Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
139. Melaksanakan taruhan


__ADS_3

Tetapi, Amira tidak berniat memberi jedah, perempuan itu segera berkata, "karena semuanya sudah terbukti, maka pihak yang kalah harusnya sudah melakukan konsekuensi dari taruhan yang ia buat sendiri. Dan aku sangat minta tolong pada Tuan penanggung jawab agar mengawasi pria ini melakukan segala hal yang Ia janjikan!"


Ucapan Amira langsung diangguki oleh sang penanggung jawab, "nyonya dan Tuan Tenang saja, akan saya pastikan bahwa pria ini akan pergi mendorong mobilnya mengetuk pintu seluruh kediaman di Luxury Grand House dan meluda di depan rumah itu lalu menjilati ludahnya sendiri!!!"


Gerald yang mendengar ucapan sang Penanggung jawab begitu terkejut hingga wajahnya menjadi pucat pasi, dan tubuh pria itu gemetar bersamaan dengan nafasnya yang menjadi sesak.


"I,, itu,,, tadi itu,, aku hanya bercanda!! Jadi bagaimana bisa kalian benar-benar menyuruhku melakukan hal itu?" Ucap Gerald dengan bibir gemetar.


Pria itu kini ketakutan jika dia benar-benar harus melakukan taruhan yang telah mereka sepakati.


Namun, Amira tidak akan membiarkan pria itu jadi dia berkata, "seorang laki-laki tidak akan mengingkari ucapannya sendiri, lagi pula di sini ada banyak saksi!! Akan memalukan kalau kau mengingkari janjimu itu, dan meskipun kau mau melakukannya, maka aku tidak akan membiarkannya!!"


Gerald yang mendengar ucapan Amira dan melihat senyum merendahkan dari perempuan itu langsung merasakan seluruh tubuhnya menjadi lemas dan tak tahan lagi menopang tubuhnya.

__ADS_1


Ketika dia hendak terjatuh ke tanah, sang petugas langsung menopang tubuh pria itu dan menariknya ke belakang mobilnya.


"Cepat dorong mobilmu dan kunjungi satu persatu rumah di kompleks ini!!! Aku akan mengawasimu!!!" Ucap sang petugas membuat Gerald semakin gemetar di tempatnya.


"Ah,,, Aku juga berharap ada rekaman untuk hal ini dan akan sangat bagus jika diunggah di internet." Tiba-tiba kata Amira langsung membuat Gerald menatap perempuan itu.


"Apa katamu?!!!" Tanya pria itu dengan dada naik turun karena amarah yang ditahan.


"Ya, aku akan mendapatkan videonya dan menguploadnya di internet... Tapi jika kau langsung mendorong mobilmu sekarang dan mengunjungi rumah pertama, maka aku mungkin akan memberimu keringanan." Ucap Amira langsung membuat Gerald menggertakan giginya tetapi pria itu dengan cepat mendorong mobilnya.


Sembari menelan air liurnya, maka Gerald menghentikan dorongan mobilnya dan berjalan ke arah pintu rumah.


Tok tok tok....

__ADS_1


'Aku harap tidak ada orang di rumah ini, kalau tidak, aku akan begitu dipermalukan di depan semua orang!!!' ucap Gerald dalam hati yang merasa begitu malu jika hendak meludah di depan orang rumah itu dan menjilatnya kembali.


Namun harapannya langsung musnah ketika pintu terbuka memperlihatkan seorang Pria tua yang keluar bersama seorang anak kecil berumur 7 tahun.


"Siapa?" Tanya pria tua itu sembari menatap Gerald dengan bingung.


Bahkan pria tua itu juga kebingungan melihat ada banyak orang di jalan raya yang melihat ke arah rumah mereka.


Gerald menelan air liurnya, lalu pria itu berkata, "aku kalah taruhan dengan seseorang dan harus meludah di depan rumah Anda lalu kembali menjilatinya. Mohon Tuan mengizinkan saya melakukannya."


Sang pria tua mengerutkan keningnya melihat pemuda di depannya, lalu pria itu berkata, "kau pikir rumahku apa hingga aku harus mengijinkanmu Meludah di depan rumahku?!! Dasar pemuda tidak sopan!! Cepat pergi dari sini!!!"


Bentakan pria tua itu membuat Gerald semakin gemetar, tetapi kalau dia tidak melakukan hal tersebut di depan rumah pria tua itu, maka dia tidak bisa lanjut ke rumah kedua.

__ADS_1


Dan hal itu akan membuat Amira menjadi marah dan bisa saja merekamnya hingga menyebarkannya di internet.


__ADS_2