
"Tapi kau tahu kan? Aku adalah orang yang sangat berhati-hati. Jadi tidak mungkin aku mempercayainya begitu saja, aku berniat untuk membuktikannya dengan kami berdua meminum minuman beracun ini dan sama-sama meminum penawarnya." Ucap Amira mengejutkan semua orang.
Bahkan Leona dan teman-temannya juga sangat terkejut karena tidak menyangka bahwa Amira bisa mengetahui adanya racun di dalam minuman yang sudah mereka siapkan untuk Amira.
"Apa?!! Hana meracuni Amira?"
"Astaga,, Apakah itu benar?"
"Mengapa di meracuni seseorang di pesta seperti ini? Nama baik angkatan kita akan tercoreng kalau berita ini tersebar keluar!!!"
Orang-orang mulai bertanya-tanya satu sama lain, dan hal itu membuat Hana menjadi semakin gemetar di tempatnya, lalu dia menatap Leona.
Perempuan itu semakin ketakutan saat tatapan Leona memberinya tekanan yang begitu dalam, perempuan itu seolah mengingatkannya agar tidak pernah menyebut namanya!!!
__ADS_1
"Oh,, ayolah,, Mengapa kau sangat lama berpikir? Atau begini saja, kalau kau benar-benar tidak tahu tentang gelas ini, Kau bisa mengatakannya. Kita bisa mencari dalang sebenarnya dari racun yang ada di gelas ini," ucap Amira memancing Hana ketika dia melihat kontak mata antara perempuan itu dengan Leona.
Dan benar saja, Hana langsung menatapnya sambil berkata, "Apakah kau tidak akan menyalahkanku lagi kalau aku mengatakan orang dibalik racun itu?"
Amira tersenyum, "Tentu saja aku tidak akan menyalahkanmu, apalagi kalau kau hanya orang suruhan yang diancam untuk memberikan minuman ini padaku." Ucap Amira dengan mata yang sungguh-sungguh memberikan keyakinan pada Hana.
Hana yang bisa melihat mata meyakinkan Amira langsung berpikir dalam hati, 'benar, aku tidak peduli dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Tetapi, kalau aku sampai dibawa ke pengadilan hanya karena menuruti ucapan Leona, maka aku akan mati sendirian dan dipenjara sendirian.
Leona sangat terkejut melihat mata Hana yang tampak sangat aneh menatapnya, dan perempuan itu lebih terkejut lagi ketika Hana mulai berbicara.
"Gelas itu memang telah diberi racun!!!" Ucap Hana membuat semua orang terkejut dan menutup mulut mereka.
__ADS_1
Semuanya tak percaya bahwa Hana yang terkenal sebagai perempuan yang baik dan loyal terhadap siapapun kini sedang meracuni perempuan lain.
"Oh ya? Lalu?" Ucap Amira sembari menatap Hana dan memberikan keyakinan pada perempuan itu agar mengatakan yang sebenarnya.
Hana menatap Amira, "Itu,, racun itu adalah racun yang disiapkan oleh Leona, dan dia menyuruhku untuk memberikan racun itu padamu!! Dia bilang dia sangat marah dan dendam terhadapmu, karena pertemuan kalian di butik.
"Dia bilang dia ingin melihatmu mempermalukan diri di depan semua orang!!! Dia ingin kau bertelanjang di depan semua orang dan--"
"Cukup!!!!" Teriak Leona memotong ucapan Hana, "berani-beraninya kau berkata seperti itu?!! Kau sendiri yang memberikan racun itu pada Amira, Tapi sekarang kau malah membawa-bawa namaku?!!!"
Melihat gaya marah Leona, maka Amira begitu senang dan Tersenyum dalam hati, 'sekarang aku hanya perlu duduk dan menikmati cara mereka bertengkar.' ucapan perempuan itu dalam hati sembari kembali duduk di kursinya dan menatap dua perempuan yang kini mulai menyalahkan satu sama lain.
"Sial!!" Teriak Han pada Leona, "Apakah Kau pikir aku bodoh?? Aku sudah merekam seluruh pembicaraan kita di hari itu,, saat kau menyuruhku menjadi orang yang memberikan racun itu!!
__ADS_1
"Padahal, di antara semua orang yang berada di sisimu, ada banyak yang lainnya yang bisa memberikan racun itu pada Amira, tapi kau malah memilihku untuk memberikan racun itu!!
"Jadi sekarang aku begitu muak padamu dan aku akan memperdengarkan rekaman itu!!!" Geram Hana mengambil ponselnya dan menyalakan sebuah rekaman yang telah Ia simpan baik-baik di dalam ponselnya.