Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 242. Dewi Bunga Jiang Zia


__ADS_3

Jhin Tian Kini ada di istana surgawi dia muncul tepat digerbang masuk yang besar dan megah, bahkan kemegahan istana es hanya 10% dari yang ia lihat saat ini


"Selamat datang diistanaku, kuharap kau bisa beradaptasi dengan cepat, hah setelah semua ini aku harus bermeditasi dan kuharap kau bisa menjaga sikap" ucap Dewa Shin Lie Fa.


Jhin Tian hanya diam pikirannya terus berputar tentang bagaimana ia gagal Menyelamatkan Xian.


"Kau tidak perlu memikirkan lebih lanjut " ucap dewa Shin Lie fa sambil melangkah masuk, Jhin Tian hanya mengikuti dari belakang tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.


tak lama beberapa pelayan muncul tiba tiba.


"Salam kaisar" ucap mereka serempak.


" hmm... antar dia ke pavilium phoenix , dan berpikan pelayanan terbaik serta mulai sekarang kau adalah pelayan pribadinya " ucap Dewa Shin Lie Fa.


"mohon maaf Tapi Kaisar Pavilium itu..."


"Jangan mendebatku,, sebaiknya cepat kau siapkan" Ucap Dewa Shin Lie Fa.


"Baik yang Mulia... Tuan mari ikut dengan saya" ucap Sang Pelayan sambil Membungkuk pada Jhin Tian, Jhin Tian hanya diam.


Pelayan itu melihat Dewa Shin Lie Fa untuk memastikan. dan Dewa Shin Lie Fa mengangguk sebagai balasan.


Pelayan itu menghilang bersama Jhin Tian.


"sepertinya akan sedikit sulit, tapi apapun yang kumau tentu pasti kudapat" Ucap Dewa Shin lie Fa dengan tersenyum sebelum ikut menghilang.


Ditempat lain jhin Tian sampai di satu pavilium mewah.


"Tuan ini adalah tempat tinggal anda saat ini, aku akan" mengantar anda berkeliling" ucap Sang pelayan.


"Tidak perlu... antar aku langsung ke tempat ku"ucap jhin Tian.


"ah itu..baik tuan mari" ucap sang pelayan.


Jhin tian berjalan sambil melihat sekeliling.


"mengapa Kaisar membawa pria ini bahkan Aura dewa utamanya terlalu lemah ?" batin sang pelayan sambil sedikit melirik ke belakang.


"Apa yang kau lihat" tanya Jhin Tian dengan tatapan tak ramah


"Eh anu Kita telah sampai" ucap Pelayan sambil membuka pintu ia terlihat gugup.


Jhin Tian masuk Ruangan ia terpesona dengan ruangan yang sekarang menjadi tempatnya.


"Tuan Jika anda butuh bantuan anda bisa langsung memanggilku" Ucap pelayan dengan membungkuk Hormat sesaat.


"Tian.. Jhin Tian itu namaku dan.."


"Ah maaf atas ketidak sopanan hamba ..Tuan Namaku Yan Yan" ucap Yan Yan dengn tersenyum dan sedikit membungkuk.


"Aku sudah memberitau namaku setidaknya jangan panggil aku dengan sebutan tuan itu" ucap Jhin Tian dengan nada sedikit tinggi.


"Ehh... ma maaf Tu tuan Tian" ucap Yan Yan Gugup.


"Tch terserah kau saja" ucap Jhin Tian yang berbalik dan mengibaskan tangannya sehingga pintu tertutup dengan keras mrninggalkan Yan Yan Diluar dengan terkejut.


"Huft bagaimana bisa yang mulia kaisar membawa orang seperti ini keistana surgawi... jika bukan orang yang dibawa Kaisar mungkin aku sudah menghabisinya" ucap Yan Yan geram.

__ADS_1


"Pergilah aku masih bisa mendengarmu" ucap Jhin Tian dari nada bicaranya ia terlihat marah.


"Hah maaf Tuan Tian hamba segera pergi" ucap Yan Yan yang langsung berjalan Cepat.


"Gawat gawat gawatt... Bagaimana jika ia mengadu pada kaisar" ucap Yan Yan disela jalan cepatnya.


sementara Didalam pavilium Jhin Tian sedikit berkeliling menyentuh barang barang disana.


"Barang barang disini sepuluh kali lipat lebih indah dari yang pernah kulihat namun huh..." Jhin Tian terduduk di Sebuah kursi yang berada tepat disamping ranjang.


Tangannya terkepal erat sambil memegang sebuah vas yang ada diatas meja.


"Sebenarnya apa rencara Dewa Shin Lie Fa sebenarnya, kenapa dia harus melibatkan Xian dalam ini semua, Cih dan aku tidak bisa berbuat apa apa selain menurutinya" ucap Jhin Tian sambil mengebrak meja dengan kepalan tangannya dan vas yang ia pegang pecah begitu saja.


"Ling Yue ....maaf" Saat kata kata itu terucap setetes air mata keluar dari mata indah Jhin Tian.


Wajah Xian dan Xuan terlukis dipikiran Jhin Tian,


"setidaknya saat ini aku harus bisa masuk keperpustakaan itu, aku akan mencari informasi dari pelayan itu" ucap Jhin Tian sambil menatap lurus.



Jhin Tian dan Xian (belum nemu foto Xuan)


Hari itu Berjalan cukup cepat Jhin Tian hanya diam dipaviliumnya, dia hanya membaca beberapa buku yang mrmang sudah ada disana.


Tok tok tok.... "Tuan ini Aku yan yan" ucap yan yan dari luar.


Tak ada jawaban dari Jhin Tian, yan Yan terus memanggil Jhin Tian.


