Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
268.


__ADS_3

Setelah pembicaraannya dengan suaminya di ruang makan, Aulia kembali ke kamar dan memikirkan apa yang diucapkan oleh suaminya.


'Apakah gaji pelayan di tempat ini memang sebanyak itu? Kalau begitu uang itu untukku saja, kanapa harus menggaji pelayan? Lagi pula mereka tidak ada di mana-mana, aku sampai lelah mencari mereka hanya untuk meminta bantuan!!' Garut Aulia dalam hati sembari menatap dirinya di cermin dan merasa agak kesal terhadap apa yang baru saja ia bicarakan dengan suaminya.


Untuk apa menggaji begitu banyak pelayan, lebih baik uang itu ia gunakan untuk berinvestasi supaya mendapatkan keuntungan yang banyak di masa depan.


Dan akhirnya, setelah lama berpikir di dalam kamar, maka jam makan siang pun tiba, dia keluar dan pergi ke ruang makan didapatinya Bayu sudah berada di sana, lalu dia melihat di atas meja sudah ada begitu banyak makanan.


"Siapa yang memasak semua makanan ini?" Tanya Aulia yang merasa aneh bahwa hari itu tidak ada satupun pelayan yang ada di sana, Fernando dan Amira tidak kelihatan dan tidak mungkin suaminya lah yang menyiapkan semua makanan itu.


"Para pelayan yang menyiapkannya," jawab Bayu sembari menoleh ke arah Amira dan Fernando yang juga sudah memasuki ruang makan.


Baru saja melihat putranya, wajah Aulia langsung berseri-seri karena saya dari tadi dia sudah mencari pria itu kemana-mana namun tidak mendapatkannya.


Padahal, ada sesuatu yang sangat penting yang harus dibicarakan dengannya jadi begitu Fernando duduk Aulia langsung berkata, "nenekmu baru saja menghubungi Ibu, katanya dia ingin mengangkatmu menjadi direktur dan sekarang kau harus pergi perusahaan karena nenekmu sudah menunggumu di sana untuk menandatangani berkas-berkas pengangkatan direktur baru."


Fernando yang mendengar itu tentu saja tidak memperdulikannya, dia hanya sibuk melayani istrinya.


Hal itu membuat Aulia menjadi agak kesal, jadi dia kembali menatap putranya dengan tegas sambil berteriak kecil, "Apakah kau mendengar ucapan ibu?!!"

__ADS_1


Fernando yang merasa bahwa makan siang mereka tidak akan berjalan dengan lancar jika dia tidak mengatakan sesuatu, maka akhirnya pria itu menatap ibunya sambil mendesah.


"Ibu, aku tidak akan pernah lagi kembali ke perusahaan Barata, jadi tidak usah mendengar hasutan nenek, karena mereka semua bukan orang yang bisa dipercaya." Fernando sangat mengejutkan Aulia.


Kesempatan emas seperti itu, Bagaimana bisa dilewatkan begitu saja? Mereka sekarang sudah memiliki rumah yang sangat besar, dan jika ditambah putranya yang menduduki jabatan direktur di perusahaan Barata, maka tidak ada satupun dari orang-orang yang akan merendahkan mereka.


Oleh sebab itu, Aulia berkata, "kau ini??? Jabatan direktur itu sangat penting, tidak sembarang orang bisa duduk di sana. Jadi kau harus mendapatkan jabatan ini!! Dengan begitu gajimu juga akan lebih besar dan bisa membeli rumah yang lebih besar dari ini!!!"


Ucapan Aulia langsung membuat 3 orang yang ada di sana kini terdiam menatap perempuan itu.


Benar-benar perempuan yang memiliki otak udang!!!


Ucapan suaminya langsung membuat Aulia mengerutkan keningnya, "Memangnya berapa gaji pelayan di sini sehingga dari tadi kau terus membahasnya dan membahasnya?!!" Kesal Aulia sembari melototkan matanya pada suaminya.


Dia terlampau kesal dengan perubahan suaminya selama beberapa waktu ini, terus saja pria itu membantah nya, terus saja pria itu melakukan sesuatu yang membuatnya kesal.


"Gaji pelayan di sini setidaknya berada di atas angka 100 juta sebulan." Jawab Fernando langsung membuat Aulia melototkan matanya dengan mulut terbuka sempurna.


100 juta lebih??

__ADS_1


Lebih baik uang itu untuk dia saja dan diinvestasikan, maka dalam beberapa bulan kedepan mungkin akan mendapat beberapa keuntungan!!!


Mengapa harus digunakan untuk menggaji semua pelayan?


"Itu,,, Bagaimana bisa gaji pelayan sampai menyentuh angka 100 juta??" Tanya Aulia dengan raut wajah tak percayanya menata putranya dengan bingung.


"Iya Bu, di rumah kami ada sekitar 20 pelayan, semuanya berbagi tugas untuk menjaga kebersihan rumah ini, jadi tentu saja banyak uang yang harus dikeluarkan untuk menggaji mereka setiap bulan juga sangat banyak." Ucap Fernando langsung membuat Aulia tertawa kecil.


"He he,, Kau pikir ibu akan percaya dengan ucapanmu?" Kesel Aulia dengan raut wajah yang kini berubah tak suka pada putranya.


Bayu yang melihat itu merasa sangat kesal, jadi dia menatap putranya sambil berkata, "Tidak usah berbicara dengan ibumu, dia itu benar-benar keras kepala dan tidak akan bisa diberi pemahaman. Pokoknya apapun yang akan kau lakukan, ayah akan selalu mendukungmu. Jadi kau tidak usah memperdulikan ibumu."


Aulia yang mendengar ucapan suaminya menjadi semakin kesal dia benar-benar tidak percaya bahwa Ketiga orang di rumah itu sekarang terus saja menentangnya dan apapun yang ia katakan tak pernah didengarkan oleh mereka.


Jadi perempuan itu dengan kesal mengambil makanan untuk dirinya sendiri lalu membawa makanannya ke kamar agar dia bisa makan dengan tenang tanpa melihat Ketiga orang itu.


Amira yang melihat itu hanya bisa menahan tawanya dan dia menikmati makan siangnya.


'Aku rasa hanya satu minggu di sini ibu mertuaku mungkin akan mati kesal,' ucap perempuan itu dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2