
Pada sore hari ketika Amira sudah keluar dari dunia ajaib, perempuan itu langsung memeriksa ponselnya dan melihat pesan dari suaminya yang mengatakan bahwa pria itu belum bisa untuk pulang.
"Hah,, apa yang begitu penting di kantor hingga dia tidak pulang selama 2 hari?" Amira berdecak kesal karena sejak 2 hari setelah perusahaan mereka memenangkan proyek perusahaan Rakin, suaminya belum juga kembali ke rumah.
Selalu sibuk di kantor hingga bermalam di kantor.
Amira berpikir sesaat dan merasa bahwa suaminya mungkin telah tergoda oleh perempuan lain sejak pria itu telah menjadi tampan karena dia merombak penampilannya.
"Awas saja kalau dia berani bermain api!!!" Geram Amira dengan kesal sembari meraih tasnya.
Perempuan itu lalu berjalan keluar dari kamar untuk menyusul suaminya ke kantor.
"Lho, kau mau kemana?" Aulia yang sedari tadi menunggu Amira keluar dari kamar langsung menghampiri perempuan yang terlihat hendak meninggalkan rumah.
"Aku mau ke kantor suamiku," jawab Amira dengan tatapan datarnya melihat ibu mertuanya yang tampak begitu ramah padanya.
"Ah,, kalau begitu kita pergi bersama saja. Kebetulan ibu juga ingin bertemu suamimu," ucap Aulia langsung bergegas kembali ke kamar untuk mendapatkan tas, lalu menyusul Amira yang telah berjalan keluar rumah.
__ADS_1
Begitu duduk di dalam taksi, Amira langsung memejamkan matanya menandakan bahwa dia tidak ingin diganggu oleh ibu mertuanya.
'Hah,,, perempuan ini,, kenapa dia masih sangat dingin seperti ini? Padahal aku sudah berusaha bersikap baik padanya!!' Aulia menggerutu kesal dalam hatinya sembari memperhatikan Amira yang tampak tenang memejamkan matanya.
Aulia menahan kekesalan nya sampai mobil mereka berhenti di perusahaan Barata.
"Amira, apa yang ingin kau bicarakan dengan suamimu?" Tanya Aulia memulai pembicaraan saat mereka sudah berada di dalam lift.
Dari tempatnya, Amira memperhatikan Aulia, 'perempuan ini, dia selalu saja ingin tahu urusan rumah tangga orang lain!!' Kesal Amira dalam hati lalu menjawab Aulia, katanya: "aku merindukan suamiku."
Beberapa detik, Aulia menyipitkan matanya, lalu perempuan itu langsung membuang muka dan ikut berkata, "aku juga merindukan putraku."
Begitu mereka tiba, Amira langsung melihat suaminya yang sedang sibuk berdiskusi dengan beberapa karyawan lainnya.
Tampak wajah Fernando sangat pucat dengan kantong mata hitam besar sangat melukai ketampanan pria tersebut.
'Sial!!!' umpat Amira dalam hati langsung mendekati suaminya dan tanpa ada aba menangkap kedua pipi pria itu.
__ADS_1
"Astaga suamiku,, apa yang terjadi padamu?!!" Tanya Amira begitu tak percaya bahwa hanya tiga hari begadang, suaminya akan tampak mengerikan seperti yang ia lihat sekarang.
Tetapi Amira begitu terkejut saat Fernando malah menghempaskan kedua tangannya lalu pria itu mundur menjauhi nya.
"Siapa kau?!!" Bentak Fernando yang merasa kesal melihat perempuan Asing tiba-tiba datang memegangnya secara sembarangan.
Mendengar pertanyaan suaminya, Amira langsung memperlihatkan wajah sedihnya sembari berkata, "Lho,, kau tidak mengenali istrimu lagi?"
Mendengar suara Amira, Fernando mengerjapkan matanya lalu dia memperhatikan perempuan cantik di depannya.
Baru saja Fernando akan berbicara ketika Aulia juga mendekat ke arah mereka.
"Astaga putraku, bagaimana bisa kau tidak mengenal istrimu lagi?" Ucap Aulia sembari menghela nafas menatap putranya.
Fernando kembali melihat Amira lalu pria itu menghela nafas dan melihat ke arah meja di mana semua orang yang satu tim dengannya sudah memperhatikan mereka.
"Rapat ditunda selama 15 menit, kalian boleh beristirahat sebentar." Perintah Fernando langsung membuat semua orang mengangguk meski dalam hati mereka semuanya bertanya-tanya tentang apa yang sedang terjadi.
__ADS_1
Terakhir kali mereka melihat istri Fernando yang gemuk dan tidak terlalu cantik, tapi sekarang.... siapa perempuan yang tiba-tiba datang mengaku ngaku sebagai istrinya?