.


Pria itu adalah Norman yang datang untuk mencarinya.


Tetapi ketika Amira berpikir bahwa pria itu akan menghampirinya, maka dia terkejut saat pria itu tiba-tiba saja menerima sebuah telepon lalu berbalik pergi.


'Hah? Dia pergi begitu saja?' pikir Amira dalam hati yang merasa aneh bahwa pria itu tidak gigih untuk membujuknya menyembuhkan tuan besar Maherson yang sedang sekarat di rumah sakit.


Tetapi Amira tidak terlalu memikirkannya, dia hanya bermain ponsel saja sambil menunggu perawatannya selesai.


Tetapi beberapa menit kemudian ponselnya berdering.


Drrriiinnnggggg......!


Drrriiinnnggggg......!

__ADS_1


Amira langsung melihat nama pemanggil adalah Arifin, jadi perempuan itu berpikir bahwa telepon dari Arifin berhubungan dengan keluarga Maherson.


Maka perempuan itu langsung mengangkat panggilan itu.


"Nyonya, akhirnya kau mengangkat teleponku, Aku baru saja mendapat kabar dari anak buahku bahwa Norman pergi untuk menemuimu. Kau ada di mana?" Tanya Arifin dari seberang telepon dengan nada suara pria itu cemas pada Amira.


Hal itu membuat Amira mengerutkan keningnya lalu dia berkata, "Aku ada di salon, tadi dia sudah datang kemari, tapi dia pergi begitu saja setelah menerima telpon."


"Ah,, begitu, kalau begitu saya tutup dulu teleponnya." Ucap Arifin disambung dengan nada panggilan yang dimatikan secara sepihak.


Amira merasa sangat aneh dengan hal itu, tetapi dia juga tidak terlalu lama memikirkannya dan hanya kembali menunggu perawatannya selesai.


'Haruskah aku belikan juga beberapa untuk ayah?' pikir perempuan itu dalam hati lalu dia akhirnya memutuskan untuk membeli beberapa pakaian untuk ayahnya.


Maka setelah berbelanja, dia pergi ke toilet dan membawa semua pakaian itu ke dunia ajaib agar tidak memberatkannya untuk membopong semuanya.

__ADS_1


Setelah selesai, Amira menelpon suaminya dan mereka janjian untuk pulang bersama.


"Amira!!!" Tiba-tiba sebuah suara memanggil Amira ketika perempuan itu duduk menunggu suaminya di sebuah kafe di lantai dasar pusat perbelanjaan.


Amira memperhatikan perempuan itu Dan Dia teringat akan ingatan Amira bahwa perempuan itu adalah satu-satunya orang yang memperlakukan Amira dengan baik ketika mereka masih ber SMA.


Perempuan itu jugalah yang menjadi alasan Amira pergi ke reuni kelas, tetapi sayang sekali, perempuan itu tidak datang di reuni karena sebuah alasan pribadi hingga membuat Amira diolok-olok oleh teman sekelasnya.


"Halina? Kau sudah kembali dari luar negeri?" Ucap Amira langsung menyapa perempuan yang kini menghampirinya.


Halina menganggukkan kepalanya, "hm! Bolehkah aku duduk di sini?" Tanya halina sembari menunjuk ke arah kursi yang ada di depan Amira.


"Tentu! Duduklah," ucap Amira langsung membuat Halina duduk di depan Amira lalu perempuan itu menatap Amira dengan semangat.


"Kau tahu,, setelah aku mendengar kabar dari reuni angkatan, aku langsung mencari tahu tentangmu. Tak menyangka bahwa kita bertemu di sini, dan ternyata Kau lebih cantik daripada yang ada di foto," ucap Halina sembari memperhatikan wajah Amira yang membuatnya sangat iri.

__ADS_1


Terlihat jelas kulit perempuan itu sangat halus. Bahkan dia bisa melihat bahwa hari itu Amira sama sekali tidak menggunakan make up, tetapi perempuan itu tetap saja terlalu cantik.


Apalagi kalau perempuan itu sudah menaburi make up di wajahnya. Pasti akan lebih cantik lagi!


__ADS_2