
"Chu tian apa kau yakin akan melakukan itu" tanya Lao hei.
"Apa aku pernah bercanda tentang hal seperti ini" ucap Chu Tian.
"Tapi tempat itu adalah tempat terlarang "Ucap Lao hei.
"Aku Tidak peduli" ucap Chu Tian membulatkan tekadnya.
"Aku bisa menemanimu kan" tanya lao hei.
"Tidak ,aku sudah punya cara melepas gelang dimensi" ucap Vhu tian tanpa memandang Lao hei.
"Tapi itu sungguh sangat beresiko apa kau yakin tentang itu" tanya Lao Hei.
"Aku tidak pernah seyakin ini ,aku akan meminta kakak Lizheng memakai gelang ini" ucap Chu Tian membuat Lao Hei terkejut.
"Itu artinya kau.."
"Ya Mulai sekarang kau harus mematuhi perintah kakakku ,aku akan mengunakan cincin penyimpanan yang kudapatkam waktu itu" ucap Chu Tian.
"tapi ,aku tidak mau aku ingin bersamamu , kau tidak boleh egois" ucap Lao Hei dengan nada marah.
"Ya aku egois aku ingin kalian selallu bersamaku " bentak Chu Tian.
"Biarkan aku pergi, jaga mereka untukku, setelah mendapatkan barang itu aku akan kembali" ucap Chu Tian sambil menenangkan diri.
"Dimana pangeran Tian kami yang selalu ceria" ucap Chu Lizheng dari belakang dia datang bersama Xiao feng dan yang lainnya.
"Chu Tian aku tau kau tidak ingin kehilangan kami tapi kami siap berkorban demi dirimu" ucap Xiao Feng.
"Dia benar meski kami tiada setidaknya kami bisa meringankan bebanmu" ucap Ji Kun.
"Tidak aku tidak ingin kehilangan siapapun lagi" ucap Chu Tian.
Yan Sha mendekati Chu Tian dan memegang tangan Chu Tian.
"Chu Tian kita sudah melewati banyak hal bersama ,biarkan kali ini kita bersama denganmu lagi" ucap Yan sha dengan Tersenyum.
"Aku Tidak pernah bisa menjaga kalian, selama ini aku hanya mendatangkan bahaya untuk kalian" ucap Chu Tian dengan menundukkan kepalanya.
"Kami percaya denganmu ,kau pasti bisa " ucap Chu Lizheng.
__ADS_1
"Aku.."
"Kami akan membantumu sebisa kami jangan pernah berfikir kami akan meninggalkanmu, "Ucap Zaein.
"Terimakasih, tapi aku sunggub hafus peegi sendiri" ucap Chu Tian.
"Kenapa seperti itu bukankah lebih baik jika kita bersama sama" ucap Lao Hei.
"kalian tidak mengerti, aku akan mengambil pedang Roh dewa " ucap Chu tian.
"Tapi pedang itu hanya bisa dipakai oleh Raja Tiga alam sebelumnya dewa Jhin Suo, dan Selain dia tidak ada yang bisa mengambilnya, dan aku dengar Roh pedang Itu juga telah menghilang" ucap yan Sha.
"Kalian tidak perlu khawatir soal itu aku sudah memikirkan semuanya" ucap Chu Tian.
"Bagaimana caranya, pedang Roh dewa saat ini kehilangan rohnya dan jika kau menyentuhnya rohmu bisa terhisap oleh pedang itu, ditambah kau juga bukan Raja Tiga dunia" ucap Yan Sha .
"Didalam darahku mengalir darah Jhin Suo dan Tentang Roh itu aku telah menemukan mereka " ucap chu Tian dengan menundukkan kepalanya.
"Apa maksud semua ini An'er" ucap chu Yun.
"Aku akan jujur pada kalian sebenarnya aku bukan pangeran kerajaan Chu tapi aku adalah anak dari dewa alam Jhin suo dan dewi semesta Ling zhu" ucap Chu Tian
"Ja jadi kau seorang dewa" ucap Ji kun.
"Kenapa kau merahasiakan hal sebesar ini kepada kami" ucap Chu Yun sambil mengoyangkan badan Chu tian ,air matanya telah jatuh.
"Maaf, tapi aku sungguh baru tau tentang hal ini" ucap Chu tian .
