Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
186.


__ADS_3

Setelah berbicara dengan Amira, maka Arifin tidak membuang-buang lebih banyak waktu lagi.


Pria itu segera melakukan panggilan telepon pada Daren untuk bertemu.


Dan setelah 2 jam kemudian, pria itu telah berada di rumah sakit untuk berbicara dengan Daren.


"Bagaimana? Kau sudah berubah pikiran?" Tanya Daren langsung membuat Arifin tersenyum lalu pria itu menatap pria depannya dengan tatapan penuh makna.


Daren tersenyum dalam hati, "Begini, Tuan Daren maherson yang terhormat, aku akan memberitahu identitas orang yang telah menyembuhkanku hanya dengan satu obat, hingga penyakitku yang didiagnosa akan membunuhku dalam satu bulan langsung sembuh.

__ADS_1


"Tapi sebelum itu sesuai dengan kata-kata mu, maka aku akan melihat dulu apa yang kau punya untuk diberikan padaku." Ucap Arifin sembari memperhatikan pria di depannya.


Daren langsung tersenyum lalu pria itu menatap Arifin dengan penuh makna, "semua demi kakekku. Tentu saja aku akan melakukan apapun. Jadi, apa yang kau inginkan?" Tanya Daren.


"Aku ingin 50% sahammu di grup Maherson. Selain itu, aku juga ingin mulai sekarang hubungan kerjasama Kita bukan lagi antara tuan dan bawahan melainkan menjadi partner bisnis." Ucap Arifin sangat mengejutkan Daren.


Dia sama sekali tidak menyangka bahwa pria di depannya akan dengan tidak tahu malunya berkata seperti itu.


Arifin yang melihat pria di depannya tampak berpikir dalam langsung tersenyum dan berkata, "baiklah, kalau kau tidak mau memenuhi permintaanku maka kita bisa kembali ke kontrak yang lama. Tapi aku ingatkan sekali lagi padamu, bahkan jika kau membunuhku, aku tidak akan pernah menyatakan nama orang itu.

__ADS_1


"Karena aku juga memberitahukan ini padamu sebab ada syarat yang ingin aku ajukan, yaitu supaya keluarga Maherson menyembunyikan identitasku sebagai orang yang membongkar identitasnya yang telah menyembuhkan aku." Tegas Arifin sembari tersenyum penuh kemenangan memandangi pria di depannya.


Hal itu membuat Daren menggertakkan giginya, lalu mengepal erat tangannya sembari menatap Arifin, "tunggulah di sini sebentar, aku akan membicarakannya dengan keluargaku," kata pria itu tanpa menunggu persetujuan dari Arifin lalu dia segera berdiri untuk menemui keluarganya.


Begitu keluar dari ruangan, Daren langsung menendang tembok, "Sialan!!! Dia pikir dia itu siapa? Dia hanya pemilik sebuah Kasino, Bagaimana bisa dia mau mendapatkan saham dari keluarga Maherson?!! Tidak masuk akal!!!!" Geram Daren yang merasa sangat marah dengan kelancangan Arifin.


Seorang bawahan yang dari tadi menunggu Daren langsung menghampiri pria itu dan berkata, "Tuan, Saya sudah mendapatkan informasi. Ketika Tuan Arifir Borman selesai membeli bahan obat herbal, pria itu pergi menemui seseorang di Luxury Grand House.


"Bahkan saya sudah mendapat informasi bahwa dia menelepon salah satu keluarga Barata yang tinggal di kediaman itu. Dan lagi, keluarga Barata yang adalah Fernando dan istrinya juga memiliki hubungan dengan keluarga Rakin.

__ADS_1


"Mereka beberapa kali pergi ke kediaman keluarga Rakin, tepat sebelum dan sesudah cucu keluarga Rakin disembuhkan.


"Dan informasi lain yang saya dapatkan ternyata keluarga Zahirka juga memberikan bahan obat kepada keluarga Rakin, tapi kedua keluarga itu sama sekali tidak bisa dilacak, sampai sejauh mana hubungan mereka dengan keluarga ketiga Barata." Lapor sang bawahan pada Daren.


__ADS_2