
mereka bertiga masuk dengan bergandengan tangan.
"Woah ayah apa ini tempat tinggal Liyan" tanya Xuan.
"Tentu saja" jawab Jhin Tian.
"Memang tak sebesal istana kakek tapi, ini lual biasa" ucap Xuan dengan mata berbinar.
"Apa Xian dan Xuan mau tinggal disini bersama Liyan" tanya Jhin Tian.
"Apakah boleh" tanya Xian.
"Ya menurutmu mengapa ayah mengajakmu kemari" ucap jhin Tian dengan senyum.
"Heiii siapa kalian" teriak seseorang.
mereka bertiga langsung menoleh kearah sumber suara.
"Eh... paman Tiaannnn" anak yang meneriki mereka tadi tak lain adalah Liyan, dia langsung berlari dan memeluk Jhin Tian.
"Hei hei jangan lama lama memeluk ayahku" ucap Kesal Xuan.
"Dia pamanku, telselah padaku" ucap Chu Liyan anak dari Chu Lizheng dan Han Ying, dia Berumur 4 tahun satu tahun lebih tua dari Xian dan Xuan, meski terbilang kecil tiga anak ini jika bersatu akan membuat tim yang hebat .
"Sudah sudah, Liyan dimana ayahmu" tanya Jhin Tian.
"Huh ayah itu selalu saja sibuk dengan keltas keltas itu, aku tidak tau dimana dia" ucap Chu Liyan dengan kesal.
"paman mengerti baiklah, ayo masuk" ucap Jhin Tian dia masuk bersama tiga anak kecil.
"Kalian bertiga bermainlah, ayah akan ketempat paman Lizheng" ucap Jhin Tian.
"Baik ayah" jawab xian dan xuan.
"Baik paman" jawab liyan.
mereka bertiga langsung pergi ketempat bermain mereka.
Jhin Tian berjalan menuju Ruang kerja Chu Lizheng.
__ADS_1
"Tuan" ucap Seseorang dari belakang.
"Hmm"Jawab Jhin Tian lalu berbalik.
"Tak kusangka akhirnya Tuan kembali aku sungguh sangat merindukan Tuan" ucap Zaein.
"Ini Rumahku tentu aku akan kembali" jawab Jhin Tian dengan datar lalu pergi meninggalkan Zaein yang kebingungan.
"Apa ada yang salah dari pertanyaanku, kenapa dia begitu dingin" batin Zaein.
Didepan Ruang kerja Chu Lizheng.
Tok Tok Tok
"Masuklah" ucap Chu Lizheng dari dalam.
Jhin Tian masuk keruangan kerja itu, pada awalnya Chu Lizheng tidak memperhatikan dia terus memfokuskan pandangannya pada Kertas kertas didepannya.
"Ada apa" tanya Chu Lizheng tanpa melihat.
"Aku ingin tinggal disini" ucap Jhin Tian .
"Adikkkk" Chu Lizheng langsung bangkit dan memeluk adiknya itu.
"jadi apa jawabannya" tanya Jhin Tian sbil.melepaa pelukan kakaknya.
"Kau ini bertanya apa, ini adalah rumahmu kau boleh tinggal disini selama yang kau mau, aku akan sangat bahagia" ucap Chu Lizheng dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajahnya.
"Terimakasih" ucap Jhin Tian singkat.
"Hah sudah kuduga kau belum bisa mengikhlaskan nya ya" ucap Chu Lizheng.
"Entahlah aku tidak tau" jawab Jhin Tian dengan dingin.
"Baiklah baiklah aku tidak akan bertanya tentang itu lagi, dimana kedua keponakanku" tanya Chu Lizheng.
"bersama Liyan" jawab jhin Tian masih dengan mode dinginnya.
"ambil ini" ucap jhin tian memberikan sebuah bola kecil.
__ADS_1
"Tentang apa ini" tanya Chu Lizheng.
"Lihatlah" jawab Jhin Tian sambil dia duduk dikursi.
"Jadiii ini alasan mu kemari lagi" ucap Chu Lizheng dengan terkejut, sementara Jhin Tian hanya membalas dengan anggukan.
"Aku mengerti sekarang, aku akan menyiapkan pasukan untuk menyeranhnya" ucap Chu Lizheng.
"Aku yang akan pergi" ucap Jhin Tian dingin.
"Tapi.."
"Aku tidak butuh bantahan" ucap Dingin Jhin Tian sambil berdiri.
" hah baiklah, kapan kau akan pergi" tanya Chu Lizheng sambil menatap serius Jhin Tian.
"Sekarang" ucap Jhin Tian.
"Tapikan kau.."
"Tolong jaga anak anakku, jangan beritau kemana aku pergi, mereka itu anak cerdas sekali kau memberitau mereka akan menemukanku" ucap Jhin Tian.
"Jika itu maumu, aku akna berusaha sebaik mungkin" ucap Chu Lizheng.
Jhin Tian berjalan menuju pintu, sebelum melangkah keluar diaberhenti di ambang pintu.
"Terimakasih, kak" ucap Jhin Tian ya g membuat Chu Lozhenh tersenyum Senang.
"Aku akan melakukan yang terbaik" ucap Pelan Chu Lizheng.
Jhin Tian lalu pergi dari ruangan itu dan melesat keluar istana.
.
.
.
mon maaf pendek, autor lagi gaenak badan, mohon maaf semuanya :(
__ADS_1