Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
273.


__ADS_3

Keesokan harinya, maka orang-orang yang dibayar Amira untuk mencari tahu informasi kedua orang tuanya akhirnya menghubungi Amira dan mengatakan bahwa mereka memerlukan darah Amira untuk melakukan tes DNA karena kuburan kedua orang yang diduga sebagai orang tua Amira telah ditemukan.


Maka pada pukul 09.00 setelah mereka sarapan, keduanya hendak meninggalkan kediaman ketika Aulia menghampiri mereka dengan terburu-buru.


"Tunggu!!!" Teriak perempuan itu langsung membuat Amira dan Fernando menghentikan langkah mereka.


"Ada apa Bu?" Tanya Fernando.


"Ibu harus ikut dengan kalian! Pokoknya Ibu harus keluar untuk pergi ke kediaman keluarga Barata." Ucap Aulia langsung membuat Amira mengerutkan keningnya.


Dia tahu kalau perempuan itu berusaha untuk keluar, tetapi dia tidak memberi celah untuk Aulia hingga perempuan itu mungkin sudah sangat kesal.


Namun, tentu saja hari itu juga Amira tidak akan membiarkannya keluar dari rumah.

__ADS_1


Jadi dia langsung berkata, "Maaf sekali Bu, tapi mobil suamiku hanya bisa ditumpangi oleh dua orang."


Setelah mendengar ucapan Amira maka Aulia memperhatikan mobil Fernando dan melihat bahwa ternyata mobil sport itu hanya untuk dua orang, tidak ada kursi tambahan di bagian belakang.


"Itu,,," Aulia menggertakakn giginya lalu dia berkata, "jadi bagaimana ini? Ibu sama sekali tidak punya baju ganti, semua barang-barang ibu baik yang berharga maupun yang sudah tidak berharga tertinggal di kediaman keluarga Barata.


"Ayah kalian tidak mau memberitahu rumah kita adalah unit berapa. Cepat katakan pada ibu karena nanti nenek kalian akan datang kemari dan ibu kebingungan harus mengatakan unit berapa."


Ucapan Aulia membuat Amira menahan tawanya, "ini adalah rumah paling besar di kompleks ini, berada di kelas S dengan rumah tingkat 1." Ucap Amira langsung diangguki oleh Aulia.


Perempuan itu kemudian menelpon Rena agar mereka datang Karena dia sudah mengetahui unit rumah mereka.


Sementara Amira dan Fernando, keduanya melanjutkan perjalanan mereka hingga mereka tiba di sebuah Rumah sakit terbesar di ibukota dan melakukan pengambilan sampel untuk tes DNA.

__ADS_1


Setelah itu, keduanya kemudian keluar dari rumah sakit dan berencana makan siang bersama ketika dalam perjalanan Aulia kembali menelponnya.


"Halo Bu," jawab Fernando.


"Nenek kalian sudah berada di depan kompleks, tapi mereka tidak bisa masuk karena penjaga itu mengatakan bahwa tidak ada penghuni bernama Aulia di kediaman kita. Jadi mereka tidak mau mengijinkan nenek kalian masuk, jadi coba kau yang berbicara dengan penjaga agar mereka mengizinkan nenekmu masuk." Ucap Aulia dari seberang telepon langsung membuat Amira dan Fernando saling bertatapan.


Setelah beberapa detik Amira memberi anggukan pada Fernando agar suaminya mengatakan setuju pada Aulia.


Maka dengan segera Fernando mengiyakan ucapan ibunya lalu pria itu menatap Amira dengan bingung, "kau benar-benar akan mengizinkan Mereka pergi ke rumahmu?" Tanya Fernando yang merasa bahwa dia sudah terlampau kesal dengan keluarga itu.


Sedari dulu mereka dikucilkan, dan sekarang hanya karena mengetahui bahwa keluarga Barata akan bangkrut jika tidak ada keluarga ketiga, maka mereka dengan cepat melakukan segala sesuatu untuk mendekati mereka.


"Hm,,, Tentu saja tidak, kita akan membiarkan mereka menunggu di depan kompleks." Ucap Amira sembari tersenyum nakal memperhatikan suaminya yang kemudian mengemudi menuju restoran.

__ADS_1


Dia ingin memberi pelajaran pada keluarga itu hingga mereka bisa merasakan bagaimana rasanya diacuhkan dan tidak diperdulikan.


__ADS_2