Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 71. Kepergian Li Huan


__ADS_3

"Selalu saja misteri yang tidak terjawab mengapa semua selalu tidak menjawab pertanyaanku dengan benar" ucap Chu Tian dengan Kesal.


Dikamarnya kini ada Yan Sha yang terdiam melihat Chu Tian, dia baru mengobrol dengan dewa obat dan Chu Tian terbangun.


"Ehem apa kau sudah bertemu dengan Qing Yu" tanya Dewa obat.


"Begitulah, eh Yan Sha apa yang kau lakukan disini bukankah.." ucap Chu Tian


"Aku tau aku tau tapi aku yakin dewa obat akan menutup mulutnya didunia dewa nanti benarkan" ucap Yan Sha sambil melotot kearah dewa obat.


"Glug, i iya tentu saja putri Sha"ucap Dewa obat dengan susah payah menelan ludahnya


"Hah kalian ini sungguh aneh" ucap Chu Tian.


"Sebenarnya dari tadi aku penasaran bagaimana kau bisa bertemu dengan dewa mimpi Qing Yu kau tau dia sangat tampan dan sibuk bahkan aku yang seorang putri pun sangaat sulit bertemu dengannya tapi jika duyung penguasa bisa selalu menghubunginya kapanpun" ucap Yan Sha


"Putri kau belum saat nya tau tentang ini, dan jika kau ingin bertemu Qing Yu tentu kau hanya ingin meminta resep kecantikan abadi milik kakaknya kan"ucqp Dewa obat sambil menahan tawa.


"Kau.."


"Sudahlah dewa obat aku berterimkasih atas ceritamu tadi, itu akan membantuku kelak" ucap Chu Tian memotong perkataan Yan Sha.


"Hahaha aku Huang Kei akan menunggumu pangeran, aku dan seluruh suku penyembuh berjanji akan selalu setia " ucap Dewa obat dan diangguki oleh Chu Tian kemudian Dewa obat menghilang.


"Apa maksudnya dengan setia padamu" tanya Yan Sha.


"Ituu.. Yan Sha apa tujuanmu datang kemari tadi" Chu tian coba mengalihkan topik pembicaraan


"Ah aku hampir melupakannya ,ambilah ini" ucap Yan Sha.


"Pedang permata Es kenapa bisa padamu bukankah itu milik Li Huan." tanya Chu Tian dengan terkejut.


waktu itu..


**Flash Back**


Aku berjalan kearah taman istana ini untuk pergi kedanau kecil itu namun aku melihat Li Huan sedang termenung di dekat pohon persik.


"Li Huan apa yang kau lakukan disini bukankan kau seharusnya istirahat sekarang" tanya Yan Sha


"Ah putri Yan Sha ,aku tidak melakukan apapun hanya menikmati pemandangan indah disini, aku merindukan rumahku merindukan saat saat bersamaku" ucap Li Huan


"Li Huan aku tau apa yang kau rasakan tapi ingatlah ada Chu Tian yang akan menjagamu dan ada aku yang akan menjadi temanmu, jika kau bahagia pasti ayahmu akan bahagia juga" ucap Yan Sha.


"Aku telah kehilangan Ibuku saat aku masih kecil dan sekarang aku telah kehilangan ayahku, bisakah kau menolongku" Tanya Li Huan sambil menatap Yan Sha penuh harap.

__ADS_1


"Apa yang kau inginkan Dariku" tanya Yan Sha dengan tersenyum


"Ini, pedang milikPangeran Chu Tian aku tau dia seorang pangeran aku hanya orang rendahan tidak pantas bertwman dengannya apalagi berjalan disisinya aku sungguh tidak pantas" ucap Li Huan sambil menyerahkan pedang Permata Es.


"Apa kau berfikir Chu tian sejahat dan seangkuh itu hingga tidak ingin berteman padaku, kulihat dia sangat peduli padaku" kata Yan Sha.


"Itu yang kau tau, tapi sebenarnya dia begitu karena ayahku telah merawatnya saat dia tidak sadar selama hampir dua bulan"ucap Li Huan sambil menundukkan kepalanya.


"Tidak Chu tian tidak akan seperti itu" ucap Yan Sha dengan nada keras.


"Aku tau kau tidak akan percaya padaku, tapi aku mohon berikan ini padanya dan katakan jangan mencariku lagi, dan juga katakan terimakasih untuk semua yang dia lakukan untukku" ucqp Li Huan Sambil memegang tangan Li Huan dan menatapnya penuh harap.


