Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
127. Melihat rumah yang diberikan keluarga Rakin


__ADS_3

Setelah membantu suaminya bersiap-siap ke kantor, Amira mengantar pria itu sampai ke depan hotel.


"Apa kau yakin aku akan membawa mobil ini?" Tanya Fernando yang merasa tak tega pada istrinya karena perempuan itu sudah tidak memilih di rumah, dan masakan sekarang dia harus membawa mobil mereka?


Tetapi Amira menganggukka kepalanya lalu berkata, "Yura akan datang menjemputku, katanya mereka memiliki kediaman kosong yang bisa kita tempati sementara sambil menunggu mendapatkan rumah untuk kita tempati."


Fernando sedikit terkejut dengan hal itu, tetapi setelah dia memikirkannya lagi bahwa istrinya telah banyak menolong keluarga itu, maka dia menganggukkan kepalanya, "Kalau begitu Kau beritahu aku jika kau membutuhkan sesuatu." Ucap pria itu.


"Tentu saja, aku akan memberitahukanmu nanti. Tapi oya, barang-barang kita yang ada di rumah kita juga telah diambil oleh nenek dan dipindahkan ke kediaman utama keluarga Barata. Apakah di antara barang-barang itu ada yang kau butuhkan? Aku akan pergi mengambilnya jika kau membutuhkan sesuatu." Ucap Amira yang cemas jika ada barang di antara barang-barang itu yang penting bagi suaminya.


Karena bagi dia sendiri, tidak ada barang yang penting, sebab barang-barang berharga yang ia miliki telah dia simpan di dunia ajaib agar aman dari segala orang yang berniat buruk padanya.


Tetapi Fernando menggelengkan kepalanya, "tidak ada yang penting selain pakaian yang dikenakan untuk bekerja, tapi kau tidak perlu pergi sendirian ke sana, dan nanti sore setelah aku kembali bekerja, barulah kita ke sana untuk mengambil barang-barang kita." Kata Fernando yang cemas bila istrinya malah diperlakukan tidak baik oleh keluarga Barata.


"Kalau begitu terserah padamu saja," ucap Amira sembari mengganggukkan kepalanya, lalu kedua orang itu kemudian berpisah dengan Fernando yang menaiki mobil untuk pergi bekerja.


Sementara Amira, perempuan itu menunggu beberapa menit sampai akhirnya Yura datang menemuinya, lalu mereka pergi bersama.


Begitu mereka di dalam mobil, Yura menatap Amira, "Amira, kakekku sangat berterima kasih atas bantuanmu terhadap keluarga kami. Jadi sebenarnya rumah yang akan pergi kita lihat ini adalah rumah yang sudah dipindah namakan oleh kakekku menjadi namamu.

__ADS_1


"Rumah ini adalah rumah yang disiapkan kakekku untuk hadiah pernikahan Dani ketika dia dewasa nanti, tapi kakekku berpikir untuk memberikannya lebih dulu padamu sebagai ucapan terima kasih keluarga kami atas pertolonganmu." Ucap Yura menjelaskan.


"Ahh, kalau begitu terima kasih atas pemberian kalian. Kebetulan sekali aku dan suamiku sangat membutuhkan tempat tinggal. Jadi kami tidak akan menolaknya." Ucap Amira sembari tersenyum dengan rasa penasaran dalam hatinya tentang kediaman seperti apa yang telah disiapkan oleh keluarga Rakin untuk mereka.


'Mungkinkah kediaman itu akan sebagus dengan kediamanku Di kehidupanku yang sebelumnya? Hah,,, padahal aku sudah berniat untuk membeli sebuah rumah di kawasan Luxury Grand House, tapi tidak apa, nanti aku akan memikirkannya lagi.' pikir Amira dalam hati yang tentunya tidak mau menolak pemberian dari keluarga Rakin.


Oleh sebab itu, Amira terus berbincang-bincang dengan Yura hingga mereka tiba di sebuah kompleks mewah yang mengejutkan Amira.


'Lho,,, rumah yang ingin ku beli juga ada di sini.' pikir Amira dalam hati sembari duduk di dalam mobil bersama dengan Yura.


Yura menatap ke luar jendela mobil sambil berkata, "Rumahnya terletak di sini, dan berada di zona S, yang memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Jika dilihat di kawasan ini, rumah-rumah tampak berdekatan dengan halaman yang tidak terlalu luas, tetapi di bagian dalam akan memiliki halaman yang lebih luas dengan pohon-pohon di sekitar rumah.


Setelah memverifikasi diri mereka menggunakan kartu akses yang ada di tangan Yura, maka mereka diizinkan masuk dan Amira bisa melihat berbagai rumah yang ada di tempat itu tampak sangat besar dengan penawaran kenyamanan yang terlihat sangat baik.


Tidak ada pagar pembatas antar rumah, tetapi ada banyak pohon yang ditanam yang menjadi pembatas antar rumah satu dengan yang lain, beberapa tiang-tiang juga dipasangi CCTV demi meningkatkan keamanan perumahan di tempat itu.


"Ini adalah rumah dalam kategori kelas 2, sementara rumah yang hendak diberikan oleh kakek kepadamu adalah rumah dalam kategori kelas 1." Ucap Yura terus menjelaskan pada Amira hingga mereka memasuki kawasan rumah kelas 1 yang hanya terdiri dari 3 rumah.


Rumah lainnya lebih kecil dari rumah yang lain sementara rumah yang didapatkan Amira adalah yang paling besar disitu.

__ADS_1


"Kita sudah sampai," ucap Yura ketika mobil mereka berhenti di halaman sebuah rumah yang begitu megah.


"Jadi ini rumahnya?" Amira tampak tenang keluar dari mobil sembari memandangi rumah yang akan menjadi rumah barunya.


Itu adalah rumah yang hendak ia beli, ternyata malah di hadiahkan padanya.


Ilustrasi Rumah baru Amira



Yura memperhatikan ekspresi Amira yang tampak tenang dan perempuan itu bertanya-tanya dalam hati.. Mengapa Amira sama sekali tidak terkejut dengan rumah yang diberikan oleh keluarga Rakin.


Padahal, Amira berasal dari keluarga yang bahkan tidak akan pernah mampu menginjakkan kaki di tempat yang sebagus itu, Jadi bagaimana bisa dia tampak biasa-biasa saja?


Tetapi Amira yang berdiri memandangi rumah itu berpikir dalam hati, 'ternyata rumah ini masih lebih kecil daripada yang kumiliki di kehidupan ke sebelumnya. Tapi tidak masalah, aku bisa mengumpulkan lebih banyak uang dan membeli rumah yang lebih baik dari ini.'



__ADS_1


__ADS_2