Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
122. Bahan obat telah habis


__ADS_3

Akhirnya setelah menunggu beberapa menit, maka Hesa yang naik ke lantai 2 kini kembali menemui semua orang.


Dan orang yang paling antusias melihat Hesa adalah Ardan yang sangat penasaran dengan pil heksa yang dimaksud oleh Amira.


Maka begitu, Hesa langsung mendekat ke arah Ardan dan meletakkan sebuah kotak kecil berwarna merah di depan pria itu.


Ardan menatap kotak merah itu dengan mata bersinar, "Di dalam kotak ini adalah sisa dari pil heksa yang telah dimakan oleh Putraku. Ketika Putraku memakannya, saat itu dia langsung merasa lebih baik dan dia beristirahat sampai berkeringat banyak.


"Tetapi ketika dia bangun, dia langsung merasakan tubuhnya terasa lebih baik. Dan mulai saat itu nafsu makannya mulai kembali dan perlahan-lahan kesehatannya membaik." Ucap Hesa mengatakan kesaksiannya terhadap khasiat dari pil yang didapatkan dari Amira.


Meski Ardan menganggukan kepalanya, tetapi pria itu tidak sepenuhnya percaya terhadap ucapan Hesa, sebab dia masih harus membuktikan keaslian pil tersebut.


Maka begitu, Ardan langsung mengambil kotak di atas meja dan perlahan-lahan membuka kotaknya.


Pria itu langsung melihat sepotong pil di dalam kotak yang berwarna emas dengan corak aneh.

__ADS_1


Arda tidak bisa menebak corak apa yang dan di permukaan pil itu.


Sebab pil tersebut telah dibagi menjadi dua bagian, dan bagian yang lain telah menghilang karena telah dimakan oleh Dani.


"Bagaimana? Bukankah pilnya terlihat begitu indah? Sebelum pil itu dibagi dua, ada gambar bunga teratai di sana. Entah bagaimana, tapi itu seperti tanda bahwa pil itu bukanlah pil yang biasa-biasa saja." Kata Hesa dengan pria itu tersenyum memandangi pil yang ada di dalam kotak.


Tetapi kemudian Ardan menggelengkan kepalanya lalu dia menutup kotak merah tersebut dan mengembalikannya pada Hesa.


"Menurut buku yang beredar pil heksa tidak berwarna emas, melainkan berwarna putih cerah dengan corak bunga daun teratai di sana. Jadi bagaimana bisa pil Heksa yang disebut Amira malah berwarna emas dengan gambar bunga teratai?


Amira tersenyum, "itu terserah Bagaimana Tuan Zahirka mempercayainya, tetapi pil heksa yang dibuat guruku sudah seperti itu bentuknya." Ucap Amira.


Tuan Rakin mengangguk, "hm,, aku sudah merasakan khasiat dari pil itu, jadi aku tidak akan meragukannya lagi. Tapi ini sangat aneh, kenapa Tuan Zahirka tiba-tiba saja datang untuk melihat pil itu dan bahkan--"


"Begini,," sela Ardan, "Tuan uban sudah mengobati Putraku dan keadaan Putraku juga sudah menjadi lebih baik. Baru dua hari terakhir ini Putraku sudah bisa berbicara dengan tenang dan bernafas dengan tenang.

__ADS_1


"Bahkan dia sudah tidak merasakan sakit yang seperti terakhir kali dia rasakan sebelum diobati. Jadi aku pikir kalau bahan obat yang kemarin kuberikan pada kalian belum digunakan, aku berniat untuk mengambilnya kembali.


"Bahan obat itu untuk diberikan pada Tuan uban agar dia menggunakannya sebagai bahan untuk membentuk pil miliknya." Ucap Ardan yang kemarin baru berbicara dengan Tuan uban dan yang mengatakan bahwa ada pil yang berkhasiat membuat seseorang awet muda.


Dan kebetulan sekali, beberapa bahan obat yang telah Ia serahkan pada Amira sama dengan yang dibutuhkan untuk membuat pil awet muda itu.


Sementara keluarga Rakin dan Amira yang mendengar ucapan Ardan langsung menghela nafas dengan Amira yang tipis menatap Ardan.


'Jadi tujuan pria ini datang malam-malam ke keluarga Rakin ialah untuk meminta kembali bahan obatnya hanya untuk diberikan pada Tuan uban yang adalah seorang penipu?' Amira sangat ingin tertawa dengan hal itu.


Tetapi perempuan itu menahan tawanya dan berkata, "sayang sekali, tapi semua bahan tersebut telah digunakan oleh guru saya, masih ada sisanya beberapa, tapi itu tidak akan berguna untuk dibuat pil, karena yang tersisa hanya bagian-bagian yang tidak bisa lagi digunakan."


Ardan sangat terkejut, "A,, apa?! Jadi kalian sudah menghabiskan semua bahan-bahan obat itu?!" Tanya Ardan yang tak percaya bahwa semua bahan obat yang ia berikan telah digunakan untuk menyembuhkan seluruh keluarga Rakin.


"Ya, sayang sekali, ternyata jumlah bahan yang digunakan untuk membuat pil heksa jauh lebih banyak dari yang kuperkirakan. Jadi semuanya telah habis, dan tak ada lagi bahan untuk membuat pil heksa yang berikutnya." Ucap Amira langsung membuat Ardan mengepalkan tangannya dengan perasaan marah melingkupi tubuh pria itu.

__ADS_1


__ADS_2