
"Ka ka ka... Kau...!!! Kau bicara dengan siapa?" Kata pria itu tergagap dengan mata yang awas mengawasi sekitarnya.
Tidak mungkin di tempat itu ada mahluk astral yang mengikuti mereka bukan?!!
"Hah,, aku bicara dengan siapa pun, itu bukan urusanmu, tapi aku hanya ingin memberitahumu bahwa mulai sekarang barang ini adalah milikku!!" Ucap Amira langsung mengambil tungku emas itu dan memasukkannya ke dunia ajaib.
Pria pemilik Kasino begitu terkejut melihat tungku yang baru saja berada di tangan Amira dalam sekejap menghilang seperti api lilin yang ditiup.
Hal itu membuat Arifin terpaku di tempatnya dan dengan rasa tak percayanya.
Pria itu mengerjakan matanya menatap tangan Amira yang telah kosong.
"Baiklah, Sepertinya kau sudah mengerti. Daripada kau menghilang seperti barang itu, lebih baik kau antar aku pergi dari sini dan satu minggu ke depan Kau boleh menemuiku untuk mendapatkan obatmu!!" Kata Amira melemparkan kartu namanya pada Arifin lalu perempuan itu berjalan pergi.
Arifin yang mendapatkan kartu nama Amira, dengan tubuh gemetar berusaha berdiri untuk mengikuti Amira.
'Apa yang baru saja kulihat? Bagaimana bisa barang yang ada di tangannya lenyap begitu saja? Apakah itu sulap?' sang pria benar-benar kebingungan hingga Dia berjalan dengan lingung dan beberapa kali menabrak lemari tempat koleksinya berada.
Duk...!!
Brak...!!
Duk...!!
__ADS_1
Brak..!!
Ting..!!
Beberapa koleksinya berjatuhan ke lantai dan pecah, tetapi pria itu tidak menghiraukannya dan hanya terfokus mengikuti Amira yang berjalan dengan santai.
Begitu mereka keluar dari ruangan penyimpanan koleksi Arifin, semua penjaga yang berada di sana begitu tercengang melihat keadaan Bos mereka, sementara Amira berjalan dengan santai dengan wajah yang tampak tenang.
"Bos?" Seorang pengawal hendak menahan amirah karena merasa bahwa perempuan itu telah melukai bosnya.
Tetapi Arifin menggelengkan kepalanya sebagai tanda agar para pengawal membiarkan mereka lewat, jadi Amira dengan cepat keluar dari Kasino tersebut.
Sementara Amira yang duduk di dalam mobil yang akan mengantarnya pulang, perempuan itu tersenyum menatap Arifin yang berdiri dengan wajah yang masih memperlihatkan ketercengangan pria itu.
Setelah duduk dalam mobil selama 40 menit, akhirnya Amira kembali ke rumahnya dan melihat suaminya sedang berdiri di depan rumah dengan wajah yang cemas menunggunya.
Begitu Amira turun dari mobil, Fernando langsung menghampiri istrinya, "sayang,, Kau dari mana saja? Kau membuatku khawatir!!!" Ucap Fernando yang sedari tadi telah menelpon Amira namun ponsel perempuan itu terus berada di luar jangkauan.
Melihat suaminya yang tampak sangat mengkhawatirkan nya, Amira tidak bisa untuk tidak mendekati ke arah pria itu dan memelukan fernando dengan erat.
"Aku pergi membeli ini dan ponselku tiba-tiba saja habis daya," jawab Amira sembari memperlihatkan dua kantong belanjaannya membuat Fernando langsung mengambil alih kanntong belanjaan itu dan membalas pelukan istrinya.
"Dapatkah kau menciumku?" Tiba-tiba tanya Amira saat perempuan itu melihat wajah suaminya yang tampak tegang memeluknya.
__ADS_1
Pertanyaan Amira langsung membuat kaku wajah Fernando, bahkan agam memerah dengan pria itu sibuk melihat sekitarnya.
"Aku--" Fernando belum menyelesaikan ucapannya ketika Amira lebih dulu berjinjit memberinya sebuah ciuman singkat.
"Makanya, kali kalau aku menyuruhmu menciumku, maka kau harus melakukannya dengan cepat!! Sangat melukai harga diriku kalau harus aku yang selalu memulainya lebih dulu." Kata Amira sembari melepas pelukan mereka lalu perempuan itu meninggalkan suaminya memasuki rumah.
Fernando yang ditinggalkan memegang bibirnya lalu menatap istrinya dengan rasa bersalah, 'lain kali aku tidak boleh mengecewakannya lagi.' Ucap Fernando dalam hati.
Begitu tiba dalam rumah, Amira langsung melihat ibu mertuanya yang sedang menangis di depan ayah mertuanya.
"Ada apa?" Tanya Amira pada suaminya yang ikut menyusul nya.
"Ibu pergi ke klinik kecantikan tempat dia melakukan perawatan, tapi dokter mengatakan bahwa wajah Ibu telah rusak dan akan sulit diperbaiki." Kata Fernando membuat Amira Tersenyum dalam hati melihat perempuan yang tampak terisak.
'Hm,, dokter itu bisa juga diandalkan, sampai membuat wajah ibu mertua jadi begini. Aku yakin, setelah ini ibu mertua yang jahat ini tidak akan berani keluar dari rumah, jadi dia akan mengurangi masalah yang datang ke keluarga kami.' pikir Amira dalam hati merasa bahwa ibu mertuanya benar-benar pantas mendapatkan wajah yang rusak.
Lagi pula, dulunya Amira yang memiliki banyak bekas luka di tubuhnya adalah ulah Ibu mertuanya yang terus memukuli Amira sampai tubuh Perempuan itu menjadi lebam, bahkan sampai terluka hingga meninggalkan bekas luka.
Jadi sekarang Amira yang mengembalikan semuanya itu pada ibu mertuanya.
@interaksi
__ADS_1
kopi doang??? gak modal banget..!! sekalian piala dong, atau kursi pijat ajah deh,, kalo mmang gak bermodal, takut kamu jatuh miskin hanya karena sebuah piala🤭🤭🤭✌️✌️✌️