Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
Ch .100 Giok Sabit hitam


__ADS_3

Shi Long ingin menolong Chu tian namun Chu Fen tidak membiarkan hal itu terjadi, pada akhirnya mereka terus bertarung dengan Shi Long yang mulai panik dengan kondisi Chu Tian.


Disisi Chu Tian dia masih berdiri dengan menahan sakit dipunggungnya, dia yakin itu bukan Belati biasa.


"Bagaimana apakah menyenangkan, itu adalah belati bintang kembar yang aku ciptakan sendiri dengan permata bintang. kau tidak akan selamat dari ini" ucap Sing wei kemudian menendang perut Chu Tian hingga Chu Tian terlempat dan menabrak batu besar.


Uhukk....


Belati dipunggung Chu Tian menusuk semakin dalam membuat Chu Tian memuntahkan darah segar.


Tanpa energi spiritual Chu Tian kesulitan menahan semua serangan Sing wei .


"Aku Tidak akan menyerah lagi" ucap Chu Tian pelan dia mencoba bangkit dengan menahan rasa sakit ditubuhnya.


Chu Tian mengerakkan Tangannya dan Pedang elemen bergerak mengikuti tangan Chu Tian.


"Jika aku harus mati maka kau juga harus mati, aku tidak akan membiarkan orang sepertimu memiliki kristal sembilan warna" ucap Chu Tian , kemudian Chu tian melesatkan pedang elemen dengan cepat kearah titik Vital sing Wei.


Sing wei yang masih terkejut tidak berbuat banyak..


Jlebb....


"Wu Mei....! dasar bodohh" teriak Sing Wei yang baru saja diselamatkan oleh wu Mei dengan cara menahan pedang Chu Tian dengan Tubuhnya.


"Ibundaaaa...." teriak Chu Kia dan Chu Fen mereka lalu berlari kearah Wu Mei.


Disisi lain Chu Tian jatuh berlutut karena dia telah mengerahkan seluruh tenaganya yang tersisa.


"Pangeran apa kau baik baik saja" tanya Shi Long yang baru saja menghampiri Chu Tian.


"Tidak aku tidak apa apa, hah.. tolong cabut belati itu" ucap Chu tian dengan nafas terputus putus.


Bagaimanapun seorang kultivator tanpa energi spiritual sama halnya dengan manusia biasa.


"Belati apa ini sampai bisa melukaimu pangeran" tanya Shi Long sambil melihat dua belati yang kini sudah berlumuran darah.


"Ini belati bintang kembar, belati ini terbuat dari permata bintang, hal yang paling dilarang didunia dewa permata bintang bisa menjadi teman yang tangguh dan juga musuh yang menakutkan bagi para dewa" ucap Chu Tian sambil mencoba berdiri.


"Permata bintang.. tidak tidak kau seorang dewa darahmu tidak boleh menyentuh permata bintang, kau akan kehilangan status dewamu, tidak ini tidak boleh terjadi pasti ada cara untuk mengatasi ini aku yakin itu" ucap Shi Long dengan panik.

__ADS_1


"Aku tidak masalah tentang itu, sekarang tolong aku hancurkan titik formasi yang ada dibelakang Sing Wei itu agar energiku bisa kembali" ucap Chu Tian sambil menunjuk kearah Sing wei yang sedang mengurus wanitanya.


"Aku mengerti pangeran" ucap Shi long lalu mengendap endap kearah Sing Wei


Shi Long kini berada dibelakang Sing Wei dan dia mencoba menghancurkan formasi kubah hitam dengan belati yang menancap di punggung Chu Tian.


Karena masih ada darah Chu Tian di belati itu kubah hitam itu bisa dihancurkan dengan mudah.


yah kubah hitam itu terbuat dari campuran darah manusia dan juga batu beast spirit langka dan hanya bisa dihancurkan oleh darah dewa atau dengan membunuh penggunanya.


prankkk.....


"Apa.. tidakkkk" teriakSing wei saat menyadari kubah hitamnya pecah.


"Sing wei sekarang giliranmu untuk mati" ucap Chu Tian dari jauh dia menarik pedang elemen dengan energinya.


