
Untuk kedua kalinya, keluarga Barata kembali dari sebuah acara yang mereka gelar sembari menahan rasa malu mereka.
"Sial!! Bisa-bisanya Tuan Rakin membatalkan kontrak kerjasama nya begitu saja, Padahal dia sudah tahu bahwa kontrak itu sudah berjalan hampir 15%!!!" Ucap Rizal dengan kesal sembari menyetir mobil.
Rena yang duduk di dalam mobil juga menghela nafas karena dia juga tidak menyangka hal seperti itu akan terjadi.
"Bukankah ayah bilang kalau salah satu pihak membatalkan kontrak kerjasama maka harus membayar denda yang besar? Jadi kalau keluarga Rakin membatalkan kontrak itu maka mereka harus membayar denda pada kita sesuai dengan kesepakatan di kontraknya." Ucap Brama langsung mengingatkan semua orang terhadap denda yang tertera dalam kontrak.
"Ah,, benar juga, ini adalah proyek yang sangat besar jadi dendanya mungkin akan 10 kali lipat. Jadi kalau grup Rakin membatalkan kerjasamanya maka kita akan mendapat banyak uang dari hasil denda lalu bisa membangun beberapa perusahaan!!!" Ucap Rizal kini teringat akan isi kontrak.
"Hm,, tapi Memangnya kalian sudah pernah melihat isi kontrak itu?" Tanya Rena.
Sebab Dia pun sebagai kepala keluarga Barata belum pernah melihat kontrak itu karena semuanya dipercayakan pada Fernando.
Apalagi saat itu mereka sangat senang setelah mendapat proyek yang sangat besar nilainya, Jadi mereka tidak membaca kontraknya secara seksama.
Bahkan saat itu dia langsung menandatanganinya dan tidak perduli apapun lagi, sebab dia berpikir bahwa keluarga Rakin adalah keluarga yang profesional dalam hal-hal seperti itu Jadi tidak mungkin ada kesalahan di dalam kontraknya.
__ADS_1
"Kalau begitu, sekembalinya kita ke rumah, kita harus melihat kontrak itu!!!" Ucap Brama mempercepat laju kendaraannya hingga mereka tiba di kediaman keluarga Barata.
Begitu masuk, rumahnya hanya diisi oleh para pelayan jadi Megan menghela nafas dengan lega, "Akhirnya seluruh keluarga ketiga sudah pergi, jadi rumah ini terasa lebih nyaman lagi. Apalagi sekarang kita tidak perlu berpura-pura lagi bersi--"
"Diam!!" Teriak karena pada Megan karena dia merasa kesal dengan perempuan itu.
Keluarga mereka baru saja dipermalukan karena keluarga Rakin memutus kontrak kerjasama di hadapan semua orang, dan sekarang perempuan itu malah mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal.
"Maaf Bu," ucap Megan dengan suara penuh rasa bersalah lalu perempuan itu melihat Rena yang dengan cepat naik ke lantai 2 untuk mencari kontrak kerjasama yang ia simpan di kamarnya.
Megan yang melihat sikap keluarga kedua hanya bisa tersenyum mengejek lalu dia segera naik ke lantai 2 untuk pergi ke kamarnya.
Sementara di kamar Rena, Rizal dan Brama sudah duduk bersama menunggu Rena yang sedang mencari kontrak kerjasama dengan grup Rakin.
"Ini dia," ucap Rena mengambil kontrak kerjasama itu dan meletakkannya di meja untuk mereka lihat bersama-sama.
"Biar aku yang membacanya," ucap Brama mengambil kontrak kerjasama itu dan membacanya dengan seksama.
__ADS_1
Setelah beberapa saat pria itu langsung gemetar dan meletakkan kontrak kerjasama itu sembari menetap ke arah dua orang yang melihatnya.
"Ada apa? Apakah Denda yang akan mereka bayar sangat banyak?" Tanya Rena.
Brama langsung menggelengkan kepalanya lalu dia menyerahkan kontrak kerjasama itu pada dua orang dan menunjuk poin yang paling penting yang harus mereka baca.
"Apa ini??? Bagaimana bisa kita yang harus menjaga bayar dendanya??? Dan berapa nol dari denda yang tertulis di bawah ini???" Ucap Rena menghitung nol yang tertera di bawah surat itu dan dia merasakan tubuhnya sekejap menjadi panas dingin.
"Ibu!!!" Risa langsung menopang tubuh ibunya yang kini terkulai lemas.
"Cepat pergi hubungi dokter dan suruh sama orang berkumpul di sini!!!" Teriak Rizal pada anaknya sembari pria itu mengangkat ibunya ke tempat tidur.
Dia pun sangat terkejut melihat kontrak yang ditela ditandatangani itu, menunjukkan bahwa jika suatu saat bukan Fernando yang naik sebagai Direktur, maka kontrak kerjasama akan dibatalkan dan mereka akan membayar denda 10 kali lipat dari nilai proyek.
'Sial...!! Sejak saat diumumkan bahwa pemenang proyek akan naik menjadi direktur, ternyata Fernando sudah mengatur semuanya dan bekerjasama dengan keluarga Rakin...!!!' geram Rizal dalam hati sembari pria itu menatap cemas ibunya yang sudah terbaring lemah di tempat tidur.
Keluarga mereka Tentu saja tidak akan sanggup membayar sejumlah denda itu. Jadi kemungkinan besar mereka akan bangkrut dan bahkan masih harus masuk penjara!!!!
__ADS_1