Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
162. Tidak mampu membayar baju


__ADS_3

'Perempuan itu,,,' Amira mengerutkan ke dia mendapatkan ingatan Amira yang dulu menghuni tubuhnya.


'Sial!!! Jadi perempuan ini yang telah melukai Amira??' Geram Amira dalam hati menatap perempuan di depannya dengan tatapan tajam yang dipenuhi rasa dendam.


Tetapi ketika dia berpikir untuk menghampiri perempuan itu, Amira menghentikan langkahnya memperhatikan pakaian yang dikenakan oleh perempuan itu.


'Hm,, daripada memberinya pelajaran di sini, dan tidak ada yang melihatnya, sebaiknya aku tunggu saja di acara reuni.' pikir Amira dalam hati lalu dia segera berbalik mengikuti pelayan sambil melirik sinis ke arah perempuan yang tampak bahagia mengenakan gaun yang indah di tubuhnya.


Amira kemudian diantar oleh pelayan untuk melihat-lihat dan mencoba beberapa pakaian.


"Ini sangat bagus, tapi aku rasa ini tidak terlalu bagus untuk kekenakan di acara reuni." Ucap Amira memandangi pakaian yang ada di tubuhnya, lalu perempuan itu berbalik untuk mengambil pakaian lain lagi.


Ketika dia menarik sebuah pakaian yang tergantung pada hanger, tiba-tiba saja dia merasakan hanger itu terlalu keras untuk ditarik.

__ADS_1


"Apa ini!!" Ucap Amira dengan keras menarik hanger itu hingga terlepas dari dalam dan suara robekan terdengar.


Sontak saja Amira terkejut melihat pakaian yang telah robek, lalu dia melihat ke seberang dan menatap perempuan yang tadi mencoba pakaian ternyata juga menarik pakaian itu.


"Astaga,,, seseorang merusak pakaian di sini!!!" Langsung teriak perempuan itu membuat beberapa pelayan yang melayani mereka berdua langsung datang ke arah mereka.


"Ya ampun,," pelayan yang bersama Amira langsung memeriksa pakaian yang ada di tangan Amira dan melihat bahwa sebuah rendanya memang tercopot dari pakaian tersebut.


Perempuan bernama Leona langsung menatap Amira dengan senyum mengejek sambil berkata, "Aku hendak mengambil gaun itu, tetapi tidak menyangka dia tidak mau memberikannya padaku dan malah berakhir merusaknya. Bagaimana ini, padahal gaun itu pasti bukanlah gaun yang murah!"


Setelah itu, Amira menatap semua orang, "Semua orang melihat ku berdiri di sini, aku mengambil hangernya dari sisi ini, sementara yang rusak adalah sisi sebelahnya.


"Menurut kalian apakah aku akan merusaknya dari sisi sebelahnya, di mana perempuan itu berdiri dan bukannya dari sisi di mana aku berdiri?" Kata Amira sambil tersenyum membuat pelayan yang menemani Amira menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ah benar, setiap pakaian selalu disekat satu kaca, Jadi tidak mungkin mudah untuk merusak sisi yang sebelah sana dan semua pakaian ini sudah diatur menghadap ke satu arah, jadi tentulah--"


"Diam!!" Selah pelayan senior yang menemani Leona di tempat itu.


Pelayan yang menemani Amira langsung menutup mulutnya lalu dia menata pelayan senior itu sambil meramas tangannya.


"Nona Leona tidak mungkin melakukan kesalahan, jadi karena pakaian itu terdapat di tangan Nona, maka Nona harus mengganti pakaian itu." Ucap pelayan senior itu menatap Amira, lalu dia berbalik menatap Leona, "maaf atas ketidaknyamanan nya, sekarang kita bisa mencari pakaian lain yang Nona bisa coba." Ucap pelayan itu langsung membuat Leona tersenyum menyinyir Lalu dia pergi dengan wajah angkuhnya.


Tetapi Amira tidak mau membiarkan masalah itu begitu saja, jadi dia tertawa.


"Ha ha ha... Aku pikir dia berasal dari keluarga kaya raya karena penampilannya yang begitu menampakkan seorang perempuan yang kaya, tapi ternyata hanya untuk mengganti pakaian ini saja dia tidak sanggup melakukannya.


"Ck,,, bahkan mencari orang lain untuk menutupi kesalahannya. Cih,, dasar miskin dan tidak beradab!" Kata Amira menyerahkan pakaian itu pada pelayan yang ada bersamanya.

__ADS_1


"Pegang ini dan aku akan membayarnya nanti, tidak perlu memperdulikan orang yang sok berlagak kaya tapi sebenarnya tidak memiliki kemampuan untuk membayar baju ini!!!" Ucap Amira dengan senyum provokasi menatap Leona yang kini menghentikan langkahnya sambil menyepal erat tangannya.


'Mari kita lihat kemampuanmu,' ucap Amira dalam hati yang sebenarnya tidak tahu nama perempuan itu, dia hanya mengingat wajahnya saja tanpa tahu nama dan asal keluarganya.


__ADS_2