Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
80. Pergi untuk memeriksa Cucu Zahirka


__ADS_3

Hanya 6 butir dalam satu bulan!!!


Ramat menatap Ardan di depannya, 'jangan sampai pria tua ini menjadi egois dan tidak memberikan bahan obatnya jika dia tidak mendapat pil. Padahal, semua keluargaku membutuhkan pil tersebut!!' cemas Rahmat dalam hati.


Dan sesuai dugaan Rahmat, Ardan memghela nafas lalu berkata, "pil heksa adalah pil bersejarah, aku juga sangat membutuhkannya untuk cucuku yang sedang sakit. Sudah dari dulu aku menginginkannya, jadi kesempatan seperti ini tidak mungkin aku berikan pada orang lain. Lagi pula, bahan obat ini,, semuanya akan ku beri gratis."


Rahmat menggertakkan giginya mendengar ucapan pria di depannya, "mungkin saja cucumu masih bisa menunggu selama satu bulan ke depan.


"Tetapi keluargaku, jika tidak segera mendapatkan pil heksa, maka masing-masing dari mereka akan mengalami gangguan kesehatan berjangka panjang, bahkan sampai seumur umur hidup mereka." Ucap Rahmat mengepal tangannya.


"Hm,, tidak, cucuku juga menderita sejak lahir. Jadi aku harus mendapatkan pil ini sesegera mungkin, agar penderitaannya segera terselesaikan. Itulah sebabnya aku memberikan seluruh bahan obat ini secara cuma-cuma, bahan obat yang begitu langkah dan sedang diincar oleh semua orang dalam harga yang tinggi." Ucap Ardan.

__ADS_1


Rahmat tampak tak berdaya, pria itu lalu menatap Amira yang tampak tenang di tempatnya.


"Amira, apakah sudah tidak ada jalan keluar supaya kita mendapatkan satu tambahan pil?" tanya Rahmat begitu cemas jika salah satu anggota keluarganya tidak mendapatkan pil heksa.


Angelina terdiam sesaat memikirkannya lalu setelah beberapa saat, perempuan itu berkata, "mungkin saja ada pil lain yang lebih cocok untuk cucu Tuan Zahirka. Mungkin aku bisa memeriksa kondisi kesehatan cucu Tuan Zahirka sebelum memutuskan semuanya."


Rahmat langsung mengangguk "Ah benar!!! Sepertinya Amira harus memeriksa kondisi kesehatan cucumu dulu sebelum memastikan pil apa yang paling cocok untuknya." Ucap Rahmat kini berharap supaya cucu dari pria di depannya itu membutuhkan jenis pil yang lain agar mereka tidak perlu berebut pil heksa.


"Jangan berkata begitu!!" Sela Rahmat, "Amira memiliki kemampuan yang begitu ahli dalam mendeteksi penyakit. Asalkan dia melihatnya, aku yakin mungkin ada sebuah jalan lain. Biarkan dia mencobanya, lagipula kalau cucumu memang membutuhkan pil heksa, maka tidak ada salahnya jika Amira memeriksa nya terlebih dahulu." Ucap Rahmat.


Ardan tampak berpikir sesaat, lalu menganggukan kepalanya sembari menatap Amira dan berkata, "kalau begitu, sekarang juga kita ke rumahku dan kau bisa memeriksa cucuku."

__ADS_1


"Baiklah, kita berangkat sekarang," Amira langsung membuat semua orang di tempat itu berdiri untuk pergi ke kediaman keluarga Zahirka.


Yura pun tak mau ketinggalan, dia menempel erat pada Amira sembari turun ke lantai satu dan menaiki mobil keluarga Rakin.


Ardan berada di mobilnya sendiri, jadi yang berada di mobil keluarga Rakin hanya Amira, Rahmat dan juga Yura.


Rahmat langsung bekata, "aku harap cucu Ardan tidak membutuhkan pil yang sama dengan keluarga kita. Jika tidak,, pria tua itu tidak akan pernah memberikan bahan obatnya untuk diracik." Kata rahmat yang merasa cemas.


Karena meski keluarganya mampu membeli bahan obat yang dibutuhkan, tetapi untuk menemukan bahan obat itu di pasaran, sangatlah sulit dilakukan.


"Aku akan memeriksanya dengan seksama dan menemukan obat yang paling tepat selain pil heksa untuknya. Tapi meski aku berkata begini, aku harap kalian tidak terlalu berharap, sebab ada banyak pertimbangan untuk memberikan pil kepada seseorang." Ucap Amira langsung diangguki Rahmat.

__ADS_1


"Iya, aku mengerti. Aku percayakan semuanya padamu untuk menyelesaikan masalah ini." Ucap Rahmat.


__ADS_2