
Keluarga ketiga yang meninggalkan acara ulang tahun berpisah dengan keluarga Rakin, karena mereka menaiki mobil milik Fernando.
Fernando yang sementara menyetir menatap istrinya dengan dalam, lalu balik menatap jalanan sembari berkata, "dari mana kau mendapatkan semua barang-barang seharga ratusan juta ini?"
Bayu yang berada di bangku kedua langsung mengangkat wajahnya menatap ke arah Amira, dan ikut berkata, "iya Amira, kau tidak melakukan sesuatu yang buruk demi mendapatkan semua ini bukan? Ayah tidak mau mendapat masalah hanya demi barang-barang sebagus ini!!"
Amira tersenyum, lalu perempuan itu menatap suaminya dengan lembut dan berkata, "kau tahu, guruku semakin banyak mengajarkan banyak hal padaku, jadi keluarga Rakin memperkenalkanku pada beberapa keluarga kaya lainnya.
"Jadi setelah menyembuhkan beberapa keluarga mereka, aku mendapatkan uang lalu mengumpulkannya. Sebenarnya, sekarang ini aku sudah tidak punya uang sebesar pun, sebab aku pikir hari ini adalah hari yang penting jadi tidak boleh salah memakai pakaian.
"Aku tidak mau memberi kesempatan pada keluarga pertama dan kedua untuk mempermalukan keluargaku." Ucap Amira.
Fernando langsung menoleh ke arah istrinya begitu mendengar istrinya yang begitu memperdulikan mereka.
Dia hendak berkata sesuatu, tetapi Bayu lebih dulu berbicara, katanya: "Memangnya kau belajar pengobatan hingga bisa menyembuhkan orang-orang dari keluarga kaya?"
Amira mengangguk dengan pelan, "ya, Tapi sebaiknya Ayah merahasiakan ini dari ibu, karena aku takut nantinya ibu akan melakukan hal-hal buruk jika dia mengetahuinya," ucap Amira yang khawatir bahwa Aulia mungkin akan memanfaatkan para keluarga kaya yang disembuhkan oleh Amira.
Bayu dengan semangat menganggukkan kepalanya, lalu pria itu berkata, "kau tenang saja, Ayah akan merahasiakan semua ini!!"
Pria itu merasa sangat senang sambil melihat pakaian seharga ratusan juta yang ada pada tubuhnya, 'pokoknya, setelah pulang ke rumah aku harus menyimpan baju ini baik-baik supaya nanti masih bisa dikenakan,' pikir Bayu dalam hati yang merasa sangat bangga memiliki sebuah setelan yang berharga ratusan juta.
__ADS_1
Bahkan keluarga pertama dan kedua yang menjadi kesayangan kepala keluarga Barata pun tak mampu membeli pakaian itu, jadi dia merasa bangga dan merasa lebih baik daripada keluarga pertama dan kedua.
Sementara Fernando, dia menyimpan perkara itu dalam hatinya dan hanya terus fokus menyetir sampai mereka tiba di rumah.
Begitu turun dari mobil, ketiganya langsung disambut oleh Aulia yang duduk di sofa sambil mengupas-ngifas wajahnya yang memerah seperti kepiting rebus.
"Akhirnya kalian pulang juga!! Di mana makanan yang Kalian bawakan untuk ibu?!" Tanya Aulia sembari berdiri menatap tangan ketiga orang itu, dan perempuan itu mengerutkan keningnya saat melihat tangan seluruh orang tidak memegang apapun.
"Kalian!!! Kalian hanya pergi mengisi perut kalian dan melupakan ibu yang kelaparan di rumah?!!! Kalian sungguh tega!!!" Bentak Aulia pada tiga orang di depannya karena dia merasa sangat kesal.
Sedari tadi sore dia sudah menahan rasa laparnya, karena ia berpikir bahwa Ketiga orang itu akan pulang ke rumah membawakan dia makanan. Tapi apa yang terjadi, Ketiga orang itu melupakannya!!
Perempuan itu semakin kesal lagi ketika Bayu menjawabnya, "tidak ada makanan yang tersisa di tempat acara, lagi pula di dapur masih banyak bahan makanan yang kemarin di pesan online oleh Amira. Mengapa tak memasak saja? Sekarang aku harus ke kamar," kata Bayu langsung berlari pergi, sebab dia harus menyimpan rapi pakaian yang baru dia pakai.
"Kalian!! Apakah kalian sama sekali tidak kasihan pada ibu?!!" Teriak perempuan itu memandangi Fernando dan Amira yang menjauh darinya.
Sebelum menutup pintu kamar, Fernando kemudian berkata pada ibunya, "Maaf bu tapi kami juga lelah. Lagi pula Kenapa Ibu menunggu kami? Sementara di dapur sudah ada banyak bahan makanan? Atau kalau Ibu tidak mau memasak ,Ibu boleh memesannya secara online," ucap Fernando lalu menutup pintu kamarnya.
Melihat suami dan anaknya yang sudah mulai membatah seperti Amira, perempuan itu menjadi sangat marah, jadi Aulia melupakan rasa sakit di wajahnya dan berjalan cepat ke kamar putranya.
Dor!
__ADS_1
Dor!
Dor!
Aulia menggedor pintu kamar dengan keras membuat Fernando dan Amira yang sedang berganti baju kembali menoleh ke arah pintu.
"Kau gantilah bajumu biar aku yang berbicara dengan ibu," ucap Fernando berjalan ke arah pintu lalu pria itu membuka pintu dan keluar berbicara dengan ibunya.
"Kau! Amira sudah merasukimu hingga sekarang kau berani-beraninya membantah ibu?!! Bahkan membiarkan Ibu kelaparan?!! Kau sudah berharap agar ibumu ini mati supaya tidak ada lagi yang mengatu-ngatur kalian di rumah Ini kan?!!" Langsung teriak Aulia dengan marah memandangi putranya yang tampak terdiam di depannya.
"Ibu tenanglah, sekarang juga aku akan memasak untuk ibu," ucap Fernando segera berjalan ke arah dapur.
Lebih baik menuruti Ibunya dari pada perempuan itu merusak ketenangan malam mereka.
Sembari mengikuti putranya, Aulia terus berdecak kesal di belakang putranya.
"Hah!! Percuma saja memiliki menantu, sama sekali tidak berguna!! Tidak mau memasak, tidak mau berbelanja, bahkan dia memberitahukan Ibu tempat perawatan yang membuat wajah Ibu rusak begini!!!" Gerutu Aulia diabaikan oleh Fernando.
@interaksi
__ADS_1
Hehe... bukan otor yang di buli, tapi otor ketua geng para pembuli ulung!!! Ada yang mau ngantri jadi target selanjutnya???