"Tapi kau mau kemana bukan kah kau dari kerajaan apa ya sebentar biar kuingat lagi" ucap Yan Sha.


"Aku berasal dari kerajaan Han dan mungkin aku tidak akan kesana dan aku pastikan aku menjauh dari kerajaan Xin dan kerajaan Chu agar tidak merepotkan Pangeran Chu Tian lagi" ucap Li Huan matanya sudah mulai berkaca kaca.


"Tidakkah kau mau berpamitan dengan Chu tian dahulu" kata Yan Sha


"Tidak, jika aku berpamitan maka dia akan mengantarku pergi ,itu sungguh akan merepotkannya" ucap Li Huan lalu membelakangi Yan Sha air matanya jatuh tanpa disuruh.


"Baiklah jika itu keputusanmu ,aku akan menyampaikannya pada Chu Tian ,jika kau memerlukan sesuatu kau bisa datang padaku" ucap Yan Sha sambil tersenyum.


"Terimakasih, " ucap Li Huan lalu melesat pergi dari kerajaan Xin


Yan Sha akhirnya bergegas kekediaman Chu Tian dan bertemu dengan Huang Kei .


"Jadi kau membiarkannya pergi, arrggh apa kau tidak tau dia sedang diincar oleh orang orang jahat diluar sana , aku harus mencarinya" ucap Chu Tian .


"maafkan aku, dia juga memberimu ini" ucap Yan Sha menyerahkan sebuah kantung kecil.


"Apa ini" Tanya Chu Tian.


"Aku tidak tau aku sungguh tidak mengintipnya" ucap Yan Sha


"Memang siapa yang mengatakan kau mengintipnya" Ucap Chu Tian lalu membuka kantung kecil berisi lima buah kristal seukuran kelereng dan sepucuk Surat


"Surat apa bacanya" ucap Yan Sha penasaran.


"Aku sudah tau dia tidak perlu dicari lagi tapi tentang Pedang ini aku akan kembalikan padanya" ucap Chu Tian dengan tersenyum.


"Bagaimana" Tanya yan Sha ,


"Begini" ucap Chu Tian lalu membuat Pedang itu melayang diudara dan melesat.


Disisi Li Huan.

__ADS_1


"Chu Tian sungguh aku tidak ingin berpisah darimu tapi aku yakin suatu saat kau pasti akan menjemputku dan saat itulah kekuatanku sudah sepadan denganmu dan aku mampu berada disampingmu meski mungkin hanya sebatas teman" Guman Yan sha.


Booommm..


"Apa itu, hah pedang permata Es kenapa kau bisa kemari" ucap Yan Sha sambil mengambil pedang permata Es dan ada kertas kecil tergantung di gagang pedang itu.


'Aku kembalikan milikmu, dan tunggu aku' isi surat kecil itu


"Chu Tian aku pasti akan menunggumu" ucap Li Huan sambil tersenyum dia kemudian dengan mantap melanjutkan perjalanannya.


Kembali ke Chu Tian.


"Apa kau Yakin pedang itu sampai pada Li Huan" tanya Yan Sha


"Apa kau meremehkan aku" tanya Chu Tian Balik dengan wajah sombong.


"Iya" jawab Yan Sha singkat


"Hah, kenapa begitu " tanya Chu Tian agak kesal.


"Enthalah ku harap kau tidak hanya membual" ucap Yan Sha kemudian melangkah pergi.


"Hei kapan aku membual hahh" tanya Chu Tian dengan kesal.


"Meong" Jinfu tiba tiba muncul dan berdiri di pundak Chu Tian.


"Ku ku kucing, aaaaaa jauhkan dia dariku" teriak Yan Sha langsung berlari kencang keluar dari kediaman Chu Tian.


"Hei aku ini harimau bukan kucing, kak apakah wajahku semenakutkan itu" tanya Jinfu pada Chu Tian.


"Mungkin" jawab Chu Tian singkat.


"Bagaimana mungkin harimau imut mungil dan manis sepertiku ditakuti" ucap Jinfu dengan raut wajah kesal.


"Apa kau tidak lihat dia itu putri duyung dan putri duyung itu adalah ikan dan ikan adalah musuh kucing kau tau hah" jelas Chu tian sambil memegang pelipisnya.


"Kau benar juga kak, kau sungguh pandai" puji Jinfu sambi tersenyum dan Chu Tian hanya memutar bolamatanya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2