
Setelah mengganti pakaiannya, Amira kembali ke mejanya lalu melanjutkan makannya.
Ia terkejut saat beberapa pelayan tiba-tiba menghampirinya dengan membawa beberapa makanan lain.
"Ada apa ini?" Tanya Amira merasa heran dengan para pelayan yang meletakkan makanan di atas meja Amira.
Sang manager restoran langsung menghampiri Amira, "Ini adalah ucapan terima kasih kami karena tadi Nona sudah membantu kami mengatasi masalah di sini. Berkat Nona, anak kecil itu baik-baik saja." Ucap Sang Manager yang merasa lega.
Jika saja anak kecil itu meninggal atau apa, maka restoran mereka mungkin akan gulung tikar karena sala satu pelayan mereka menjadi penyebab kematian putra dari keluarga Rakin.
"Oh,, kalau begitu, bungkus saja semuanya ini dan kirim ke panti asuhan." Ucap Amira mengejutkan semua orang.
Sungguh perempuan yang baik hatinya!!
"Nona jangan khawatir, kami akan mengirim beberapa makanan lagi," ucap sang manager.
Akhirnya Amira menikmati makanan yang diberikan pihak restoran, lalu setelahnya perempuan itu pergi meninggalkan restoran untuk berbelanja.
Pada sore hari ketika dia masih berada di pusat perbelanjaan, teleponnya berdering memperlihatkan nama suaminya, jadi dia langsung menyuruh suaminya untuk menjemputnya.
"Sayang!!!" Amira dengan semangat menghampiri suaminya yang berdiri di samping motor bututnya.
Tetapi sebelumnya, Amira menyimpan semau barang belanjaannya ke dunia ajaib.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Fernando memperhatikan Amira yang keluar dari pusat perbelanjaan, namun di tangannya tak terdapat satu pun barang belanjaan.
"Oh, ya,, aku datang menemani temanku, tapi dia sudah pulang duluan," ucap Amira.
Fernando hanya mengangguk, dia langsung menebak kalau Amira tidak membeli apa pun karena tak punya uang.
Jadi dia merasa bersalah pada istrinya.
"Lain kali kalau kau mau menemani temanmu berbelanja, kau bisa mengatakannya padaku supaya aku memberimu uang." Ucap Fernando disambut senyuman Amira.
"Tentu! Aku pasti akan mengatakannya!!" Ucap Amira langsung memeluk Fernando hingga pria itu sangat terkejut.
Mereka berada di tempat umum!!
Amira tersenyum menatap suaminya, "Jadi kalau di rumah aku bisa memelukmu?" Ucap Amira menggoda suaminya.
Sontak saja wajah Fernando menjadi merah, bagaimana bisa istrinya berkata begitu?
"Baiklah, kita berangkat sekarang," ucap Amira yang tidak mau tinggal terlalu lama menggoda suaminya.
Mereka punya hal penting untuk dilakukan.
Jadi keduanya kemudian menaiki motor dengan Fernando yang merasakan jantungnya berdegup kencang sebab apa yang telah dilakukan oleh Amira.
__ADS_1
"Kita pergi ke salon A," ucap Amira sambil memeluk suaminya saat motor mulai berjalan.
Fernando menahan nafasnya beberapa detik, lalu pria itu berkata, "Baik."
Motor pun melaju ke jalanan dengan sepasang suami istri itu sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
Barulah ketika mereka hampir tiba lalu Amira bertanya, "Bagaimana perkerjaanmu di kantor?"
"Entahlah, aku berusaha mendapatkan proyeknya, tapi ini akan sulit karena Sepupu pertama mendapat kesempatan untuk lebih dulu mencobanya. Sepupu pertama akan pergi ke kantor Grup Rakin besok pagi." Ucap Fernando.
"Rakin? Keluarga Rakin?" Tanya Amira memastikan.
Perempuan itu langsung teringat akan anak kecil yang ia selamatkan tadi siang, manager restoran mengatakan kalau mereka berasal dari keluarga Rakin.
"Iya, Keluarga Rakin adalah keluarga besar, tidak bisa dibandingkan dengan keluarga kita. Proyek yang diperebutkan kali ini adalah proyek dari group Rakin." Ucap Fernando menjelaskan.
"Hm,, begitu, lalu apakah kau sudah menyiapkan proposal nya?" Tanya Amira.
"Aku sementara mengerjakannya." Ucap Fernando.
"Baiklah, aku yakin suamiku pasti bisa." Ucap Amira mengeratkan pelukannya pada Fernando sembari Menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.
Perilaku Amira semakin membuat jantung Fernando berdebar tak karuan.
__ADS_1