Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
160. Memanfaatkan keluarga Rakin


__ADS_3

Pada keesokan harinya di kediaman Amira dan Fernando, dua orang sedang sarapan di meja makan ketika seorang pelayan datang menghampiri mereka.


"Tuan, Nyonya, ada surat yang masuk," ucap pelayan itu menyerahkan sebuah surat pada Fernando.


Fernando mengambil surat itu lalu membacanya secara perlahan-lahan.


Pria itu langsung mengerutkan keningnya karena surat yang dikirim padanya adalah biaya tagihan rumah sakit atas nama Gerald Andarta.


"Ini,,," Fernando membaca nominal yang tertera di sana nilai satu miliar yang harus dilunasi pada hari itu juga.


Amira langsung mengambil surat itu, lalu membacanya secara seksama, sementara Fernando membuka surat lain lagi yang bersama dengan surat itu di dalam amplop.


*Karena kau sudah menyebabkan putra kedua dari keluarga Andarta masuk rumah sakit dan harus dirawat intensif, maka saat ini juga kau harus melunasi biaya rumah sakit itu, atau jika tidak maka aku akan melaporkanmu ke polisi!!!*

__ADS_1


Setelah membaca surat itu, Fernando juga memberikannya pada istrinya lalu pria itu menghela nafas sembari memijat keningnya yang terasa berdenyut.


Sementara Amira yang selesai membaca surat itu, dia langsung tersenyum melemparkan surat itu ke samping.


"Jangan perdulikan mereka, kita lihat bagaimana mereka berani melaporkan kejadian itu pada polisi." Kata Amira sambil tersenyum membuat Fernando kebingungan menatap istrinya.


"Apa maksudmu? Apakah kau tidak takut kalau masalah ini dibawa ke ranah hukum?" Tanya Fernando.


Amira tersenyum menatap suaminya, "kalau masalah ini bawa ke ranah hukum maka yang akan terkena imbasnya adalah kompleks luxury grand house ini, karena apa yang terjadi bukan sepenuhnya salah kita.


"Jadi penanggung jawab kompleks ini pasti akan melakukan sesuatu," kata Amira langsung diangguki oleh Fernando.


Dia tidak menyangka bahwa pikiran istrinya begitu luas sampai sudah memikirkan semua hal itu sebelum bertindak.

__ADS_1


Jadi pria itu dengan tenang menghabiskan sarapannya sebelum kedua orang itu keluar dari kompleks, sebab Amira hendak pergi bersama dengan Yura untuk mencari gaun yang akan dikenakan ke acara reuni angkatan.


Begitu mereka keluar dari kompleks, mobil Yura pun sudah terparkir di depan kompleks jadi Amira berpisah dengan suaminya lalu menaiki mobil Yura.


"Bagaimana kabarmu?" Tanya Yura yang sedang duduk di kursi kemudi mobil sport miliknya.


"Baik, terima kasih atas rumah pemberian keluarga kalian, suamiku sangat menyukainya. Tapi oya, apakah kau mengenal keluarga andarta?" Tanya Amira langsung membuat Yura melirik ke arah perempuan itu.


"Keluarga Andarta? Dia adalah salah satu keluarga yang bekerjasama dengan kami. Hanya seorang penjilat kecil, ada apa?" Tanya Yura yang merasa penasaran mengapa Amira sampai menanyakan keluarga Andarta yang sama sekali tidak ada apa-apanya.


Amira mendesah, "Hm,,, aku sedikit bersinggungan dengannya, ketika kami baru saja masuk ke perumahan luxury grand house, dia menyinggung kami. Pagi ini dia mengirim biaya tagihan rumah sakit padaku untuk dibayar.


"Mereka bahkan mengancam untuk membawa kasus itu ke jalur hukum jika kami tidak membayar biaya tagihan." Ucap Amira yang hendak memanfaatkan keluarga Rakin untuk membereskan masalah itu.

__ADS_1


"Ah,, begitu, kau tenang saja, aku akan menyuruh seseorang untuk mengurusnya. Oya, hari ini aku akan mengajakmu ke sebuah butik terkenal di ibukota. Gaun dari sana sangat-sangat bagus jadi aku yakin kau pasti akan menyukainya." Ucap Yura langsung diangguki oleh Amira.


__ADS_2