"Tuan Tian apa anda didalam saya akan masuk mengantar makanan" ucap Yan Yan tanpa respon Dari Jhin Tian.


"Gawattt.. Jika Tuan Tian pergi bagai mana nasipku kedepannya"ucap Yan Yan sambil membulatkan matanya, ia bergegas berlari keluar menemui para penjaga.


"Apa kalian melihat Tuan Tian pergi"Tanya Yan Yan


"Tidak.. memangnya kenapa" tanya sang penjaga.


"Aish cepat cari keseluruh istana, jika Tuan Tian tidak ada maka kita juga bisa binasa"Ancam Yan Yan.


"Kau bercanda ya.." ucap penjaga lainnya dengan wajah tak percaya, mencari seseorang diistana sebesar ini adalah hal yang sulit.


"Apa kau pikir dengan ekspresi ku sekarang aku terlihat bercanda ..hah" Ucap Yan Yan Kesal.


"Tidak" ucap kedua penjaga serempak.


"Kalau begitu cepat carii...!!!" teriak Yan Yan


dua penjaga langsung berlari pergi dari Pavilium Jhin Tian


Sementara itu Yan Yan kembali masuk untuk memastikan dia berkeliling dengan panik sampai pada akhirnya dia terhenti karena dia mendengar suara .


Sebuah suara yang menenangkan namun jika didengarkan dengan baik lirik kesedihan Terdengar cukup jelas.


"Dipavilium Phoenix tidak pernah terdengar suara musik selama ribuan tahun, dihari ini bagaimana bisa pavilium senyap ini menjadi sangat hidup" ucap Pelan Yan Yan dia mengikuti arah suara yang ternyata mengarah dari pintu belakang pavilium.


Semua orang yang berada Diistana Surgawi merasakan keanehan yang sama mereka semua mrndengar hal yang tak terduga dari pavilium phoenix yang selama ini terkenal sebagai pavilium paling tenang.

__ADS_1


Dewa Shin Lie Fa yang berada di paviliumnya tersenyum tipis sambil memejamkan matanya, dia tentu tau apa yang terjadi sekarang tanpa harus beranjak dari duduknya.


Sementara yan , kini berada diambang pintu melihat seorang pria duduk disebuah kursi panjang di taman belakang pavilium itu.


"'huft kukira hilang kemana... aku benar benar Khawatir" ucap Yan Yan sambil mengelus dadanya


"Memang siapa dia" ucap ssseorang dari belakang yan yan.


"Astagaaa... eh dewi bunga sejak kapan anda disana" Tanya Yan Yan dengan wajah terkejutnya.


Dewi Bunga terkekeh geli melihat ekspresi Yan Yan.


"Sejak kau mengatakan bahwa kau khawatir padanya... sekarang katakan padaku dia siapa" tanya Dewi Bunga Sekali lagi.


"Ah anda mendengarnya ya "yan yan Mengusap tengkuknya sambil tersenyum malu.


"emm pria itu yah dia orang yang dibawa oleh Dewa Shin Lie Fa, menurut penjelasan Dewa Shin Lie Fa dia adalah pangeran dari dunia bawah tepatnya Tiga... tapi Dewi Tenang saja aku tidak memperlakukannya dengan buruk meski ku tau dia sedikit lebih rendah dariku" Ucap Yan Yan terlihat sedikit kesombongan di wajahnya.


mendengar penjelasan Yan Yan dewi Bunga sontak terkejut.


"Pa-pangeran Tiga Dunia katamu... ini tidak mungkin tidak tidak katakan padaku bahwa penjelasanmu salah KATAKANN....."ucap Dewi Bunga Dengan wajah terkejut sikap lembutnya kini tertutupi dengan kekhawatiran diwajahnya.


"A aku tidak salah Dewi, Dewa Shin Lie Fa sendiri yang mengatakannya padaku"ucap Yan Yan


"berarti dia, dia itu.."


"Aku ini apa" tanya Jhin Tian yang sudah muncul disamping pintu sambil menyilangkan tangannya didada.


"Tu Tuan Tian sejak kapan anda disana"tanya Yan Yan.


"Sejak kalian mengobrol, ah Ya maaf bisa kau pergi kau terlalu jauh masuk paviliumku, untuk seukuran orang asing anda harusnya tau" ucap Jhin Tian mengusir Dewi Bunga.


"A aku... baiklah aku pergi yan yan malam nanti datanglah kepavilium bunga ku" ucap Dewi Bunga dengan sedikit senyum lembut.


"Bai..."


"Dia akan pergi jika aku mengijinkannya pergi, " ucap Jhin Tian sambil mengulurkan tangan nya menunjukkan jalan keluar.


Dewi bunga tanpa sepatah kata keluar dari pavilium itu, tak ada seorangpun yang tidak bisa menebak bahwa dewi bunga sedang kesal, bahkan bunga bunga disetiap tempat yang dilewati dewi bunga menjadi sedikit layu.


"Tuan apakah anda tidak tau, dewi bunga termasuk orang kepercayaan dewa Shin Lie Fa, anda telah menyinggungnga bagaimana jika dia mengadu pada kaisar" ucap Yan Yan.


"Dewi Bunga Jiang Zia memang siap yang tidak mengenalnya, tapi untuk seukuran dewi dia tak cukup layak" ucap Jhin Tian sambil melangkah kedalam pavilium dan duduk dikursinya.


yan yan hanya mengikuti dari belakang sambil menunduk memikirkan perkataan Jhin Tian.


"Sampai kapan kau akan terus begitu.. berikan aku makanan" ucap Jhin Tian dengan wajah Kesal.


"eh i iya Tuan ,aku ambilkan sekarang" ucap Yan Yan sambil bergegas pergi.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2