Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
211. Pura-pura jatuh


__ADS_3

Orang-orang yang membawa Amira dan Fernando akhirnya menghentikan mobil mereka di sebuah gudang dan membawa kedua orang itu ke dalam gudang.


"Hey, turunkan pistolmu darinya." Ucap seorang pria yang merasa aneh bahwa rekannya tidak pernah menurunkan pistol dari kepala Amira.


"Kau Jangan menganggap remeh mereka, aku dengar mereka orang yang licik, Aku tidak mau kalau kita sampai kecolongan dan sampai membuat Tuan memarahi kita." Ucap pria itu terus berjalan sembari menodongkan pistol ke arah kepala Amira hingga kedua orang itu akhirnya disuruh duduk di dua kursi yang diletakkan di dalam gudang.


Setelah duduk, Fernando dan Amira kemudian diikat dengan kencang.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Fernando sembari melirik ke arah istrinya dengan perasaan cemas memenuhi seluruh hatinya.


Amira menganggukkan kepalanya dengan senyum di bibirnya, lalu perempuan itu menjawab, katanya: "aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?"


"Jangan khawatirkan aku, aku tidak apa-apa," kata Fernando langsung membuat hati Amira begitu lega, karena dia berpikir bahwa selama di dalam mobil, orang-orang itu mungkin telah melakukan sesuatu pada suaminya yang tampan.


Orang-orang yang menculik Amira dan Fernando berdiri menatap dua orang itu dengan salah seorang menghubungi Tuan mereka.


"Kami sudah mendapatkan kedua sanderanya dan membawanya ke tempat yang sudah kita sepakati." Ucap pria itu pada orang di seberang telepon.


"Aku ke situ," jawab seseorang dari seberang telepon lalu panggilan Itu dimatikan.

__ADS_1


Baru saja panggilannya dimatikan, hujan deras tiba-tiba datang mengguyur tempat itu, langsung membuat beberapa orang yang ada di luar kini berlari ke dalam sambil membawa beberapa makanan dan alat pemanggang.


Maka semua orang kemudian sibuk membuat makanan mereka dengan Amira yang menatap ke arah salah seorang pria yang ditugaskan terus menjaga mereka.


"Hei kau,, Aku ingin ke toilet." Ucap Amira langsung membuat pria itu menatap Amira dengan mata yang dicipitkan lalu dia melihat ke arah teman-temannya.


"Katanya perempuan ini ingin ke toilet," ucap pria itu langsung membuat semua orang melihat ke arah mereka.


"Hais!!! Lepaskan ikatannya!!!" Ucap salah seorang pria sembari berdiri mencabut pistolnya dari belakangnya lalu mengarahkannya ke Amira dan menuntun perempuan itu menuju toilet.


Begitu Amira membuka pintu toilet untuk masuk ke dalam, dia terkejut Ketika sang pria juga ikut berdiri di depan toilet dan terus menodongkan pistol ke arahnya.


"Heh,, Kau pikir aku tertarik padamu?!" Kesal pria itu langsung menutup pintu kamar mandi lalu dia tetap berada di dalam toilet tersebut sembari membelakangi Amira.


Hal itu membuat Amira menjadi sangat kesal, tapi untunglah dia menemukan sebuah kain di tempat itu jadi dia menutupi tubuhnya dengan kain itu dan berpura-pura buang air kecil.


Setelah selesai, dia keluar dengan pengawasan pria itu.


Sembari berjalan untuk kembali ke ruang utama gudang itu, Amira memperhatikan pria yang berjalan di depannya.

__ADS_1


"'Aku hanya perlu berpura-pura menjatuhkan diri dan menyentuh pistol itu, setelahnya bisa mengirimnya ke dunia ajaib tanpa diketahui oleh mereka,' pikir Amira dalam hati lalu dia kemudian melihat sebuah balok kecil yang ada di tengah jalan.


Maka dia sengaja tersandung oleh balok itu dan menjatuhkan diri ke depan.


"Ahhh!!!" Amira berpura-pura berteriak dengan mata perempuan itu terfokus pada pistol yang diletakkan di saku belakang pria yang berjalan di depannya.


Maka dia mengulurkan tangannya dan menyentuh sedikit pistol itu.


Sh!


Pistol itu langsung menghilang dan tidak disadari oleh pria itu, karena Amira bahkan menubruk pria itu dengan keras.


Buk!


"Ahhh!! Sial!! Siapa yang menaruh benda itu di tengah jalan?!!" Langsung teriak Amira sembari menoleh ke arah balok kecil yang baru saja menjadi dalang dari kejatuhannya.


Maka pria yang memegang pistol langsung menendang balok kecil itu lalu tetap fokus pada Amira yang kini berusaha untuk berdiri.


"Periksa dia!" Perintah pria yang memegang pistol langsung membuat pria yang ada di depan Amira memeriksa perempuan itu dan tidak mendapati satupun barang melekat di tubuh Amira.

__ADS_1


Karena memang ponsel dan tasnya ditinggalkan di mobil, hanya suaminya saja yang membawa dompet.


__ADS_2