
"berhenti!!!" teriakan pria itu langsung membuat amira dan fernando menghentikan langkah mereka dan berbalik menatap orang yang berteriak.
fernando langsung merangkul erat istrinya saat melihat salah seorang menodongkan pistol ke arah mereka dan banyak pria berpakaian hitam seolah-olah mengepung tempat itu.
"siapa kalian?" tanya amira mengerutkan keningnya saat melihat 4 orang berjalan ke arah mereka.
"tetap tenang dan ikuti kami atau kepala kalian meledak!" tegas salah seorang pria lalu membawa kedua orang itu menaiki mobil mereka.
fernando dengan cemas melihat istrinya, dan amira pun cemas melihat suaminya karena dia takut pria itu sangat terkejut dengan apa yang terjadi.
mereka dibawa menggunakan dua mobil, jadi mereka tidak bisa saling melihat ketika berada di dalam mobil.
bruuuummmm....!!!!
begitu mobil melaju, amira langsung menatap pria yang terus menodongkan pistol ke arahnya.
"tidakkah kau malu menghadapi seorang perempuan menggunakan pistol?" kesal amira pada pria itu, langsung membuat sang pria mengerutkan keningnya menatap amira.
__ADS_1
tetapi amira menghela nafas, lalu dia bersandar sambil menatap santai ke arah supir.
"siapa yang menyuruh kalian untuk membawa kami?" tanya amira yang tidak bisa berbuat apa-apa.
meski dia pandai berbela diri, tetapi tidak mungkin menggunakan bela diri untuk menghadapi orang yang membawa pistol.
"jangan banyak bicara dan diam di tempatmu!!!" tegas pria yang terus menodongkan pistol ke arah amira.
"hah,,," amira menghembuskan napasnya dengan panjang lalu perempuan itu duduk sambil memejamkan matanya.
*astaga nona, apa yang terjadi?!!* suara mei mei dari dunia ajaib.
*astaga,, gunakan racun pada mereka!!!* kata mei mei langsung membuat amira terkekeh.
"he he... jangan banyak bicara dan diam di situ!!!" amira kembali berbicara sendirian membuat semua orang kebingungan.
jadi pria yang memegang pistol langsung mendekatkan pistolnya ke arah kepala amira hingga kepala amira sedikit tergeser karena dorongan pistol itu.
__ADS_1
hal itu langsung membuat amira membuka matanya dan menatap pria yang menodongkan pistol padanya.
"hah,, dasar!!!" geram perempuan itu yang merasa kesal pada pria di sampingnya, lalu dia menggeser tubuhnya sedikit agar menjauh dari pria itu.
sementara di mobil lain, fernando juga berada dalam ketakutannya melihat pistol yang terus ditodongkan ke arahnya.
"kau,, tidakkah nanti kau salah menarik pelatuknya dan akhirnya membuat kepalaku berlubang?" tanya fernando yang merasa ketakutan karena baru pertama kali melihat sebuah pistol sungguhan ditodongkan padanya.
pria yang melihat ketakutan fernando akhirnya menurunkan pistolnya lalu dia duduk bersandar sambil mengelap pistol miliknya.
"aku rasa istrimu yang ada di mobil belakang lebih ketakutan daripadamu. tapi, bagaimana bisa kalian berurusan dengan bos kami?" tanya pria itu yang merasa aneh bahwa orang si kecil amira dan fernando yang berasal dari keluarga barata bisa berurusan dengan keluarga maherson.
bahkan, mereka tidak mau menganggap enteng kedua orang itu dan menyerahkan pembunuh bayaran terbaik mereka untuk membawa kedua orang itu ke sebuah gudang milik keluarga maherson.
"memangnya, siapa bos kalian?" tanya fernando yang sama sekali tidak mengerti dengan siapa mereka bersinggungan hingga ke mereka harus diculik seperti itu.
"memangnya siapa yang sudah kau singgung? apa kau tidak mengingatnya?" tanya pria yang duduk di samping fernando.
__ADS_1
"menyinggung? kami adalah orang yang kecil, jadi tidak pernah bersinggungan dengan siapapun." jawab fernando membuat pria yang memegang pistol juga kebingungan.
"mungkin alasannya ada pada istrimu," kata pria itu dengan acuh langsung mengakhiri pembicaraan di dalam mobil.