"keparat kauu beraninya membunuh kekasihku dan sekarang kau masih berani menantangku aku akan membunuhmu" sing wei begitu marah atas kematiaN Wu mei namun sebenarnya dia tidak sepenuhnya marah karena orang yang dia cintai mati.


Dia marah karena kehilangan bidak yang cukup penting baginya.


"Chu Tian teganya kau membunuh ibuku" ucap Chu Kia sambil berlinang air mata.


"memang kenapa...? dia juga bukan ibu kandungmu kan " ucap Chu Fen dengan sinis.


Chu Tian terkejut saat mengetahui bahwa Chu Fen tau tentanag identitasnya.


"bagaimana kau tau tentang itu, dan ya meskipun dia tidak melahirkanku tapi dialah yang merawatku " ucap Chu Tian


"Mudah saja, saat kau diantar dua orangdengan pakaian putih ibu dan juga aku melihatnya dan bisa disimpulkan kau adalah anak dewa dan karena itulah ini semua terjadi padamu" ucapChu fen dengan sinis.


"Sudah i omong kosongmu itu , cepat lawan dia" ucap Sing wei dengan nada marah dan menunjuk kearah Chu Tian.


"Tapi Ayah aku..."


"Lakukannn....!!" teriak Sing wei pada Chu Fen dan membuatnya seketika berlari kearah Chu Tian.


"Sudah kubilang kau bukan lawannya" ucap Shi long yang menghadang Chu Fen .


"Arrggghh minggir kauu" teriak Chu Fen sambil menyerang Shi Long dengan bertubi tubi.

__ADS_1


"Kau jangan lupa energi spiritualku telah kembali" ucap Shi Long Lalu menyerang Chu Fen.


"Tapak naga biru ,api pembekuu.." teriak Shi Long sambil melayangkan pukulan tapaknya tepat di dada Chu Fen.


Chu Fen termundur beberapa meter sambil memegangi dadanya yang terasa panas.


"Uhukk.. beraninya kau" Chu fen memuntahkan seteguk darahnya bagaimana pun kekuatan dewa milik Shi Long sungguh tidak bisa dibandingkan dengannya.


"Aku tidak akan bermain main lagi denganmu" ucap Shi Long dengan mata berubah menjadi biru terang bersinar.


Chu Fen ketakutan saat melihat mata Shi long, namun dia masih berani bersifat angkuh.


"Aku juga akan serius kepadamu , kan kukeluarkan jurus terkuatku" ucap Chu Fen dengan mengeluarkan tombaknya.


"Bukankah sedari tadi kau sudah melakukannya"ucap Shi long dengan senyum Sinis yang semakin membuat Chu Fen berkeringat Dingin


"lemahh, sejak kapan kau begitu lemahh" teriak Sing wei dari belakang.


"A ayah..aku tidak"


"Kau tidak pantas menjadi putraku kau memang pantas menjadi anak dari raja bodoh itu" ucap Marah Sing Wei.


Chu fen mengepalkan tangannya dia sebenarnya Tidak suka pada pria ini meski dia adalah ayah kandungnya dan pria yang dicintai ibunya namun dia selalu memperlakukannya layaknya budak.


"Aku juga tidak ingin menjadi anakmu" ucap Pelan Chu Fen sambil menundukkan kepalanya.


"Haahaha kau sama tidak bergunanya seperti ibumu,karena ibumu sudah tiada kalian juga sudah tidak berguna lagi bagiku" ucap Sing wei pada Chu Fen dan Chu Kia.


Bagai petir disiang hari Chu Kia yang masih terpukul atas kematain ibunya kini kembali tertampar oleh kata kata ayahnya.


"Ayah kenapa kau berbicara begitu , kau sedang bercanda kan ayah" ucap Chu kia sambil mendekat kearah Sing Wei dan memegang tangannya.


"Cih asal kalian tau saja, aku hanya butuh ini dari ibumu, karena dia sudah mati dia juga sudah tidak berguna bagiku" ucap Sing wei sambil memperlihat kan sebuah kalung dengan giok hitam berbentuk bulan sabit.


"Giok sabit hitam, sejak kapan Wu Mei memilikinya, pantas saja aura negatif selalu ada disekitarnaya , kuharap Sing Wei tidak memiliki Giok Sabit putih" batin Chh Tian sambil memperhatiakan gerak gerik Sing Wei dan anak anak nya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2