Yan sha bahkan sudah tak kuasa berdiri,dia jatuh terduduk dengan kaki gemetar dan air mata yang terus mengalir.
"Tidak, tidak kau pasti berbohong padaku kau tidak mungkin putra paman Jhin suo" ucap yan sha sambil menutup telinganya dan mengelengkan kepalanya.
"Yan Sha kumohon tenanglah" ucap Chu tian sambil memegang tangan yan sha
"katakan padaku bahwa kau berbohong" ucap yan Sha.
"Tidak Yan Sha aku tidak tau guru cang he yang mengatakan ini semua, apa menurutmu dia akan berbohong tentang hal ini" ucap Chu tian dan yan Sha mengelengkan kepalanya.
Chu Lizheng tidak terlalu terkejut karena dia sudah tau meski hanya sepenggal ceritanya saja, tapi dia tetep terkejut saat mengetahui bahwa Chu tian adalah anak Dari raja Tiga alam.
"Woahh Tuanku adalah seorang dewa, ini sangat luar Biasa" ucap Zaein dengan mata berbinar.
__ADS_1
"Diam lah dan hentikan tingkah konyolmu itu" ucap Xiao Feng.
"Aku sudah menduga dia akan mengatakan ini, aku takut ini akan menjadi masalah kedepannya" bisik lao hei pada Xiao Feng namun Xiao feng hanya diam tanpa menjawab apapun
"Maafkan aku jadi bisakah kalian membiarkan aku pergi lagi pula aku harus mencari dua kristal yang tersisa" ucap Chu Tian.
"Kristal apa tanya Ji Kun dan Chu Lizheng.
"Tidak apa apa, aku harus pergi sekarang, jaga diri kalian baik baik, aku sudah membuat 7 gelang komunikasi untuk kalian, dan kau Lao hei maaf aku harus meninggalkanmu dan Aku titip Jinfu padamu lagipula saat ini Ruang dimensi ku kunci kau tidak akan terikat apapun dari ruang dimensi lagi dan kau tidak perlu terpisah dari ku" ucap Chu Tian dan diangguki oleh Lao Hei dan Lao hei juga tersenyum puas.
"Apa tidak bisa kau menunda perjalanan mu aku masih ingin banyak bertanya padamu" ucap Yan Sha yang sudah mulai menenagkan dirinya.
"Maaf yan Sha waktuku Tidak Banyak lagi, kau bisa menanyakan apapun dari gelang komunikasi itu, " ucap Chu tian.
"Tidak apa apa, aku mengerti" ucap yan Sha Sambil menundukkan kepalanya.
Chu Tian sebenarnya kasihan pada Yan Sha tapi bagaimana pun dia sedang dalam keadaan terdesak, waktunya tidak banyak lagi dan dia masih harus melakukan banyak hal.
"Jika begitu kami tidak akan menahanmu lagi, semoga berhasil adikku" ucap Chu Lizheng
"Terimakasih kakak, semuanya tolong lindungi kakak dan kerajaan ini untukku, Aku pergi..!" ucap Chu Tian kemudian melesat dan dalam sekejap jejaknya sudah menghilang.
"Aku Tidak menyangka kau akan melakukan hal ini hanya agar kau tidak menjadi Raja Tiga Alam dan agar aku tidak pergi dari sisimu, kau sungguh bodoh sungguh aku bahkan merasa jauh lebih bodoh lagi berfikir kau akan melepasku demi tahta itu" batin Xiao Feng sambil tersenyum
"Hei kenapa kau senyum sendiri, atau jangan jangan kau sedang jatuh cinta yaa, aaa siapa nama gadis yang beruntung itu" ucap Zaein saat melihat Xiao Feng tersenyum sendiri.
Baaaammmmm.....
"Awww, Xiao Feng kau hampir membuat semua isi perutku keluar, argh ini sungguh menyakitkan" ucap Zaein sambil memengang perutnya yang baru saja mendapat bogem mentah dari Xiao feng.
"Apa kau pikir aku perduli" ucap Xiao feng langsung melangkah pergi tanpa memperdulikan zaein.
"Pfttt hahaha zaein rasakan itu" ucap Ji kun
"diam kau, arghhh" ucap Zaein sambil terus mengerang kesakitan.
.
.
.
__ADS_1
.